Selamat Hari Natal 2010; May Christmas Brings You White and Wise

Pit Hitam Illustrasi: negerzoenmoetblijven.punt.nl

Masih ingat sewaktu kecil dulu saat-saat menjelang Natal tiba. Mulai dari sebulan sebelumnya saya sudah disibukkan berbagai kegiatan seperti pentas untuk acara-acara Natal dan berbagai perayaan lainnya. Yang paling ditunggu tentunya hadiahnya!

Setiap masuk bulan Desember, tepatnya tanggal 5 Desember, saya menyediakan rumput dan segelas air di gelas yang saya simpan dalam sepatu. Lalu, semua itu disembunyikan di kolong tempat tidur. Buru-buru saya tidur agar besok pagi bisa bangun cepat dan membuka hadiah dari Sinterklaas.

Anak yang baik menyediakan makanan untuk kuda yang haus dan lapar. Kuda itu membawa Sinterklaas ke rumah anak-anak yang baik dan pintar untuk diberi hadiah. Anak yang nakal, tidak akan didatangi meski menyediakan rumput dan air. Juga tidak akan mendapatkan hadiah.”

Yang paling membuat saya takut adalah bila ada pit hitam yang datang. Dia datang untuk mengambil anak-anak yang nakal dan dimasukkan ke dalam karung. Jadi, kalau ada mereka datang, saya dan adik-adik serta teman-teman yang sedang berpesta, pasti ketakutan. Ngumpet semua! Hihihi….

Ya, saya berasal dari keluarga dengan didikan dua agama yang berbeda. Ayah saya muslim dan ibu saya Kristen. Saya pun bersekolah di sekolah Kristen dan sekolah negeri. Saya merasa beruntung sekali bisa merasakan bagaimana perbedaan itu indah bila mau membuat dan menjadikannya indah dalam cinta dan kebersamaan. Meski memang banyak sekali aral dan rintangan serta cemooh serta hujatan, namun siapa yang bisa menentukansurga?!

Saya pernah, kok, disiram dengan air got hanya karena saya “berbeda”. Pernah juga dilempar dengan makanan yang saya buat sendiri karena dianggap saya najis dan haram. Apalagi ayah saya seorang pribumi dan ibu saya adalah warga keturunan Tiong Hoa. Di satu sisi saya diterima, di sisi lain saya ditolak. Penerimaan dan penolakan sudah menjadi bagian dari kehidupan saya sehari-hari.

Dulu mungkin semua itu membuat saya sedih dan sakit hati bahkan sangat malu.  Tidak jarang saya menangis karena mendapatkan makian dan hinaan dari orang lain, dari kedua sisi. Sama saja. Namun semakin saya besar dan dewasa, saya justru sangat bersyukur sekali. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan mendapatkan pelajaran yang berharga seperti saya. Saya dari kecil sudah ditunjukkan betapa indahnya beragam warna dalam pelangi dan semua itu sungguh indah.

Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk melihat segala sesuatunya hanya dari sudut pandang diri sendiri saja. Apa yang diyakini dan benar itu pun hanya bila memang benar menurutnya saja. Yakin pun karena memang sesuai dengan keinginannya saja. Jarang sekali yang mau melihatnya dari sudut pandang yang berbeda apalagi mau bersikap objektif dan melihatnya dari semua sudut pandang yang ada agar kebenaran itu memang benar adanya. Kebenaran yang sesungguhnya dan kebenaran yang berlaku bagi semua dan untuk semua, bukan hanya untuk diri sendiri ataupun segelintir kelompok saja. Padahal semua sadar dan bahkan mengaku yakin serta tunduk bahwa kebenaran itu mutlak dan tak lain tak ada yang lain selain Dia.

Dulu, sewaktu masih baru mau lulus SD, dan semasa remaja, saya sempat juga marah kepada semua yang terjadi dan bahkan saya sempat benci sekali dengan yang disebut Tuhan. Saya anti Dia. Saya dulu menganggap bahwa Dia itu tidak ada karena mau dari agama manapun semua hanya mengagungkan diri sendiri dan merasa yang paling benar. Semua isinya hanya menjelek-jelekkan satu sama lain dan sama sekali tidak layak dan patut untuk diikuti. Sangat bertentangan antara apa yang diajarkan, yang diucapkan dan yang diperbuat. Sementara saya yang berada “di antara” ini milik siapa?! Siapa Dia?! Kenapa Dia harus dipuja dan diagungkan bila hanya memberikan duka dan penderitaan saja. Apa, sih, agama?! Agama itu hanya penghancur dunia. Bodohlah mereka yang percaya dengan surga dan neraka. Mau-maunya ditipu.

Hingga kemudian saya menyadari bahwa Dia itu benar, hanya manusia saja yang membuatnya demikian. Tuntunan pun tidak ada yang salah karena semua mengajari tentang kebaikan dan keindahan, manusia saja yang menjadikannya tidak demikian. Apa yang tertulis dan tersirat hanya sekedar dibaca tanpa mau dimengerti dan dimaknai dengan baik. Semuanya jelas sekali bila mau membacanya dengan mata dan hati sehingga seharusnya tidak perlu ada perselisihan ataupun pertikaian. Surga dan neraka itu ada di dalam diri kita sendiri, ke mana kita mau membawa diri ini.

Tidak ada manusia yang terlahir bukan karena Dia dan tidak ada manusia yang dibedakan oleh-Nya meski berbeda satu dengan yang lainnya. Dia Maha Besar dan Maha Tahu, bila memang sama, untuk apa dia memberikan perbedaan?! Bila semua harus sama, kenapa dia tidak memberikan satu saja?!

Bagi saya, pilihan adalah yang membuat semua manusia sama karena perbedaan itu ada. Berapa besar,luas, dan banyaknya pilihan tergantung kepada kita sendiri. Apa yang dipilih pun semuanya tergantung kepada diri kita sendiri. Semua resiko dan tanggungjawabnya ada pada diri kita sendiri juga. Toh, semua tuntunan sudah diberikan oleh-Nya kepda kita semua. Itulah keadilan Dia, dan tidak ada seorang manusia pun yang bisa melakukan perbuatan sedemikian luar biasanya. Oleh karena itulah, manusia tidak akan pernah bisa melebihi Dia meski disadari tidak disadari diakui tidak diakui sering melakukan perbuatan seolah lebih hebat dari-Nya.

Penampilan dan kata-kata bisa saja menipu manusia lainnya tetapi hati tidak pernah bisa berdusta. Dia tahu apa yang dilakukan dan hanya kita sendiri juga yang tahu apa yang seharusnya dilakukan. Bila saja kita semua mau mengenal apa dan siapa diri kita sebenarnya maka seharusnya tidak perlu harus ada kebencian dan marah. Damai itu ada di dalam hati mereka yang berbahagia. Kebebasan ada bersama mereka yang dipenuhi kedamaian dan kebahagiaan.

Nilai bukan milik manusia, nilai hanyalah milik Dia. Tidaklah penting saya ini meyakini apa dan yang mana karena saya tidak mau dinilai oleh manusia. Yang lebih utama adalah apa yang saya lakukan dan bisa berikan untuk semua. Yang harus saya jaga dan kerudungi adalah hati saya bukan yang lain. Salah atau benar bisa menjadi salah dan benar di mata manusia namun kebenaran itu mutlak. Biarlah Dia yang menentukannya, manusia hanya bisa melakukan yang terbaik. Terbaik pun bukan hanya untuk diri sendiri saja tetapi bagi semua dan biarlah Dia yang tahu dan yang menentukannya.  Semua ada posisi, tempat, dan waktunya masing-masing yang seharusnya ditempatkan dengan sebenar-benarnya. Kita adalah sama dalam perbedaan karena cinta-Nya.

Selamat Hari Natal. May Christmas brings you white and wise.

Selamat menikmati hari-hari libur yang panjang.

Damai di hati, damai di bumi.

 

Salamhangat penuh cinta selalu,

 

Mariska Lubis

 

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Perubahan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Selamat Hari Natal 2010; May Christmas Brings You White and Wise

  1. lapak info says:

    selamat natal juga mbak mariska lubis.semoga damai natal menyertai kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s