Seks, Uang, dan Harga Diri

Illustrasi: b3-online.blogspot.com

Seks bisa mendatangkan uang. Seks bisa menghabiskan uang. Seks bisa menaikkan harga diri. Seks juga bisa menjatuhkan harga diri. Seks, uang, dan harga diri adalah kebutuhan dan juga keinginan. Bagaimana dengan cinta?!

Kita tidak perlu membahas bagaimana seks bisa mendatangkan uang. Menjual diri lewat seks sudah bukan sesuatu yang aneh lagi bukan?! Tidak perlu harus menjadi pekerja seks komersial. Istri dan suami pun banyak yang menjual diri pada pasangannya lewat seks demi uang. Cinta pun dimanfaatkan. Cinta pada pasangan atau cinta pada diri sendiri harus dipertanyakan?!

Urusan seks yang menghabiskan uang juga bukan lagi sesuatu yang baru. Uang bisa habis dalam sekejap untuk urusan seks semata. Cinta sesaat memang memabukkan. Meskipun hanya sekejap namun bisa membuat seseorang terus ingin mendapatkannya. Uang pun dicari untuk dihabiskan hanya untuk urusan seks semata. Cinta pun dibeli.

Menaikkan harga diri lewat seks dengan menjual mahal diri sendiri. Selaput dara dijaga demi untuk mendapatkan pasangan yang memiliki harta, kekayaan, dan juga kedudukan yang tinggi. Selaput dara tidak juga selalu harus dijaga, sih?! Yang penting bisa mendapatkan “posisi” terhormat di mata manusia lainnya. Kalau sudah mendapatkannya, siapa yang mau berani menentang?! Keluarga pun diam dan justru malah banyak yang bangga. Toh, gengsi sudah tercapai?! Yah, cinta nggak perlu ditanyalah, ya?!

Menjatuhkan harga diri lewat seks sudah banyak dilakukan. Seks memang senjata yang paling ampuh dalam urusan politik untuk menjatuhkan lawan. Bagaimana seseorang bisa hancur harga dirinya bila terjebak dan dijebak oleh urusan seks. Tidak perlu harus benar, yang penting adalah opini yang diatur dan dibuat sedemikian rupa. Memanfaatkan kehausan akan gossip dan keingintahuan atas urusan pribadi orang lain memang seru, ya?! Cinta pun tidak ada artinya lagi.

Seks, uang, dan harga diri setali tiga uang. Mudah untuk diikat dan terikat, sulit untuk membebaskan, dibebaskan, dan terbebaskan. Masih ingat cerita saya tentang bagaimana sekarang ini banyak yang terjebak dengan simpati seks?!  Hati-hati kalau curcol atau curhat, ya?! Jangan sembarangan juga!!! Pura-pura baik dan mau menolong ternyata ada niat lain di balik itu semua. Apalagi kalau bukan untuk memuaskan nafsu, baik seks atau cinta.

Para pembual pun banyak yang menjual bualan tentang seks. Menjual bualan seks untuk mendapatkan uang. Dibeli para pembeli yang menginginkan nilai atas harga diri lewat seks. Wuih!!! Menyedihkan sekali!!!

Urusan uang dan harga diri memang sangat sensitif sekali dalam urusan berpasangan dan suami istri. Uang dan harga diri seringkali membuat yang seharusnya tetap bersatu menjadi berpisah. Uang menjadi sebuah kekuatan untuk bisa berkuasa atas yang lain. Harga diri pun masih dihitung dengan nilai materi. Saling berbagi dan kebersamaan dalam cinta terlupakan atau memang sengaja dilupakan.

Malah ada yang lebih parah lagi. Seorang istri merelakan suaminya untuk “bermain gila” dengan perempuan lain selama apa yang dibutuhkannya untuk urusan materi terpenuhi. Aduh!!! Di satu sisi dia berbangga hati karena bisa menunjukkan segala kemewahan yang dimilikinya. Harga dirinya naik di mata mereka yang menilai lewat materi. Lupa bahwa harga dirinya diinjak oleh suaminya sendiri. Cinta?! Bagi saya, tidak ada sama sekali!!! Simak cerita saya tentang “Harga Cinta Istri Matre”.

Namun ini tidak hanya terjadi pada istri saja. Banyak juga suami yang rela “menjual” istrinya untuk mendapatkan uang, seperti yang pernah saya ceritakan lewat tulisan saya yang berjudul, “Butuh Istri? Di Rumah Ada, Tuh! Mau?”. Istri dijadikan sumber untuk mendapatkan penghasilan. Suami bahkan rela menjadi pelayan untuk mereka yang memberikan uang untuk istrinya. Benar-benar, deh!!! Sakit kepala saya!!!

Saya sendiri mengalami pengalaman pahit untuk urusan yang satu ini. Seks, uang, dan harga diri membuat semuanya menjadi sangat buruk. Sebuah kesalahan yang tidak mungkin bisa dihapuskan lagi. Memang bila semua yang dilakukan tanpa cinta, akan berakhir dengan sangat buruk dan tidak menyenangkan sama sekali. Meskipun semua dilakukan hanya untuk memenuhi kewajiban dan keinginan serta sebagai sebuah bakti serta pengabdian. Tidak mudah untuk melewati semuanya. Butuh perjuangan keras untuk bisa kembali bangkit dan menata kembali kehidupan.

Bagi saya pribadi, seks, uang, dan harga diri tetap merupakan setali tiga uang. Semua tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan yang tidak abadi ini. Uang sudah merupakan kebutuhan. Harga diri juga harus dipikirkan dengan baik. Cinta harus benar-benar sejatinya. Seks pun ditempatkan sebagai sesuatu yang terhormat dan benar-benar dihargai.

Memang banyak yang bilang, Makan, tuh, cinta!!!”. ”. Bila memang ada yang berkata demikian, maka saya pun akan menjawabnya, “Ya, akan saya makan itu cinta. Dengan senang hati“. Bagi saya, cinta adalah cinta. Seks adalah bagian dari cinta saya. Uang dan harga diri adalah soal kebersamaan di mana cinta menjadi landasan utamanya. Cinta yang dinilai hanya lewat seks, uang, materi, dan harga diri adalah palsu!!!

Marilah kita semua untuk kembali merenungkan arti cinta yang sebenarnya. Tempatkanlah seks pada posisinya. Hargailah semua yang merupakan angerah besar ini. Janganlah kemudian uang menjadi segalanya. Harga diri tidak bisa dinilai oleh materi. Nilai manusia hanyalah semu. Untuk apa mendapatkan nilai manusia bila nilai yang sesungguhnya hanya diberikan oleh-Nya?!

Semoga tulisan ini bisa menjadi sebuah perenungan bagi kita semua.

Salam Kompasiana,

Mariska Lubis

13 Mei 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Pendidikan Sosial, Perubahan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s