Mimpi Penuh Cinta

Tebaran Cinta by ML

Sudah lama sejak pertemuan terakhir itu, namun rasa yang ada tetap saja tidak berubah. Tidak bisa berdusta bahwa acap kali ada keinginan untuk bisa melupakan dan sebenarnya bisa saja dilakukan. Hanya saja, selalu ada yang memanggil untuk kembali dan suara itu tidak bisa dipungkiri. Cinta dan rindu itu selalu ada dan ada selalu.

Masih ingat sewaktu harus menangis dan “berdebat” bahkan sampai diam hanya karena rindu itu begitu kuatnya. Sekarang mungkin bisa tertawa, tetapi sebelumnya, rasanya sesak sekali. Berapa banyak kata yang terurai dan derai air mata yang menetes kala itu. Kini semuanya menjadi sebuah ingatan dan kenangan manis yang tidak mungkin bisa dilupakan.

“Saya tidak mau bermimpi lagi.”

“Kenapa tidak mau bermimpi?”

“Saya sudah tidak memiliki mimpi.”

“Ada apa dengan mimpi?”

“Ikuti saja bagaimana jalannya.”

“Sabar, ya!”

Tidak bisa juga dilupakan bagaimana dag dig dug jantung di hati setiap kali menuju pertemuan. Gelisah menanti saat bercinta melupakan sepi lembayung senja. Semuanya menjadi kaku dan kikuk hingga akhirnya mencair oleh meleburnya segala kerinduan. Keraguan dan kegalauan itu pun sirna.

Wajahnya yang menawan hati. Senyumnya yang menggoda. Suaranya yang lembut merayu. Tatapan matanya, aduuhhhh!!! Tukar pikiran dan pendapat pun membuatnya semakin mempesona. Meski ada banyak perbedaan tetapi selalu ada yang membuat sama. Semuanya ada di dalam sebuah kotak kerinduan. Kerinduan bersama.

“Kotak itu akan kita simpan hingga pada waktunya nanti. Kita buka bersama, ya?!”

“Yup! Semua ada masa dan waktunya.”

Ah! Bercinta memang tidak pernah harus berakhir dan bercinta selalu terus bercinta, tetapi semua ini membuat rindu itu semakin kuat saja! Ingin rasanya berteriak kencang-kencang dan berkata, “Saya rindu dirimu!!!

Hanya saja sekencang apapun berteriak, dirimu pasti akan menjawab, “Lihatlah pucuk-pucuk daun yang melambai. Mereka menyampaikan rindu untukmu. Angin bertiup dan berhembus membawa kerinduan.” Duh!

Meski sama tetapi memang ada yang berubah seiring perjalanan waktu. Mengenali, mengingat, dan merasakan telah membuat hati ini menjadi lebih mengerti apa dan bagaimana sebaiknya. Marah dan sayang juga jahil telah menjadi jejak tersendiri di dalam hati. Tidak perlu lagi harus menduga karena semuanya sudah tersirat. Menerima semua yang ada dengan menyelaminya lebih jauh lagi membuat segalanya menjadi lebih indah. Diam pun tak berarti diam.

Lucu saja, setiap kali ada kata-kata yang terurai meski hanya satu kata, seperti sudah langsung ada tombol otomatis yang memberi peringatan. “Sedang jahil!”, “Sedang genit!”, “Sedang pusing!”, “Kopi!” atau yang lainnya. Tidak perlu kemudian harus dibahas seperti sebelumnya, cukup dinikmati lewat senyum. Lihat saja kelanjutannya kemudian. “Sudah terlihat di depan seperti apa.”

Bagaimana mimik dan gerak gerik pun sudah bisa dibayangkan. Jika begini, maka pasti begitu. Kalau begitu, pasti begini. Selalu diingat dengan penuh senyum.  Semuanya memang terekam dengan jelas dalam ingatan dan tidak akan pernah mau dilupakan atau dihilangkan. Semua itu sungguh indah dan membuat senyum tak pernah hilang. Bilapun sedang marah, cukup ingat saja semua itu, pasti senyum lagi.

Ada banyak hal yang tidak lagi perlu diperjelas ataupun diuraikan. Cukup dengan sedikit kata saja sudah jelas arah dan maksudnya. Tidak perlu juga harus ribut dan berargumentasi panjang. Mengerti dan mencoba untuk mengerti. Salah sudah biasa tetapi tidak berarti harus kemudian menjadi berpisah. Untuk apa?! Tidak ada guna karena hanya akan menjadi sebuah kesia-siaan saja. Rasa itu tidak bisa hilang begitu saja dengan mudahnya kecuali bila memang itu hanyalah sebuah kesemuan dan kepalsuan belaka.

Yah, sama seperti dengan apa yang sedang terjadi dengan kita sekarang ini. Isu ini boleh dilemparkan, isu yang lainnya demikian. Terus saja ada dan semua sudah jelas apa yang akan terjadi kemudian. Tidak perlu lagi harus merasa aneh ataupun bingung. Semuanya tinggal tergantung bagaimana mau mengambil sikap dan langkah. Toh, cinta itu tidak pernah hilang. Biar bagaimanapun juga rasa cinta selalu ada dan kerinduan memiliki kehidupan yang lebih baik itu tetap ada. Jangan sampai hilang, ya!!!

Mimpi bisa menjadi sekedar mimpi bila itu hanyalah sebuah kenikmatan dalam pikiran. Mimpi itu menjadi nyata bila ada yang memang menjadi tujuan dan merupakan bagian dari sebuah perjalanan. Bukan untuk kepentingan dan kesenangan sendiri tetapi memang untuk semua. Cintalah yang menjadikan mimpi itu ada, cinta jualah yang membuat ada keinginan untuk memperjuangkannya. Mimpi itu nyata bagi mereka yang percaya dan mau memperjuangkannya.

Ada banyak sekali yang ada di dalam benak yang ingin segera diutarakan dan diungkapkan. Ada banyak sekali juga yang telah disimpan dan ingin segera diberikan. Ada lebih banyak lagi yang menjadi mimpi dan ingin segera diwujudkan bersama. Dan sekarang, kembali lagi menanti waktu dan saat itu. Semua memang ada waktunya dan hanya waktu yang bisa bicara. Somewhere in time.

Biarlah segala godaan itu terus datang mengganggu, tetapi tidak akan ada yang bisa mengubah dan menghentikannya selain memang diri sendiri. Apa yang pernah tertulis dan nampak jauh sebelumnya itu selalu menjadi keyakinan di dalam hati. Apa yang terlihat, terdengar, dan terlebih yang dirasakan itu menjadi sebuah ketetapan di dalam hati. Cinta itu ada dan ada selalu. Apapun itu dan bagaimana pun itu.

“Usah kau ragukan langit. Cinta?! Pasti.”

“Saya cinta padamu dan selalu cinta. Saya rindu dan teramat sangat rindu. Sejuta mmmuuuaaahhh untukmu selalu.”

Mimpi penuh cinta. Dari cinta, oleh cinta, dan untuk cinta. Indahnya pesona bercinta.

 

Salam hangat penuh cinta selalu,

 

Mariska Lubis

 

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s