Apa Resolusi Seks 2011-mu?!

Illustrasi: flickr.com

Ingin lebih berkualitas dan perbanyak kuantitas?! Ingin punya pasangan baru?! Ingin segera menikah dan mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga?! Ada nggak, ya, yang ingin bisa lebih mengerti dan paham tentang seks itu sendiri?!

Seks tidak pernah bisa lepas dari kehidupan kita karena seks adalah anugerah terindah yang diberikan oleh-Nya. Seks diberikan kepada semua makhluk hidup karena cinta-Nya. Namun demikian, seberapa banyak yang mau menghormati dan menghargainya?! Seks bukan hanya menjadi remah dan sampah yang disia-siakan tetapi juga dijadikan sesuatu yang dianggap hina, tabu, dan bahkan menjerumuskan. Bukankah begitu?!

Mari kita sama-sama introspeksi diri bersama dan melihat dulu ke belakang sebelum melangkah maju. Apa dan bagaimana kita selama ini?! Sudahkah kita menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik?! Banyak yang merasa sudah mencapai titik tertinggi padahal semua itu barulah langkah awal dari sebuah proses perjalanan. Banyak juga yang merasa berada di lubang paling dasar padahal emas terindah itu belumlah digali.

Pertanyaan yang paling mendasar saja, apakah benar kita sudah kenal dengan diri kita sendiri?! Yang paling mudah untuk mengetahuinya adalah dengan mencoba mengingat seberapa sering kita berkata, “Saya sudah berusaha sebisa dan semampu saya” padahal sebenarnya masih belum maksimal. Kita cenderung malas untuk mau mencoba lebih keras lagi.  Itu pun diperlukan sebuah kejujuran untuk mengakuinya karena sangat tidak mudah untuk menjadi jujur meski mulut bisa bicara.

“Saya sudah berusaha keras untuk memperbaiki hubungan ini, tetapi sepertinya tidak mungkin lagi.”

“Kenapa tidak mungkin, apa memang benar sudah tidak bisa?! Apa ada yang lain?!”

“Hmmm….”

“Yang lain bisa dijadikan alasan dan itulah yang membuat kita malas untuk memperbaikinya lagi. Apakah benar itu cinta atau hanya nafsu?!”

Bila sudah mau mengakuinya, baru kita lanjutkan ke pertanyaan selanjutnya, “kenapa sampai bisa terjadi?!”. Banyak yang menikah atau berpacaran dengan berbagai macam alasan yang tidak semestinya. Baru disadari kemudian sehingga terjebak dengan berbagai masalah selanjutnya. Bisa juga karena memang cinta tetapi cinta itu tenggelam oleh berbagai macam masalah yang terjadi, hingga sepertinya cinta itu tidak pernah ada dan bahkan tidak ada sama sekali. Sepertin yang pernah saya tulis bahwa pria bisa saja bercinta karena nafsu fisik dan perempuan bisa bercinta karena nafsu karena tidak ingin mendapatkan nilai buruk. Yang mana yang sebenarnya?!

Di dalam bercinta penuh cinta, tidak ada yang namanya memiliki, yang ada adalah memberikan. Keinginan itu boleh ada tetapi jangan dahulukan nafsu dan rasa egois karena itu hanya untuk diri sendiri saja. Orgasme dan kepuasan di atas ranjang pun hanya untuk diri sendiri tanpa memikirkan pasangannya. Pura-pura orgasme untuk membahagiakan pasangan pun bukan berarti cinta, tetapi menjerumuskan karena masalah pasti akan timbul ke permukaan pada masa dan waktunya tiba. Apa benar itu cinta untuk diberikan atau hanya cinta untuk diri sendiri saja?! Apa benar karena tidak ingin ribut atau memang takut menerima kepahitan dan juga kebenaran?!

“Saya tidak bergairah lagi karena suami saya egois sekali.”

“Apakah dirimu sudah membicarakannya?!”

“Sudah tetapi dia selalu marah.”

“JIka dia marah, lalu kamu berhenti dan memilih untuk marah juga dengan berdiam diri?!”

“Capek ribut! Saya mengalah saja.”

“Marah hanya salah satu efeknya saja, tetapi selalu ada cara untuk bisa membicarakannya dengan baik-baik. Mengalah belum tentu lebih baik. Marah juga adalah salah satu cara untuk bisa saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik bila mau menghadapi dengan jiwa yang besar.”

Banyak masalah yang terjadi akibat dari ketidakjujuran dan juga ketidakberanian untuk menghadapi fakta dan kenyataan yang sebenarnya. Berapa banyak yang tidak mengakui bahwa sebenarnya memiliki masalah seksual seperti ejakulasi dini dan ereksi yang tidak normal; lalu mencari pembenaran untuk mendapatkan pengakuan lewat “jajan” atau memiliki banyak kekasih.  Ini belum lagi bila memiliki masalah dengan perilaku kejiwaan seksual. Berapa banyak yang memiliki hubungan dengan sesama jenis tanpa diketahui oleh pasangannya?! Berapa banyak suami pecinta waria yang tidak mau berterus terang pada pasangannya?!

Sebegitu takutnyakah menjadi tidak jantan sehingga melakukan perbuatan yang sama sekali tidak jantan. Jika memang berani, hadapi dan selesaikan masalah! Jangan menutupinya dengan sejuta alasan dan lalu melakukan perbuatan yang bisa merugikan banyak pihak. Menuding dan menuduh pula yang lainnya dan tertawa di atas penderitaan yang lainnya. Berkata cinta pun hanya  kata tak berarti dan tak bermakna bila hanya sekedar diucapkan tanpa dirasakan dan dilakukan dengan penuh cinta kasih dan ketulusan.

Pura-pura orgasme dan lalu melakukan masturbasi pun sebenarnya adalah bagian dari pembohongan pada diri sendiri. Bila tidak dikendalikan dengan baik maka merupakan bibit yang merusak perkembangan jiwa dan diri sendiri. Lalu, kemudian sedikit demi sedikit bisa mempengaruhi pasangan, keluarga dan bahkan masyarakat.

Dominasi dan keinginan untuk menguasai serta memiliki juga bukanlah cinta melainkan hanyalah sebuah hasrat dan ambisi belaka. Manusia memang dilahirkan berbeda sesuai dengan posisi, tempat,dan waktunya, namun manusia juga sama-sama memiliki hak dan kewajiban bersama. Tidak perlu menuntut hak bila kewajiban itu belum dipenuhi . Keadilan yang membuat semuanya seimbang itu pun hanya untuk memuaskan pemikiran sendiri saja tanpa mau mengindahkan keadilan untuk yang lainnya.  Mana ada manusia yang sama dengan nabi atau Tuhan?! Siapakah yang “terpilih” sebenarnya?!

Mari coba pikirkan kembali, benarkah berpura-pura itu karena cinta?! Benarkah itu bukan hanya karena tidak mau mengambil resiko untuk mendapatkan kepahitan meski itu adalah untuk kepentingan bersama?! Benarkah juga bukan karena hanya tuntutan kewajiban sebagai seorang suami atau istri?! Benar bukan karena takut untuk tidak dianggap sebagai pasangan yang baik?! Sekarang mungkin bisa selesai masalah, tetapi bagaimana dengan nanti?!

Perilaku seseorang dapat menunjukkan dengan jelas bagaimana masalah kehidupan seksual dan perilaku kejiwaan seksual mereka. Sebaliknya juga, masalah seks dan perilaku seksual setiap pribadi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pola pikir dan cara pandang seseorang. Disadari tidak disadari, diakui tidak diakui. Bahkan mereka yang mengaku diri dan mendapat pengakuan sebagai “yang baik” dan “sempurna” pun tidak bisa lepas dari hal ini. Semua bisa dibuktikan. Masalahnya, kembali lagi, berani atau tidak untuk mengakuinya dan menghadapinya.

Sudah bukan tidak aneh lagi bila masih banyak yang menganggap seks itu sebagai sesuatu yang kotor, tabu, dan hina serta menjerumuskan. Memang tidak mudah untuk menjadi jujur dan mengakui semuanya. Tidak mudah untuk memiliki cinta yang sebenarnya dan membedakannya dengan nafsu. Cinta dan nafsu selalu beriringan namun hanya mereka yang benar-benar tahu apa dan siapa dirinyalah yang bisa membedakannya.

Bagaimana seseorang bisa mengenal dan dekat dengan Dia bila tidak juga tahu apa dan siapa dirinya. Tidak menghormati dan menghargai apa yang telah menjadi anugerah terindah dari-Nya. Bagaimana bisa bicara tentang kebenaran bila tidak juga mau jujur?! Bagaimana bisa membela yang benar bila diri sendiri pun tidak berani untuk mengakui kesalahan dan masalah?! Bagaimana bisa mengubah kehidupan menjadi lebih baik bila tidak memliki keberanian untuk merevolusi diri dan terus belajar dengan segala kerendahan hati?! Apa sebenarnya yang diperjuangkan dan diinginkan?! Siapa yang sebenarnya diyakini dan dipuja?! Benar itu bukan hanya pemikiran dan hasrat serta nafsu diri sendiri yang ingin menjadi benar dan yakin?!

Saya berharap semua ini bisa menjadi refleksi diri di penghujung tahun ini. Resolusi seks yang saya harapkan adalah untuk bisa menjadikan seks yang sudah terukir indah di atas langit itu bisa memberikan keindahannya bagi semua.

Selamat tahun baru 2011. Ukirlah bintang di langit. Semua memiliki bintang dan semua adalah bintang bila sudah bisa menemukan dan mengasah emas terindah di dalam diri. Menjadi mutiara yang paling berkilau tanpa harus berbalut bahkan sutra sekalipun.

“Seks adalah titik awal kehidupan dan kehidupan itu sendiri.”

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi, Perubahan, Sosial dan Politik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Apa Resolusi Seks 2011-mu?!

  1. linoki says:

    mau dongg………….aku berusah bisa memuaskan he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s