Berpisah Untuk Bersama

Illustrasi: deviantart.com

Sekian lama cinta itu ada dan tidak ada yang akan pernah berubah ataupun berakhir. Segala yang ada di dalam hati ini tidak akan pernah bisa dipungkiri meski dunia terus berputar. Tidak ada yang diinginkan selain sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang selama ini selalu dirindukan dan dinantikan. Pada masa dan waktunya nanti, kebahagiaan inilah yang menjadi milik bersama dan untuk semua.

Seorang perempuan mendesah dalam dan panjang. Sudah sekian lama ada hal yang ingin dibicarakan dengan yang selama ini menjadi tambatan hatinya. Ikatan yang telah selama ini ada di antara mereka ingin dia lepaskan demi kebahagiaan bersama. Berpisah bukan berarti tidak cinta tetapi berpisah untuk bersama adalah keinginan dan juga yang selama ini ingin sekali diutarakannya.

Pernah sebelumnya dibicarakan dan telah didiskusikan bersama, namun telah cukup lama juga keduanya terdiam dan membisu. Sama-sama tidak ingin saling mempengaruhi ataupun dipengaruhi karena sama-sama ingin agar kejujuran itu memang benar apa adanya. Meskipun pahit tetapi itulah yang sebenarnya. Hingga kemudian waktu itu pun datang juga.

“Dari pertama kali saya melihatmu, hati saya tidak pernah berpaling kepada yang lain. Dirimu selalu ada biarpun dirimu jauh dan entah berada di mana. Dirimu tahu persis apa yang saya rasakan dan saya tahu dirimu pun merasakan hal yang sama.”

“Bahkan sebelum kita saling mengikat diri, dirimu dan juga saya sama-sama sudah menyadari penuh segala resiko dan konsekuensi serta segala kemungkinan yang bisa terjadi di antara kita. Saya tahu bagaimana dirimu dan dirimu tahu bagaimana saya yang sebenarnya.”

“Itulah yang membuat selama ini kita bisa bertahan karena tidak ada yang bisa mengubah apa yang ada di antara kita ataupun mengubah diri kita sendiri untuk menjadi yang lain.”

“Tidak pernah ada yang bisa mengubah atau mempengaruhi apa yang kita rasakan. Alasan bisa terus dibuat namun tidak ada alasan untuk semua ini selain karena cinta yang ada. Tidak ada juga yang pernah saya minta selain kebahagiaan dan tidak pernah ada juga yang pernah saya bisa berikan selain mencoba untuk selalu membahagiakan.”

“Yang saya inginkan hanyalah kebahagiaan untukmu dan semua yang saya lakukan adalah untuk kebahagiaanmu.”

“Terima kasih atas semua cinta yang dirimu berikan. Maafkan saya yang tidak bisa memberikan apa yang dirimu inginkan karena sesungguhnya dirimu tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bisa merasakan apa yang saya rasakan.”

“Jangan pernah ucapkan terima kasih untuk hal ini dan tidak ada yang perlu dimaafkan. CInta adalah ketulusan yang setulus-tulusnya dan apa adanya. Dirimu adalah cinta asmaraku dan anak-anak adalah cinta kehidupanku. Akan aku habiskan sisa hidupku untuk cinta-cinta itu dan akan aku bawa cinta-cinta kepada-Nya sebagai tanda cntaku pada-Nya.”

“Dirimu memang penuh dengan cinta dan cinta-Nya telah membuatmu demikian. Berbahagialah karena semua ini. Sulit untuk dimengerti namun bila dirasakan memang itulah cinta sejati yang sesungguhnya.”

Derai air mata menetes namun bukan karena kesedihan tetapi karena rasa bahagia. Pada akhirnya semua sudah terungkap sehingga tidak ada lagi yang perlu harus mengganjal di dalam benak maupun hati. Tidak perlu ada marah ataupun sedih karena justru inilah yang membuktikan bahwa cinta di antara mereka memang benar adanya. Sama-sama saling memberikan dan sama-sama saling menerima. Sama-sama juga ingin membebaskan dan sama-sama juga ingin memberikan kebahagiaan.

Mungkin banyak yang berpikir bahwa semua ini sungguh sangat tidak logis dan tidak bisa diterima. Bukankah bila memang cinta itu ada, maka seharusnya mereka tetap bersama?! Memang sulit sekali untuk bisa menerimanya apalagi jika ada anak-anak yang merupakan buah hati mereka bersama. Namun bagi saya, semua ini adalah sebuah keindahan dalam cinta.

Ikatan yang ada dan menjadi sebuah nilai di mata manusia menjadi sedemikian jauh lebih pentingnya dibandingkan dengan rasa yang sesungguhnya.  Yang namanya cinta tidak harus selalu bersama karena di dalam cinta, tidak perlu harus ada memiliki dan dimiliki. Tidak perlu juga harus ada yang mengharuskan ataupun memaksakan. Yang ada hanyalah kejujuran, jiwa besar, dan penerimaan. Cinta itu untuk diberikan bukan untuk memiliki, menguasai, dan mendominasi.

Bila memang keduanya memang sudah sepakat dan sama-sama sudah mengerti serta paham atas bagaimana dan apa yang terjadi, sama-sama juga bisa saling merasakannya, kenapa salah dan kenapa tidak mungkin?! Apakah bila semua ini di luar logika dan di luar kebiasaan ataupun di luar dari apa yang disebut dengan realistis maka semua ini salah dan tidak benar?! Mereka sama-sama tahu yang sebenarnya dan hanya Tuhan yang tahu apa rencana bagi mereka ke depan nanti. Biarlah mereka berproses dan menjalani kehidupannya masing-masing.

Anak-anak menurut saya, tidak perlu harus dikhawatirkan karena cinta yang ada tetap akan memberikan kebahagiaan bagi anak-anak mereka. Yang anak-anak butuhkan justru adalah cinta yang sesungguhnya dan setulus-tulusnya dan itu yang akan membuat mereka tumbuh dan besar menjadi diri mereka sendiri. Apapun dan bagaimana pun mereka nanti sangat tergantung kepada cinta yang diberikan itu, baik bila mereka tetap bersama ataupun tidak bersama lagi. Yang bersama pun belum tentu bisa memberikan kebahagiaan bila memang tidak ada kejujuran di sana.

Bagi saya, mereka berpisah memang berpisah tetapi berpisah bukan berarti berpisah karena berpisah untuk bersama di dalam mencapai kebahagiaan untuk cinta bersama.  Manusia bisa menilai namun biarlah Dia yang menentukan semua ini.

Saya tidak menganjurkan siapapun untuk berpisah dan bercerai tetapi saya sangat berharap agar semua keputusan yang diambil merupakan buah dari kejujuran. Cinta atau tidak cinta tidak perlu diucapkan tetapi dirasakan karena perilaku, keputusan, dan tindakan semua bisa membuktikannya. Cinta adalah segalanya dan cinta bisa mengalahkan segalanya.

Salam hangat penuh cinta selalu,

 

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s