Keputihan yang Sangat Mengganggu

Illustrasi: klikdokter.com

BAU!!! Kotor!!! Jorok!!! Iihhhhhh!!!! Paling malas kalau sampai terkena yang satu ini. Betul nggak, perempuan???

Pernah ada kejadian, sama juga di daerah Tangerang, seorang petani perempuan, celana dalamnya tidak bisa dibuka!!! Sudah tiga hari nempel terus!!! Dah kayak dikasih lem super glue!!! Kalau dibuka sakitnya minta ampun!!! Kebangetan, deh!!!

Setelah diperiksa, ternyata perempuan ini menderita keputihan yang sangat akut dan sudah sangat membahayakan. Bahkan dari hasil pemeriksaan akhir, sebegitu parahnya, rahim perempuan ini sudah terkena infeksi yang sangat parah dan menderita penyakit lainnya, sehingga harus segera diangkat. Seraaaammmm!!!!

Sebetulnya, keputihan secara garis besar bisa disebabkan oleh bakteri (Bakterial Vaginosis, Trichomonas) dan jamur dari Candida Albicans Species (Vaginal Yeast Infection). Dua-duanya paling sering dialami oleh wanita dan sebetulnya tidak termasuk dalam penyakit kelamin yang menular. Tetapi bisa digolongkan dalam penyakit kelamin karena yang terganggu, ya, urusan vagina.

Selama keputihannya tidak berbau, bening, tidak banyak, dan tidak berlangsung lama, tidak perlu khawatir. Ini bisa saja disebabkan karena terlalu capek atau menjelang atau sesudah menstruasi akibat terjadinya perubahan hormonal di dalam tubuh. Tapi kalau sudah gatal-gatal, peradangan, merah-merah, warnanya kuning atau hijau, dan perih lebih baik buru-buru memeriksakan diri ke dokter, deh!!! Apalagi kalau sudah mengganggu saat hubungan seksual. Sakit (dyspareunia)!!! Bau!!! Dah kayak pasar ikan!!! Amis!!!

Gimana, ya, cara mendiagnosanya? Biasanya, dokter kandungan atau dokter ahli pengakit kelamin akan memeriksa pelvic dan meneliti lendir keputihannya itu di laboratorium. Ini kalau yang sudah parah, lho!!! Tapi kalau yang masih belum terlalu, mereka sudah bisa mendiagnosanya hanya lewat keluhan dan kasat mata saja.

Dokter akan memberikan obat-obat yang berbeda tergantung dari jenis penyebannya. Biasanya ada yang dalam bentuk salep dan ada juga yang dimakan dalam bentuk pil atau tablet. Obat-obatan ini fungsinya adalah untuk mengobati rasa gatal dan mematikan bakteri serta jamur Karena tidak termasuk penyakit kelamin yang menular, biasanya pasangan tidak memerlukan pengobatan, kecuali memang mengalami keluhan gatal-gatal juga. Ada juga, sih, pria yang ditemukan bakteri dan jamur dalam kandungan air seni dan saluran kencing mereka. Tapi biasanya tidak terlalu sering terjadi dan belum tentu disebabkan oleh tertular bakteri dan jamur dari vagina.

Antibiotik seringkali disalahkan oleh peneliti menjadi penyebab utama terjadinya keputihan. Obat ini memang membunuh bakteri tetapi menyebabkan bakteri baik yang biasa hidup di dalam vagina ikutan mati. Jadilah bakteri jahat mudah menyerang. Jamur pun kemudian “mengambil alih” lahan dan tumbuh tanpa terkontrol. Nyebelin, kan?! Makanya untuk yang terkena jamur, biasanya pengobatan menggunakan antibiotik dihindarkan.

Membersihkan vagina dengan sabun yang terlalu kuat, seperti sabun mandi yang mengandung antiseptik, lalu sabun yang mengandung tingkat keasamannya tinggi (biasanya karena mengandung asam cuka), juga bisa mempengaruhi pertumbuhan jamur. Bakterinya iya mati, bakteri baik juga mati!!! Sama, jamur pun ikutan berkembang, deh!!!

Infeksi akibat jamur juga sering terjadi pada masa kehamilan. Dipercaya para ahli karena ada perubahan unsur kimia di dalam lingkungan seputar vagina. Sama juga dengan penderita diabetes. Mereka cenderung lebih mudah terinfeksi dibandingkan dengan yang tidak memliki masalah dengan metabolisme gula dalam tubuh.

Buat perempuan seperti kita-kita, yang tinggal di daerah berhawa panas dan lembab, penyakit keputihan lebih mudah kita dapatkan dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah dingin dan kering. Makanya, kita harus rajin menjaga kebersihan vagina kita. Pilih-pilihlah sabun yang digunakan untuk mencuci vagina. Kalau saya sendiri, sih, memilih pakai sabun khusus vagina, tuh!!! Selalu bersihkan vagina setiap kali habis buang air dan jaga agar vagina tetap kering, termasuk celana dalamnya.Tidak tiap kali pakai sabun… cukup pas lagi mandi saja karena keseringan pakai sabun juga nanti akan mengganggu tingkat pH cairan vagina. Ganti juga pembalut setiap kali habis buang air!!! Jangan dipakai terus-terusan sampai penuh dulu baru ganti, ya!!! Tidak disarankan penggunaan panty liners secara terus menerus karena juga bisa menyebabkan alergi dan kurangnya sirkulasi udara di sekitar sana. Yang biasa-biasa sajalah!!! Jangan berlebihan!!!

Mudah-mudahan bisa bermanfaat, ya!!!

Salam,

Mariska Lubis

21 okt 2009

About bilikml

I am just who I am who like to see the world fulfilled with love. The love that I have is the love that you all really have. The love is all indeed. Email: 4Lmariska@gmail.com Twitter: mariskaLbs Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Sex Education and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Keputihan yang Sangat Mengganggu

  1. hadisome says:

    M, ku copy dikit ya, buat referensi di lapangan, soalnya suka ada yg nanya2 tentang gangguan keputihan ini. actually i didn’t know well about this disease heuheu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s