Belum Mengerti Seks Sudah Mengaku Mengerti?!

Illustrasi: nyontekdisini.blogspot.com

Benar-benar mengerti?! Betul?! Yakin?! Apa yang dimengerti?! Kenapa mengerti?! Kenapa harus mengerti?! Siapa yang harus mengerti?! Untuk apa mengerti?! Apa sudah mengerti?!

Siapa yang suka merasa malu dan terhina bila tidak mampu untuk mengerti?! Walaupun sebenarnya memang tidak mengerti. Tidak mampu juga untuk mengerti. Memasakan diri untuk mengerti. Tidak tahu juga kenapa harus mengerti dan apa yang dimengerti. Sebuah kepalsuan dan ketidakjujuran yang sangat merugikan. Sombong!!!

Dari mana tahunya kalau sudah mengerti?! Apakah karena merasa memiliki kemampuan untuk bernalar dan berpikir?! Sebuah karunia dan anugerah terbesar berbentuk intelijensia yang menjadikan manusia lebih tinggi derajatnya?! Apa yang menjadi tolak ukurnya?! Tes IQ?! Bukan jaminan, deh!!! Perilaku dan realitas serta fakta dan kenyataannya bagaimana?!

Sudah mengerti kalau bernalar itu tidak sepenuhnya merupakan kemampuan intelijensia?! Pasti tahu kalau begitu bahwa nalar bisa bersifat induktif maupun deduktif. Kenapa, dong, hanya kemampuan untuk mengukur dan berhitung saja yang bisa masuk dalam kategori memiliki intelijensia. Apakah dengan memiliki intelijensia jadi mampu untuk bernalar?! Mengerti kalau tidak berintelijensia tidak bisa bernalar?! Benar-benar mengerti jugakah kalau tidak bernalar itu tidak intelijen?!

Apa yang harus dimengerti?! Apakah semuanya harus bisa dimengerti?! Untuk apa?! Kenapa?! Manusia, toh, memiliki kemampuan untuk bisa mengerti lewat kemampuan untuk berpikir dan juga dengan apa yang disebut sebagai pengetahuan panca indera. Keduanya sangat sinergis dan tak terpisahkan, namun seringkali hanya salah satu yang diandalkan dan dibanggakan. Padahal ini jelas sangat esensial bagi semua yang ingin disebut sebagai manusia. Kalau begitu, seharusnya mengerti dan paham, dong, apa yang menjadikan manusia itu manusia. Defnisikanlah manusia!!! Manusia, kan?!

Manusia dan seks. Apa sudah mengerti?! Yang satu ini, sih, tidak perlu dipikirkan, ya?! Emang enak mikirin seks?! Dirasakan saja!!! Nikmat banget soalnya!!! Iya, kan?! Jadi, karena sudah tahu rasanya dan sudah tahu nikmatnya, dapat mengatakan sudah mengerti?! Yakin mengerti?! Kalau memang mengerti, kenapa hanya dirasakan saja?! Kemampuan untuk berpikir dan bernalarnya dikemanakan?! Memang, sih, diperlukan kemampuan berpikir dan bernalar untuk bisa mencapai puncak kenikmatan yang paling tinggi. Namun apa hanya sebatas itu yang bisa dimengerti?! Merasa manusiakah?!

Baiklah. Manusia memang memiliki indera batin atau yang mungkin lebih banyak dikenal sebagai hati. Mengerti, kan, kalau hati juga memiliki penglihatan?! Kalau begitu, mengerti juga kalau hati memiliki kemampuan intelenjensia untuk dijadikan sebagai ingatan dan berimajinasi. Bisa dibilang seperti naluri, deh!!! Mengerti juga kalau begitu bahwa ini semua juga ada pada hewan, dong!!! Bagaimana membedakannya?! Apa perlu untuk dimengerti?! Kenapa harus dimengerti?! Sudah paham, kan!!! Manusia dewasa pastinya pahamlah. Pasti mengerti juga tentunya. Ngerti, kan?!

Cinta dan manusia. Mengerti tapi tidak mengerti. Tidak mengerti tapi juga mengerti. Mengerti kalau cinta itu ada. Tidak mengerti kalau manusia memiliki cinta. Tidak mengerti mengapa manusia memiliki cinta. Mengerti kalau manusia memerlukan cinta. Apa yang harus dimengerti dari cinta dan manusia?! Kenapa harus ada yang yang tidak dimengerti?! Manusia, ya, manusia. Masa tidak mau mengerti juga?! Untuk apa jadi manusia, dong?! Mengerti atas apa yang menjadi anugerah pun tidak mau?! Untuk apa dimengerti?!

Kembali lagi ke nalar dan intelijensia. Mengertikah kalau manusia itu tidak sama?! Kenapa harus sama juga?! Dengan bernalar dan menggunakan intelejensia, manusia mengerti kalau setiap manusia memiliki ciri khas, keunikan, dan eksklusifitas yang berbeda-beda. Mengerti sekalilah kalau soal yang satu ini?! Mengerti juga kalau begitu semua ini juga bisa menjadi sangat universal?! Berarti mengerti juga kalau ada kategori persamaan dalam manusia?! Nah, jika memang demkian, mengerti tentang perbedaan dan persamaan, ya?! Kalau begitu, mengerti dengan pasti bagaimana memanfaatkan persamaan dan perbedaan itu?! Kalau tidak mengerti, kembali ke nalar dan intelijensia. Benarkah mengerti kalau manusia memiliki kemampuan bernalar dan memiliki intelijensia? Kenapa tidak mengerti?!

Tidak mudah untuk mengerti. Tidak mudah juga untuk dimengerti. Sadar untuk bisa mengerti bahwa kita adalah manusia. Kita tidak boleh sombong dan tinggi hati. Jangan pernah takut untuk tidak mengerti dan tidak dimengerti.  Belajarlah selalu untuk mau mengerti dengan baik dan benar bila ingin dimengerti. Rendahkan hati dan diri serendah-rendahnya untuk bisa mengerti dan dimengerti. Untuk apa mengerti tetapi tidak dimengerti?! Untuk apa juga tidak mengerti tapi dimengerti?! Jadilah seorang manusia seutuhnya. Ini bukan hanya sekedar untuk bisa mengerti tentang seks, tetapi untuk mengerti semuanya.

Semoga ini bisa membuat kita semua bisa lebih mengerti.

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

4 Maret 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Pendidikan Sosial, Perubahan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s