Berlabuh dan Bersandar

Illustrasi: flickr.com

Lelah, jenuh, dan bosan melanda. Tak ada lagi gairah untuk melakukan apapun. Semuanya begitu datar dan tidak ada yang berbeda ataupun baru. Ingin rasanya menyandarkan diri untuk sekedar berlabuh melepaskan semua rasa. Ke mana?!

Malam begitu panjang dan dipenuhi desah penuh cinta. Banyak pasangan yang asyik masuk dan larut tenggelam melepaskan segala kerinduan. Apalagi angin dan hujan sedang tak henti bermain-main dengan riangnya. Aaaahhh!!! Asyiknya bila bisa bersandar dan saling membisikkan kata cinta. Menyatukan hati dan bercinta tiada henti. Aduuuhhh!!!

Sayangnya tidak semua bisa merasakan hal yang sama. Seorang perempuan mendesah dalam dan panjang. Dirinya terjebak dengan situasi dan keadaan yang membuatnya menjadi lelah, jenuh, dan bosan. Ada banyak hal yang bisa dipilih untuk dilakukannya tetapi tidak tahu apa dan bagaimana.

Ada kerisauan di dalam dirinya di mana dia merasa ada banyak sekali kekurangan di dalam dirinya yang membuatnya tidak pernah pantas untuk berharap ataupun diberikan. Pengalaman mengajarkannya dan membuatnya sulit untuk bisa percaya dan yakin meski selalu ada kerinduan yang begitu mendalam terhadap seseorang yang selalu ada dan mengisi hatinya.

Seorang pria penuh cinta juga mendesah dalam dan panjang. Rasa lelah, jenuh, dan bosan pun sedang melandanya. Menanti sungguh sangat tidak enak. Membuat tidak tahu apa yang harus dikerjakan dan dilakukan.

Segala sesuatunya tidak pernah ada yang membuatnya merasa menjadi istimewa. Keyakinannya begitu kuat akan takdirnya. Jalan sunyi akan tetap selalu bersamanya.

“Saya lelah, jenuh, dan bosan dengan situasi, kondisi, juga keadaan serta rutinitas yang ada. Semuanya begitu membosankan dan bahkan membuat saya muak dan mual. Tidak ada yang berubah ataupun sesuatu yang baru, yang membuat saya bisa bergairah.”

“Sama. Saya hanya menunggu panggilan saja. Tidak tahu apalagi yang harus dilakukan selain menanti.”

“Entahlah, saya sudah bosan. Saya rindu masa-masa di mana perbincangan itu menjadi sebuah sarana untuk berdiskusi dengan baik sehingga bisa belajar banyak. Hal yang kecil dan tidak perlu hebat pun bisa menjadi bahan diskusi yang luar biasa. Tidak perlu harus ada kompetisi dan persaingan hanya untuk memperebutkan nilai di mata yang lain dan popularitas. Saya dan teman-teman hanya bersaing untuk mendapatkan nilai di kelas dan itupun untuk memicu kami agar terus belajar lebih giat lagi. Saya lelah melihat semua yang ingin serba instant dan tidak mau melewati proses.”

“Hahaha…. Yup! Mereka sepertinya tidak bosan, ya?!”

“Nggak capek apa dengan segala intrik yang tidak penting itu?! Sama sekali tidak menarik dan membuat saya mual.”

“Ya, benar-benar muak dan mual.”

“Saya jadi sulit percaya dengan orang. Nggak enak sama sekali!”

“Hehehe…. Dalam situasi seperti ini enaknya bercinta sepanjang hari selama tiga hari tiga malam. Setelah itu baru mulai bekerja lagi, ya?!

“Duh, saya sepertinya sudah kehilangan keinginan untuk semua itu. Belajar dari pengalaman saja, sulit bagi pria untuk bisa mengerti perempuan seperti saya ini.”

“Dibuat mengertilah.”

“Malas, ah! Sulit untuk membuat orang lain mengerti akan diri kita lebih baik kita saja yang mencoba mengerti mereka. Saya sadar penuh dengan segala kekurangan saya dan itu tidak akan pernah berubah.”

“Tidak perlu diubah karena nanti bukan dirimu lagi. Lebih baik disyukuri saja sebagai berkah.”

“Ya, mungkin bila saya tidak seperti demikian, saya tidak akan seperti sekarang ini. Meski karena itu juga saya sering minder dan takut. Lebih baik tidak usahlah, daripada menyakiti dan disakiti. Untung ada dirimu yang masih mau menemani.”

“Disukai tetap membuat saya tidak melambung tinggi, dan dibenci pun biasa saja bagi saya. Takdir saya memang di jalan sunyi.”

“Itulah yang membuat dirimu keren. Pria sepertimu seharusnya masuk ke dalam konservatorium karena sangat langka. Pemikiran dan buah karyamu seharusnya dihargai dan dilestarikan.”

“Ya sudah, tidak perlu dibahas lagi.”

“Ya, nikmati saja.”

Semua kembali lagi pada diri masing-masing, pilihan ada di tangan masing-masing. Lelah, jenuh, dan bosan memang bagian dari perputaran dalam kehidupan, sama halnya dengan senang dan susah, di atas dan di bawah. Memang lebih mudah untuk jatuh daripada untuk bisa naik kembali, namun ketika sudah di atas biasanya orang lupa bahwa semuanya bisa jatuh dengan sebegitu mudahnya.

Sendiri tidak sendiri pun sama-sama sangat tergantung pada diri masing-masing. Memang lebih enak bila ada teman yang bisa mengerti dan paham. Bisa juga saling mengisi dan membantu satu sama lain tanpa harus ada keinginan yang lain selain memberi dengan penuh cinta yang tulus. Namun demikian, setiap manusia pada dasarnya adalah sendiri dan untuk apa juga perlu dirisaukan.

Memiliki pelabuhan tempat bersandar tentunya menjadi keinginan setiap manusia, tetapi tidak ada yang perlu dipaksakan atau menjadi sebuah keharusan. Segala sesuatu yang dipaksakan dan diharuskan justru akan mengubah seseorang untuk tidak menjadi dirinya sendiri. Dusta, kemunafikan, dan segala macam yang membuat tidak enak di hati juga akan membuat lelah dan capek sendiri pada masanya nanti. Lebih baik menjadi diri sendiri saja dan menghadapi semuanya dengan lapang dada dan jiwa besar.

Setiap pilihan memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing, tidak ada yang tidak biarpun berbeda. Semua sangat tergantung pada keberanian dan kesiapan diri di dalam menghadapinya. Apa yang kita pilih, perbuat, dan lakukan tentunya akan kembali kepada diri kita sendiri lagi. Di mana ada aksi pasti ada reaksi, dan bila ada reaksi maka akan ada aksi. Sebuah prinsip yang sangat sederhana tetapi bisa dijadikan acuan di dalam menjalani kehidupan ini.

Yah, pada akhirnya semua mau ke mana, sih?! Pelabuhan terakhir itu hanya akan berujung pada muara yang sama. Kembalikan saja semuanya kepada Dia, biarlah Dia yang memberikan tuntunan dan juga mengarahkan diri kita. Ke mana pun juga itu akan selalu yang terbaik yang diberikan oleh-Nya karena Dia memang memiliki cinta yang sungguh luar biasa buat kita semua.

Rasa lelah, jenuh, dan bosan tentunya bisa menjadi sesuatu yang memberikan manfaat tersendiri bila mau menantang diri untuk mengalahkannya. Perubahan bisa dilakukan dari semua kelelahan, kejenuhan, dan kebosanan yang ada. Sesuatu yang baru bisa tercipta dan dihasilkan dari semua rasa lelah, jenuh, dan bosan. Kembali lagi, beranikah untuk melakukannya?!

Orang lain bisa menilai bodoh atau apapun juga tetapi semua ada masanya. Waktu bisa bicara dan ketika masa itu datang, apa yang akan terjadi?! Lakukanlah sesuatu, tantanglah diri dan beranilah untuk menjadi diri sendiri demi masa depan dan kehidupan yang lebih baik.

Salam hangat penuh cinta selalu,

 

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s