Nonton Film Porno Bareng Istri

Illustrasi: aol-soft.com

KENAPA tidak? Sesekali, kan, tidak masalah! Bisa membantu membangkitkan gairah, lho!!! Bisa juga menjadi sumber pengetahuan untuk bisa saling tahu apa yang diinginkan oleh suami atau istri.

Sebuh pesan masuk ke email pribadi saya. Datangnya dari seorang pria yang mengaku bernama Hertz. Dia protes terhadap saya dan berkata, “Kenapa Mbak Mariska menganjurkan istri saya untuk menonton film porno milik saya? Mbak, kan, tahu, itu bisa merusak? Itu berarti sama saja berarti Mbak ingin merusak istri saya. Saya tidak suka!”.

Saya tertawa membacanya. Huhahahahhahahahaha…. Ini dia, nih!!! Pasti dia takut ketahuan belangnya!!! Dia pasti tahu persis apa yang sering dilakukannya bersama film-filmnya, dong! Makanya, dia takut kalau sampai kemudian istrinya melakukan hal yang sama. Pantas saja istrinya mengeluh kalau hubungan seksual mereka berkurang banget. Jarang banget, maksudnya! Sudah puas sendiri duluan, bagaimana bisa melakukannya lagi dengan istri?

Sebelumnya, istrinya sudah bercerita kepada saya. Juga lewat email. Dia bercerita bahwa suaminya sering banget nonton film porno. Setiap hari katanya!!! Koleksinya juga banyak banget!!! Itu belum termasuk buku-buku, majalah, dan gambar-gambar. Buanyak buanget, deh!!! Mungkin komputernya isinya begituan semua!!! Termasuk “28% Pria Indonesia Ketagihan Nonton Film Porno juga rupanya! Hehehe….

Memang sulit sekali bagi mereka yang tidak memiliki nalar yang sehat dan pendirian serta keyakinan yang teguh untuk tidak terpengaruh dengan film porno. Yah, yang membuat filmnya juga pintar, sih! Film-film itu, kan, sengaja dibuat untuk membuat penontonnya terbawa dengan alur cerita dan gambar-gambarnya. Semua fantasi seks terasa benar-benar nyata adanya. Apalagi ditambah dengan suara-suara dan musik di dalamnya. Wah, susah untuk tidak hanyut!!!

Agak sedikit menyimpang dulu, nih!!! Kita memang seringkali tidak bisa membedakan mana yang fiksi mana yang kenyataan. Tidak pernah mau belajar juga walaupun sebenarnya tahu! Lihat saja contoh kasus film “2012″. Sudah jelas itu merupakan film fiksi. Sebuah film yang isinya menggambarkan bagaimana dan apa yang akan terjadi paa hari kiamat nanti. Sebuah imajinasi belaka, kan? Siapa yang tahu, sih, kiamat itu seperti apa sebenarnya? Tetapi kemudian film itu dianggap sebagai sebuah gambaran yang nyata dan mempengaruhi banyak sekali orang untuk berpikir tentang kiamat itu sendiri. Positifnya, mungkin orang menjadi lebih cepat bertobat. Negatifnya, ini sebuah bukti yang jelas kalau kebanyakan dari kita tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang bukan. Kalau menurut saya, dengan melarang menonton film-film fiksi seperti ini juga justru malah mengajarkan kita untuk semakin tidak bisa membedakannya. Silahkan saja menonton, tetapi kemudian diberikan masukan yang benar bahwa itu hanyalah fiksi semata. Bertahu juga yang nyatanya. Biar lebih jelas juga. Nggak semakin kacau dan semakin rancu!!!

Kembali lagi ke topik utama. Kenapa saya menganjurkan istrinya untuk menonton film porno milik suaminya itu? Saya menganjurkannya untuk nonton bareng-bereng, lho!!! Soalnya, setiap kali tahu sang suami sedang menonton, sang istri segera kabur dan masuk ke dalam kamar. Bukan hanya karena tidak suka dengan filmnya, tetapi juga tidak suka dengan kelakuan suaminya itu. Tapi, ya, nggak pernah juga membahas masalah ini bersama. Takut berantem, katanya. Pernah sekali menegur, tetapi suaminya itu langsung marah. Sejak itulah, dia memilih untuk menghindar.

Sebetulnya yang saya anjurkan adalah untuk membangun komunikasi antara suami dan istri. Menonton film porno bareng adalah salah satu sarananya. Bukan hanya terus nonton bareng dan diam begitu saja. Itu, sih, nantinya jadi tambah nggak jelas!!! Nah, pas nonton bareng ini, dibahas, deh, apa yang dilihat di sana. Mulai dari posisinya, gerak-geriknya, suaranya, pokoknya, semuanya, deh!!! Tanyakan kenapa sampai suaminya itu suka dengan adegan seperti itu? Apa yang membuat suaminya menjadi merasa sangat bergairah. Jadi tahu, kan, apa yang sebetulnya diinginkan oleh suami? Lebih bagus lagi kalau istrinya juga jadi terbuka dan memberitahukan suaminya, apa yang membuatnya bergairah juga. Jadi sama-sama tahu, deh!!!

Bila komunikasi mengenai masalah ini sudah terjalin dengan baik, diharapkan hubungan seksual mereka pun menjadi semakin baik pula. Kan, bisa saja terus kemudian mempraktekkan apa yang telah ditonton bersama itu!!! Misalnya, nggak tahunya, sang suami senang nonton adegan penari telanjang. Caranya sang penari itu meliuk-liukkan badan dan membuka pakaiannya perlahan-lahan membuatnya sangat bergairah. Kenapa istri tidak kemudian mencoba untuk menjadi “sang penari” juga? Tidak ada salahnya, kan? Sudah pasti tidak akan sehebat penari betulan tetapi intinya adalah memberikan suasana baru dalam soal bercinta. Mencoba variasi serta invoasi yang baru saja ditemukan berdua bisa merubah keadaan dan situasi rutinitas menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan. Nggak boring lagi, deh!!!

Malu adalah problema utamanya. Ya, kan? Menurut saya, sih, kenapa harus malu? Sama suami dan istri sendiri, kok, malu?! Justru aneh menurut saya, sih!!! Memangnya ini sesuatu yang dilarang dan ditentang? Siapa yang melarang dan siapa yang menentang coba? Kalau sudah suami istri, sih, semuanya sah-sah saja!!!

Jika kemudian ternyata ada yang salah atau yang aneh atas fantasi seksual suami ataupun istri, ini baru menjadi masalah yang lain. Bagaimana mau diterapkan juga? Pembahasannya justru lebih kepada mencari tahu penyebab utamanya. Kalau memang sudah sedemikian parahnya, diskusikan secara serius. Bila perlu, segeralah konsultasi dengan psikolog agar tidak menjadi semakin parah. Berat, sih, untuk bisa mengajak pasangan untuk mau berobat, tetapi di mana ada keinginan dan niat baik, semua masalah pasti bisa diselesaikan.

Coba, deh, untuk bisa lebih terbuka!!! Apa gunanya menjadi suami istri bila tidak ada saling percaya? Tidak mau saling berbagi? Tidak mau juga saling membantu? Bukankah sebenarnya ini adalah inti dari kehidupan berumah tangga? Pikirin lagi, ya!!!

23 November 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mimpi, Pendidikan Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s