Wahai Pemimpin Bangsa!!! Belajar dari Seks, Dong!!!

JANGAN diketawain dulu, ya!!! Hehehe… Memang kecil!!! Sepele!!! Kalau yang kecil dan sepele ini ditinggalkan begitu saja, bagaimana mau yang besar?!

Hampir seluruh filsuf terkenal di dunia pernah memberikan sumbangsih pemikirannya terhadap seks dan cinta. Kenapa? Pastinya karena cukup esensial untuk dijadikan bahan pemikiran, kan? Menyangkut kehidupan pribadi setiap umat manusia dan juga kelangsungan kehidupan di muka bumi ini. Apa enaknya, sih, hidup tanpa seks?

Untuk bisa mengerti dan paham masalah seks, bukan hanya diperlukan wawasan yang luas, tetapi pemikiran yang lebih mendalam. Ada banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh seks. Makanya, diperlukan hati dan pikiran yang terbuka. Nggak pakai kaca mata kuda gitu, lho!!! Menerima fakta dan kenyataan yang ada untuk kemudian dipikirkan dan diolah sedemikian rupa agar menjadi sebuah kegiatan seksual yang sehat, lebih berarti, lebih bermakna, dan tentu saja memberikan ketenangan dan kedamaian.

Apa bedanya sama belajar untuk menjadi seorang politikus, negarawan, dan pemimpin bangsa yang baik, adil, bijaksana, dan dihormati? Saya nggak bisa lihat perbedaannya, tuh!!!

Sama juga bila kita memiliki orientasi seks sebagai sebuah kegiatan seksual yang bertujuan untuk mencapai orgasme saja, bisa-bisa yang dipelajari hanya tips dan trik mencapai orgasmenya saja. Hanya berburu kenikmatan, kalau kata saya, sih. Bila seorang politikus, negarawan, dan pemimpin bangsa hanya memiliki orientasi kebangsaan sebagai sebuah kegiatan berpolitik dan bernegara yang bertujuan untuk mencapai “orgasme politik” sesaat, yang dipikirkan jadinya cuma untuk kepentingan pribadi saja. Mana ada lagi kepedulian terhadap kepentingan rakyat dan masyarakat? Apalagi untuk masa mendatang?! Udah puas sendiri duluan, sih?!

Penyakit akibat kegiatan seksual yang tidak sehat dan menyimpang, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Ingat, nggak, peristiwa hampir punahnya sebuah etnis di Amerika Selatan akibat penyakit Sipilis yang dibawa oleh orang-orangnya Christopher Colombus ke sana? Membuat hampir seluruh penduduk di daerah jajahan mereka di sana, tewas!!! Hanya karena sipilis doang, tuh!!! Bayangkan bila penyakit akibat kegiatan politik dan bernegara yang tidak sehat dan menyimpang. Banyak banget, kan, sudah contohnya. Perang saudara, perang antar etnis, perang agama, perang dingin, perang dunia. Belum lagi perang ideologi!!! Walah, bisa musnah, nih, kita semua!!!!

Yang membuat saya heran, bangsa kita ini sudah pernah, kok, merasakan akibat dari penyakit politik dan bernegara yang tidak sehat ini. Sampai sekarang malah masih terus terasa dan berlangsung. Tapi, kok, ya, nggak pernah sembuh-sembuh, ya? Yang niat ngobatin, sih, pasti banyak, tapi kenapa susah banget?! Sebenarnya, mau nggak, sih, diobatin? Apa karena saking seringnya masturbasi otak dan masturbasi politik, jadi lupa segalanya, ya?

Kadang-kadang, bahkan seringkali saya berpikir, jangan-jangan para pemimpin kita ini sudah memiliki penyakit kejiwaan yang akut. Soalnya, kalau manusia normal, seharusnya bisa melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi di lingkungan sekitar kita. Nggak gelap mata!!! Tapi, terus, kenapa mereka tetap bisa melihat celah, ya? Mengambil kesempatan dalam kesempitannya itu!!! Walaupun dengan cara-cara yang tidak jelas, tapi mereka tetap bisa melakukannya, tuh!!! Bikin saya bingung aja, nih?!

Bikin bete-nya lagi, saya, kok, merasa sudah banyak rakyat yang ketularan juga, ya? Asyik saja orgasme sendirian. Banyak juga yang berkelompok. Hanya saja kebanyakan alasannya, sih, karena sudah pusing atau nggak mau tahu lagi. Sudah nggak peduli!!! Wong, nyari makan saja sudah susah, ngapain juga mikirin yang begitu-begitu?! Lagian, memangnya pemerintah mikirin kita?! Kapan, nih, bisa hidup enak?! Boro-boro gendut!!! Dah, habis duluan dirampok yang rakus!!! Sedih banget, deh!!!

Punten, ya, Pak, Bu, Bang, Kakak, Mas, Mbak, Kang, Teteh….!!! Tulisan ini memang murni uneg-uneg saya. Dari lubuk hati yang terdalam pula setelah melihat banyaknya tulisan lain yang bernada cukup keras dalam mengkritik pemerintah dan pemimpin bangsa. Nah, berhubung saya suka nulis soal seks, boleh, kan, saya memberi kritikan dan saran lewat seks? Hehehe… Nggak porno dan jorok, kok!!! Yah, siapa tahu saja bisa diterima….

Terima kasih, ya!!!

Mariska Lubis

3 November 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Buku Mariska Lubis, Perubahan, Politik, Sosial dan Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Wahai Pemimpin Bangsa!!! Belajar dari Seks, Dong!!!

  1. dear mrs,
    aq udh banyak tulisan macam ini,yah semua mengeluh,menghujat tp gak bisa berbuat apa 2 ,jd apa yg harus kita lakuin menghadapi ini semua,cukup ucapkan syukur,kita msh hidup buat liat semuanya berjalan,n jgn ikuti jln mrk yg telah tersesat itu,urusin mslh kita sendiri aja lah,
    thks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s