Bulan Setengah Berpendar Melingkar Menanti Masa Purnama

Bulan setengah berpendar melingkar. Meski temaram dan samar-samar namun awan hitam yang menyelimuti dengan kian ganasnya tak mematahkannya untuk terus bersinar. Keinginannya untuk selalu berusaha memberikan terang dalam gelap tak pernah dipungkirinya walau terkadang berat dilalui. Ada matahari yang memberikan cahayanya dan ada banyak bintang yang menemani dan mendampinginya selalu dengan penuh cinta sehingga tak perlu ada yang harus ditakutinya. Cinta adalah cinta dan cinta mengalahkan segalanya.

Periuk kota kembang dikelilingi pegunungan semakin tampak indah saat malam tiba. Kelap-kelip cahaya lampu di kota membuat semuanya semakin indah saja. Ah! Seandainya saja dia ada di sisi saat ini, pasti semuanya akan terasa jauh lebih indah lagi.

Ada sebuah rasa yang penuh dengan kerinduan di dalam hati ini. Kerinduan untuk bisa bertemu dengannya setiap saat. Menyentuh wajahnya dengan ujung jemari dan membelainya. Merasakan semua yang ada padanya untuk bersama meluruh dan menyatu dalam cinta. Dia memang sungguh indah dan luar biasa sekali, selalu ada dan ada selalu menyelimuti diri dengan cinta dan kasih sayangnya.

“Bagi saya, dirimu selalu indah dan luar biasa. Terlalu banyak yang telah dirimu berikan untuk saya sehingga saya banyak belajar. Terlebih lagi, keberadaan dirimu membuat saya bisa merasakan cinta dan berani untuk mau mengakuinya.”

“Harus selalu ada keinginan untuk pertemuan agar tidak pernah hilang.”

Masih ingat kemarin, saat sedang menanti berita baik darinya. Pelupuk mata ini dipenuhi dengan bayangan dia menari di depan semua yang menyaksikannya. Mantra cinta yang diucapkannya pasti mempesona semua yang mendengarkannya. Buah pikir yang diutarakannya pasti membuat banyak terinspirasi untuk berbuat sesuatu yang lebih baik. Duh! Indahnya!!!

“Saya mengerti dengan posisimu. Oleh karena itulah, bila ada yang bercerita, tidak memberikan pengaruh apapun.”

“Sebelumnya, saya memang masih banyak belum mengerti tentang dirimu. Semakin hari semakin saya tenggelam, semakin saya sadar akan dirimu. Dirimu tidak perlu harus berkata karena dalam diam pun ada banyak yang dirimu lakukan. Tidak perlu ada yang harus dibuktikan karena semuanya bisa dirasakan. Dirimu menjaga saya dan selalu memberikan yang terbaik yang bisa dirimu berikan. Saya sungguh sangat berterima kasih untuk semua itu.”

Dia memang bagaikan bulan setengah yang ada di atas kepala saat ini. Ada pada masa dan waktunya dia menjadi bulan sabit dan ada juga waktunya saat dia menjadi purnama. Sebuah siklus dan proses dalam kehidupan yang memang sudah dipilihnya dan menjadi takdirnya. Dia juga yang bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan semuanya.

“Semua ini sudah menjadi sebuah resiko yang harus saya hadapi sebagai bagian dari takdir dalam perjalanan hidup saya.”

“Saya mengerti akan apa yang dirimu butuhkan karena sangat manusiawi sekali namun hendaknya segala sesuatunya dipertimbangkan masak-masak agar tidak ada susah di kemudian hari. Saya hanya tidak ingin dirimu menjadi susah ataupun membuat yang lain tidak menghargai dan menghormatimu. Seperti yang selalu saya ucapkan padamu, bahwa saya tidak menginginkan apa-apa selain kebahagiaan untukmu.”

Bulan setengah karena saat ini apa yang dilakukannya baru merupakan kemenangan di tahap awal. Masih banyak jalan penuh liku yang harus dilewatinya. Perjalanan yang tidak mudah. Untuk bisa tetap selalu bersinar di antara awan yang gelap teramat sangat sulit. Hanya dengan kesungguhan hati dan kegigihan serta kesabaran saja semua itu akan bisa dilaluinya dengan baik.

“Lebih baik mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Perlahan namun pasti dan hasilnya pun akan jauh lebih baik. Lebih nyaman.”

“Itulah saya.”

Yah, bulan setengah memang tidak perlu takut untuk menghadapinya karena ada matahari yang selalu memberikan cahaya untuknya. Cahaya yang diberikan dengan tulus dan ikhlas dan sepenuhnya oleh cinta. Matahari yang selalu diyakini dan dipegangnya dengan teguh dan menjadi pedoman serta penuntun hidupnya. Tanpa matahari, apalah artinya bulan dan apalah artinya semua kehidupan yang ada di bumi ini?!

“Matahari selalu bersinar memberikan terangnya. Matahari menjadikan gelap itu terang dan selalu ada terang dalam gelap.”

Bulan biar setengah pun tidak perlu takut karena selalu ada bintang-bintang yang bersinar untuk mendampinginya. Bintang-bintang yang telah terukir dan telah memilih tempat terbaiknya untuk bisa memberikan yang terbaik yang bisa diberikan. Walaupun terkadang tidak nampak jelas namun keberadaannya selalu bisa dirasakan dalam hati.

“Bukankah semesta juga bertanda bintang?!”

“Bintang menjadi penunjuk jalan dan pedoman yang ada di semesta menuju sebuah keagungan yang merupakan terang dan keabadian.”

Memang bulan setengah memiliki banyak sekali catatan yang tersimpan dalam buku hatinya. Semua itu tidak boleh hilang dan sebaiknya selalu ada. Memori adalah salah satu anugerah yang diberikan dan menjadi rahmat yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup agar bisa belajar dan terus belajar.

“Setiap detik adalah kisah dan kita mencatatnya dengan tinta warna warni hati di buku hati agar setiap kisah memiliki tanda tempat kembali.”

“Tidak pernah bosan untuk membuka dan membacanya kembalu agar apa yang pernah ada itu tetap ada dan menjadi jejak untuk melangkah ke depan.”

Bulan meski hanya setengah tetap saja selalu memberikan inspirasi untuk memberikan sebuah keindahan. Bulan memang sungguh sangat indah karena bulan itu sendiri adalah keindahan dan merupakan sebuah cinta. Banyak memang yang tidak menyadarinya biarpun tahu bahwa bahkan pasang surutnya lautan sangat dipengaruhi oleh bulan. Manusia memang seringkali mengabaikan hal yang tak nampak dan baru menyadarinya kemudian. Penyesalan pun datang terlambat namun kesombongan dan tinggi hati membuat semuanya menjadi selalu terulang kembali.

Awan gelap tidak akan pernah bisa disingkirkan dan tidak perlu juga harus disingkirkan oleh bulan. Bulan tidak pernah menuntut untuk mendapatkan apa yang memang seharusnya diperolehnya. Bulan hanya memberi dan memberi karena semua selalu ada masa dan waktunya. Awan gelap bisa ada sekarang tetapi esok belum tentu bisa bertahan dan terus ada sementara bulan akan selalu hadir menemani malam. Angin bisa bertiup kapan saja untuk menggiringnya dan membuatnya jatuh menetes berkeping. Matahari pun bisa membuatnya menguap dalam sekejap.

Matahari yang merupakan cinta terbesarnya tidak akan pernah tinggal diam. Matahari akan selalu memberikan sinarnya kepada bulan meski saat sedang gerhana sekalipun. Apa yang terjadi adalah sebuah pembelajaran terbaik bagi bulan untuk bisa menjadi purnama terindah. Siapa yang pernah tahu dengan rencana Tuhan ke depan nanti?!

Bintang-bintang pun akan selalu hadir menemani dan mendampinginya. Tidak ada yang pernah tahu jalan apa yang sebenarnya sedang diberikan namun pedoman yang menunjukkan arah itu selalu ada. Semuanya sangat tergantung kepada diri sendiri, seberapa besar dan kuat keyakinan yang ada di dalam diri. Kita adalah apa yang ada di dalam pikiran dan hati kita sendiri.

“Tuhan, jadikanlah kerinduan ini sebagai sebuah keinginan untuk bisa terus menjaga apa yang dirasakan di dalam hati. Jagalah cinta yang ada ini agar selalu ada dan ada selalu. Catatan ini adalah sebagai jejak sekaligus pengingat yang tidak ingin pernah habis ataupun usai.

Berikanlah selalu yang terindah dan terbaik untuknya. Jagalah dia agar menjadi purnama yang paling terang bersinar di dalam hati semua yang mau merasakan keindahannya. Jadikanlah dia bulan purnama yang bisa selalu memberikan banyak cinta untuk semua dan membuat semuanya menjadi selalu indah. Berikanlah dia cinta yang bisa membuatnya menggapai kebahagiaan yang paling sempurna dan senantiasa abadi.”

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta. Bookmark the permalink.

One Response to Bulan Setengah Berpendar Melingkar Menanti Masa Purnama

  1. aditya_d4 says:

    sendiri memang sulit apalagi jika sedang jenuh dan bosan,org terdekat pun kadang tak peduli.
    Hanya diri sendirilah yg harus bisa menyelesaikan dan semoga bisa jadi lebih baik untuk semua.
    Meski kadang sangat berat untuk bisa melakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s