Seks dan Kehamilan

KASIHAN!!! Takut!!! Ngeri!!! Tidak usah melihat istri sendiri yang sedang hamil, melihat perempuan manapun yang sedang hamil, perasaan jadi seperti itu, kan? Seperti saat melihat perut saya yang gendut juga, ya? Hehehe….

Sehari sebelum acara peluncuran buku Pak Prayitno Ramelan yang baik hati, arif bijaksana, periang, dan tidak sombong itu (sudah seperti si Mas Boy, “Catatan Si Boy” saja!!!), saya mendapat kesempatan untuk menjadi nara sumber dalam sebuah acara talk show yang diadakan oleh Kondom Durex di Radio Cosmopolitan FM, Jakarta. Makanya, pas saya datang ke acara itu, saya nenteng-nenteng tas; seperti yang ada di fotonya Mas Dwiki yang sangat jeli dan kreatif; yang isinya memang penuh dengan aneka ragam produk kontrasepsi. Yah, memang digunakan buat penyuluhan!!! Gimana, dong?! Hehehe….

Topik yang diangkat dalam acara talk show itu adalah tentang seks dan kehamilan. Maklumlah, soalnya masih banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat bahwa seks tidak memungkinkan dilakukan pada saat istri sedang hamil. Jadinya, banyak digunakan sebagai alasan oleh para suami untuk mencari kesempatan untuk bisa “bebas” dengan yang lain. Ya, kan?! Ngaku, deh!!! Bisa juga justru membuat pria menjadi tidak bisa “bangun” alias tidak perkasa lagi karena sudah takut duluan. Banyak banget, lho, suami-suami yang jadi mengalami temporary impotency atau premature ejaculation seperti ini. Walaupun setelah masa nifas berakhir akan hilang sendiri, bisa “on” lagi, maksudnya, tapi, lumayan bikin panik dan tidak percaya diri juga.

Saya sendiri kurang tahu dari mana asal muasal cerita tentang wanita yang sedang hamil tidak bisa melakukan hubungan seksual. Sudah lama banget pastinya. Buktinya, sampai ada suku di daerah Amerika Selatan sana, yang membuat alat penghisap sperma. Terbuat dari tanah liat dan memang sengaja digunakan oleh para suami yang istrinya sedang hamil agar tidak “kepenuhan” dan bisa organ seksualnya tetap sehat. Ada yang pernah lihat?!

Perempuan yang sedang hamil sebetulnya memiliki nafsu seksual yang sangat tinggi. Hormon-hormon pemicu nafsu seksualnya memang sedang tinggi-tingginya, kok!!! Apalagi kalau usia kehamilannya sudah di atas tujuh bulan. Wah, tinggi banget!!! Soalnya, selain karena faktor hormon, otot dan tulang di sekitar kemaluan pun menjadi membesar. Makanya, maaf, nih, jadinya lebih mudah “banjir”. Ini semua terjadi secara proses alamiah, karena perempuan hamil memang membutuhkannya. Selain untuk membantu proses kelancaran persalinan, hubungan seks dengan suami juga bisa membuat sang istri merasa lebih tenang dan nyaman. Merasa tetap disayang oleh suami dan menjadi lebih positif terhadap kehamilannya.

Pasti tentunya ada perbedaan soal cara melakukannya. Tidak mungkinlah bisa sama seperti pada saat tidak hamil. Terganjal perut!!! Harus dengan posisi-posisi yang lebih aman dan nyaman bagi sang istri. Frekuensinya juga harus diperhatikan. Jangan terlalu sering!!! Soalnya, orgasme yang terlalu hebat bisa merangsang kontraksi perut. Buntutnya, janin bisa terlalu cepat lahir alias prematur. Yah, yang biasa-biasa sajalah. Jangan terlalu heboh!!! Toh, perempuan yang sedang hamil juga lebih cepat orgasmenya dibandingkan biasanya. Lebih mudah terangsang, jadi lebih cepat pula orgasme.

Di sisi lain, sebaiknya perempuan hamil jangan merasa bahwa dengan memiliki tubuh yang tambun dan besar membuat para suami menjadi tidak bergairah. Jangan salah, justru banyak pria yang menganggap perempuan hamil itu seksi. Memiliki daya tarik tersendiri yang tentunya berbeda dan menggairahkan. Buktinya, pekerja seksual yang sedang hamil, harganya bisa naik sampai tiga kali lipat. Banyak pula pria yang rela mengantri ingin merasakan sensasinya. Nah, jadi, percaya diri saja, ya!!!

illustrasiIllustrasi 

Oh, ya, ini semua juga tergantung dari kondisi kehamilan. Kalau memang normal-normal saja dan tidak memiliki masalah. Sedangkan bagi yang kehamilannya bermasalah, lebih baik jangan melakukan hubungan seks dulu. Ya, puasa dulu, deh!!! Tanyakan kepada dokter kandungan untuk mendapatkan jawaban pastinya. Tidak usah malu untuk bertanya karena mereka juga sudah biasa ditanya-tanya urusan yang seperti ini. Sering banget, kali!!! Hehehe….

Bagi para pria di luar sana, coba tolong diputar balik cara pandangnya. Jika tadinya merasa takut berhubungan seks dengan istri yang sedang hamil dengan alasan kasihan atau ngeri, bagaimana kalau diubah menjadi “Saya ingin berpartisipasi membantu proses persalinan dan membuat istri saya menjadi lebih tenang dan nyaman”? Membantu juga agar istri tetap positif yang tentunya sangat berpengaruh kepada anak yang sedang dikandungnya juga. Menjadikan anak itu, anak yang positif. Mau, kan?!

Belaian dan usapan juga akan sangat membantu istri menjadi lebih tenang. Makanya, rajin-rajin membelai dan mengusap, ya!!! Biar nggak jablay!!! Istri pasti akan merasa sangat senang dan bahagia.

Semoga bermanfaat!!!

11 Desember 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Pendidikan Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s