Teman dan Sahabat Penuh Cinta

Illustrasi: endralife.co.cc

PEPATAH selalu mengatakan bahwa teman dan sahabat sesungguhnya tak pernah lebih dari jumlah jari di tangan. Sungguh sangat sulit menemukan teman dan sahabat yang memang benar- benar penuh cinta yang sejati dan tulus apa adanya. Suka dan duka mau dilalui bersama, kekurang diterima apa adanya, dan sama sekali tidak ada keinginan apapun selain hanya untuk memberi dalam cinta dan kebersamaan.

Teman dan sahabat ibarat kekasih hati yang entah datang dari mana dan dengan cara apa. Siapa yang pernah mengira mereka datang dan memenuhi hati lalu mengisi hari-hari sehingga penuh dengan keindahan?! Siapa juga yang pernah menduga bahwa mereka yang mengaku teman dan sahabat ternyata hanyalah orang-orang yang hanya ingin sesuatu untuk dirinya sendiri?!

Banyak sekali yang memberikan pujian dan bahkan hadiah. Tidak bisa dipungkiri bahwa semua senang mendapatkan pujian dan hadiah, namun pujian dan hadiah yang tidak datang dari hati yang tulus an ikhlas tentunya tidak akan pernah berakhir dengan keindahan. Selalu saja ada cerita di akhir di mana imbalan dan tuntutan balas budi itu diinginkan kembali. Apalagi bila di tengah jalan pertemanan dan persahabatan itu harus berakhir dengan cara yang tidak menyenangkan.

Tak sedikit pujian dan hadiah diberikan hanya untuk mendapatkan nilai dan penghargaan. Meski semua itu diakui sebagai sebuah ketulusan tetapi siapa yang bisa memungkiri suara hati?! Setiap kata yang terurai merupakan buah dari roh dan jiwa yang menguraikannya, sehingga semuanya dapat terbaca walaupun seringkali terlambat. Hasrat, ambisi, dan nafsu untuk mendapatkan nilai yang baik, posisi yang tertinggi sedemikian luar biasanya hingga tak sedikit yang memberikan pujian tetapi di sisi lain memberikan sejuta makian dan hujatan. Sungguh sangat luar biasa sekali memang manusia.

Topeng dan kedok itu terus dipasang semikian rupanya hingga lupa bahwa sedang mengenakan topeng dan kedok karena sudah sangat biasa. Seringkali juga lupa topeng dan kedok yang mana yang sedang dipakai sehingga sering lupa waktu, tempat, dan posisinya. Semua itu memudahkan topeng dan kedok itu justru terbuka dengan sendirinya. Pujian yang diberikan setinggi lain dan berusaha menghakimi yang lainnya bisa dengan mudahnya dibolak-balik. Bahkan sudah ketahuan pun masih saja terus berusaha lewat segala cara dan berbagai pembenaran.

Untunglah yang namanya teman dan sahabat sejati itu benar-benar ada. Mereka selalu ada untuk terus mendampingi dan memberikan banyak cinta. Biarpun terkadang ada marah itu bukan untuk menjatuhkan tetapi untuk mengingatkan. Malah marah bukan justru menjadi menjauhkan tetapi mendekatkan karena dengan marah masing-masing menjadi semakin kenal satu dengan yang lainnya. Semua karena di dalam cinta, semua masalah dan persoalan bisa diselesaikan bersama dengan jiwa besar dan penuh kejujuran untuk kepentingan bersama bukan untuk sendiri dan kepentingan pribadi.
Segala usaha boleh dilakukan oleh siapapun untuk memisahkan dan bisa dengan cara apapun juga. Namun saat jiwa itu sudah dipanggil dalam sebuah ikatan cinta, maka tidak akan pernah ada yang bisa memisahkan. Jiwa akan terus terpanggil untuk kembali bersatu dan terus bersama dan sama-sama pula berlayar untuk bisa mencapai kebahagiaan bersama. Indah banget, ya!!!

Ijinkan saya untuk membagikan percakapan lewat kata-kata indah dari para teman dan sahabat tercinta yang bersatu dalam cinta untuk bisa lebih banyak mengerti dan paham akan cinta itu sendiri serta lebih banyak lagi memberikan cinta untuk semua.

“Berikanlah ketulusan akan kasih dan cinta, sejumput benda tak akan lagi berharga dan bernilai ketika habis dimakan waktu dan mode, tetapi kasih yang tulus akan tetap senantiasa tinggal tetap manis dikenang. Perjalanan iman adalah perjalanan cinta manusia kepada Sang Khalik. Jangan berhenti sahabat-sahabatku terkasih.”

“Sesungguhnya kita sedang melakukan satu perjalanan menuju kepada sang kekasih, Dia yang Maha Pengasih.”

“Cinta terindah adalah cinta Sang Pencipta kepada ciptaan-ciptaan-Nya. Tanpa kita sadari kita mencari cinta dan semua keindahan cinta berujung kepada
cinta kita kepada-Nya. Yang lainnya hanyalah kembang hidup semata.”
“Tiada cinta selain Dia.”

“Sesungguhnya hambaku sedang mendaki satu anak tangga ke anak tangga yang lebih tinggi menuju kepadaku. Maka setiap anak tangga memiliki nilai yang sama yang semuanya terhimpun pada aku sebagai tujuaannya.”

“Tidak ada satu pun melebihi yang lain. Kerendahan hati dan kerelaan untuk mencari Dia dan mengasihi-Nya adalah tujuan hidup.”

“Landasan moral yang utama adalah cara kita menyikapi cinta Tuhan yang kita terima. Jika kita sikapi dengan rasa syukur maka kasih yang kita terima kita sebarkan pada sesame, dan tidak mungkin kita menebarkan kedzaliman pada sesame. Rasa tak pantas akan muncul pada saat kita berbuat dzalim dan tak malu kita tersungkur memohon ampun karena kita berbuat salah. Tapi kita kufur atau ingkar kita pada cinta Tuhan, tak ada rasa melanggar kepantasan yang timbul saat kita berbuat sewenang-wenang pada siapapun di muka bumi ini. Semoga Tuhan melindungi kita semua dari perilaku ingkar akan kasih Tuhan kepada kita semua.”

“Matahari meronakan langit, siapa pantas menengadah ke langit bila bumi beratapkan langit?!”

“Cinta dan canda itu sarat makna. Dulu ada peribahasa, dari mata turun ke hati. Ini mirip dari canda turun ke hati. Canda mencairkan segala kebekuan hati, hati lebih siap terbuka menerima kasih sesama.”

“Canda itu ungkapan dari keceriaan hati yang dipenuhi bahagia dan suka cita. Lewat canda kita bisa saling mengungkapkan semua keceriaan dan kebahagiaan itu.”

“Cinta memang membuat segalanya bisa, seakan menyuntikkan bisa, seakan menyuntikkan enerji yang tiada habis-habisnya buat insan yang sedang dipagutnya. Usia bukan halangan, fisik bukan hambatan, hanya cintajuga ibarat kentut, tidak berwujud tapi ada. Hahaha….”
“Labuhkan di tempat yang tepat dan tidak mudah terbawa arus.”

“Karena perahunya perahu bercadik, juru mudi pun abai dengan ombak gelombang menerpa. Angin kencang di buritan pun tak terasam bahkan pusaran badai yang menerpa pun bagai terasa pagutan sang cinta yang ada, terasa pelabuhan pun kadang kehilangan maknanya.”

“Di samudera ini, manalah mungkin aku berlayar sendiri. Aku akan karam tanpa kemudi dan tak akan tiba di tujuan tanpa layar. Jika pun ada sejuta bintang, hanya satu yang kujadikan pegangan. Dirimu.”

“Selalu ada cinta, cinta yang selalu ada.”

“Salam cinta dan kasih untuk sahabat terbaik.”

“Cinta tak akan mati sampai akhir zaman walaupun kebencian ada di mana-mana, percayalah sahabatku!!!”

“Cinta sejati tak akan pernah padam.”

“Bukannya nggak bisa dan nggak mau buat puisi tapi bersamamu juga sudah puisi.”

“Hahaha…..”

Aduh senang sekali rasanya setiap kali bersama teman dan sahabat penuh cinta. Tidak ada yang lain selain keindahan. Cinta memang mendorong semua untuk memberikan aspirasi yang membuat semuanya menjadi indah karena cinta itu sendiri adalah keindahan.

Biarlah teman dan sahabat itu tidak lebih dari jumlah jari di tangan tetapi mereka selalu ada di dalam hati dan selalu ada juga untuk keindahan bagi semua.

“Selalu ada banyak cinta untuk semua teman dan sahabat tercinta.”

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s