Rindu Melulu, Nih!!! Kacau!!!

Illustrasi: kangfuad.wordpress.com

Bertanya dalam hati. Kenapa kalau orang yang sedang jatuh cinta, bawaannya rindu melulu?! Apa karena memang cinta atau memang karena rindu saja. Sebenarnya, kenapa kita rindu?

Masih ingat lagunya Edi Silitonga, kan? “Jatuh cinta… berjuta rasanya…”. Uhuuyyy!!!

Sekali lagi. Sepasang dua sejoli sedang dibakar asmara. Setiap hari sejuta kata cinta terucap. Mulai dari hanya sekedar sapaan manis di pagi hari sampai rayuan penuh arti di tengah malam. Membuat jantung terasa berhenti. Hati pun menjadi panas dipanah cinta.

“Sayang”.
“Cinta”.
“Kesasihku”.
“Matahariku”.
“Segalanya”.

Setiap detik menjadi sangat berarti. Waktu berjalan seakan sangat lama. Matahari sepertinya tak hilang-hilang juga. Bulan pun lama tak menunjukkan wajahnya. Padahal, bintang-bintang sudah menanti. Tak sabar mengiringi alunan kisah kasih asmara yang indah.

Pertemuan menjadi sebuah harapan. Pelukan hangat menjadi sebuah penantian. Kecupan mesra sudah terbayang-bayang. Cumbu rayu penuh gairah pun selalu menjadi dorongan.

“Peluk, yuk!”
“Belai, dong!”.
“Cium, ya!”.
“Cubit, deh!”
“Genit, ah!”

Aduuuhhh!!! Gimana, dong?! Jadi…, “Aaaaaccccccchhhhhhhhhhhhh!!!! Geram!!!”. Hehehe….

Di mana ada cinta, di sana pasti ada rindu. Semakin banyak cinta, semakin banyak pula rindu. Semakin besar cinta, semakin besar pula rindu. Apalagi kalau pertemuan itu sangat terbatas. Ketemu setiap saat pun masih ada rindu, kok!!! Apalagi kalau harus ada penundaan?!

Rindu bisa jadi hanya karena rindu saja. Belum tentu juga karena cinta. Bisa jadi karena sudah terbiasa dan merasa kehilangan bila tidak ada lagi. Rindu untuk dipuja puji misalnya. Atau kebalikannya, rindu mendapatkan celaan dan makian. Biar bagaimanapun juga, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan itu, memang sangat merindukan. Jika tidak, pasti sudah ada penggantinya terlebih dahulu. Sesuatu yang lebih menggairahkan tentunya.

Jangan pernah bertanya, kenapa kita rindu? Lebih baik, kita nikmati saja kerinduan itu. Bilapun masih harus ditunda pertemuan itu, masukkan saja ke dalam peti kerinduan di dalam hati. Biar pada saatnya tiba nanti, peti itu bisa dibuka bersama. Bersama-sama pula menikmati kerinduan yang sudah terpendam dan ada di dalam sana.

Rindu memang bikin kacau. Tidur tak lelap. Makan pun tak enak. Maunya selalu melihat wajah kekasih pujaan hati. Menatap matanya yang bisa meneduhkan hati. Namun, jangan pernah juga sampai tidak pernah merasakan rindu ataupun menepiskan segala kerinduan itu. Rindu itu datangnya dari dalam hati. Tidak pernah rindu berarti tidak memiliki hati. Menepiskan rasa rindu berarti melenyapkan hati. Apa ingin menjadi manusia tidak berhati?! Nggak mau, kan?! Masa, sih, tidak mau merindukan yang Sang Maha Pengasih dan Penyayang?!

Aduuuhhhhhh!!! Rindu!!!

Selamat dipenuhi rindu!!!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

20 Januari 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s