Maunya, Tuh, Jadi Sang Dewa atau Sang Dewi!

forum.detik.com

DIPUJA. Dipuji. Dijunjung tinggi. Diangkat sampai ke langit ke tujuh pula. Sayangnya, cuma sebatas itu-itu doang!!! Giliran yang benerannya aja, malah lebih sering diinjak-injak kali!!!

Sering, nggak, dengar pria bilang, “Saya itu jantan banget!” “Saya ini hebat, lho“, “Saya jagoan, lho!”, “Saya paling bisa memuaskan!!!”, “Saya paling bisa!”, “Saya paling tahu caranya!”, “Perempuan, sih, pada KO sama saya!”, “Pada ketagihan, tuh!”. Bosan nggak, sih?! Bisanya ngomong doang!!! Giliran praktek aja!!! Huh!!! Belom tentu!!!!

Masih belum seberapa, sih!!! Lebih bete lagi kalau terus dilanjutkan dengan kata-kata, “Makanya banyak yang suka sama saya!”, “Banyak yang naksir!”, “Istri di rumah sudah kagak sanggup lagi!!!”, “Tambah istri atau jajan di luar pun masih kurang kayaknya!”. Wuiihhhh!!! Waduuuulllll!! Sorry, ya, emangnya saya perempuan bodoh! Berapa banyak, sih, pria yang benar-benar seperti itu? Lha, wong, kebanyakan pada banyak yang loyo, kok! Apalagi sekarang?! Pusing sama urusan duit saja sudah bikin pada susah bangun. Bisa seminggu sekali saja sudah bagus, ini pakai sok-sok-an segala!!! Mendingan ngaku ajalah!!! Tuh, lihat hasil survey saya di “Frekuensi Seks Menurun?!“.

Perempuan juga banyak yang sebelas dua belas. Cuma bedanya, lebih ke soal penampilan. “Saya lebih cantik, dong!“, “Saya lebih baik!”, “Saya lebih seksi!”, “Saya lebih menarik!”. Biarpun sebetulnya tahu ada yang lebih cantik, seksi, dan menarik, teteup aja kurang. Noraklah!!! Kampunganlah!!! Dekillah!!! Murahanlah!!! Adaaaaa aja terus!!! Pokoknya, “Saya itu Sang Dewi!!!”. Giliran dapat pacar atau suami yang tampangnya nggak oke saja, ada saja lagi alasannya yang lain. “Lebih enak dicintai darpada mencintai!!!”. Duile!!! Bokis banget, deh!

Sebetulnya nggak apa-apa juga, sih, jadi orang yang agak narcist, cuman, kok, kayaknya cetek banget, ya? Apa nggak ada yang lain gitu yang bisa dibanggakan? Emang nggak ada kali, ya? Hehehe…..

Yang lain ada, sih, biasanya urusan kepintaran. Rasanya sudah seperti seorang dewa ilmu pengetahuan banget, deh! Semua tahu. Semua bisa. Semua yang orang lain lakukan, nggak ada apa-apanya!!! Kriiiiiittttiiiiiikkkkk aja terus!!! Nyeeeelllaaaaaa aja!!! Nggak ada, deh, yang benar selain saya, saya, dan saya. Yang lain itu salah semua!!! Nggak ada yang benar!!! Nggak ada yang tahu!!!

Satu lagi nih, urusan sok baik dan sok sholeh-nya itu. Walah… sudah seperti orang yang pasti urutan nomor satu masuk surga. Yang lain masuk neraka, deh!!! Kecuali guru atau suhunya. Banyak, kan, yang begitu?! Pas dimintain air minum segelas saja sama pengemis yang datang di depan rumahnya, boro-boro ngasih!!! Sudah ngusir, pakai bentak-bentak pula!!! Ngata-ngatain lagi!!! Itu, toh, yang namanya baik dan sholeh?

Masih banyak, sih, sok-sok yang lainnya!!! Sok kaya!!! Sok berkuasa!!! Sok bijaksana!!! Sok adil!!! Sok nyeni!!! Sok nyentrik!!! Banyak deh!!! Saya, sih, cuma bisa bilang, “Memang situ oke?!” Kalau memang benar kalian seperti itu, bolehlah saya menyebut kalian sebagai Dewa atau Dewi. Saya pasti akan terus memberikan segala puja dan puji saya. Menyanjung kalian ke tempat yang tertinggi. Setinggi-tingginya!

Bro!!! Sist!!! Coba, ya, merendahkan hati sedikit kenapa?! Kenapa selalu ingin dinilai sebagai orang yang lebih? Di mana-mana juga orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jujur sajalah. Paling tidak jujur sama diri sendiri, deh! Apa, sih, hebatnya kita ini? Kita ini bukan Dewa!!! Kita ini bukan Dewi!!! Kita ini cuma manusia biasa!!! Kita juga banyak jeleknya, kok!!!

Tidak perlulah kita terlalu mengumbar segala kelebihannya kita. Toh, kalau kita memang beneran hebat, pasti orang lain yang akan memberikan nilai lebih terhadap diri kita. Walaupun sebetulnya, tidak terlalu penting, sih buat saya. Soalnya, saya maunya dinilai sama yang Di Atas sana. Penilaian dari-Nya adalah yang paling benar dan paling mutlak bagi saya. Bukankah begitu?

Tulus dan ikhlaslah dalam melakukan segala perbuatan dan tindakan. Keadilan akan datang dengan sendirinya, kok!!! Semua yang dimulai dari niat baik pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Bukan hanya untuk diri kita sendiri saja, tetapi juga bagi banyak orang lain. Lebih enak, kan, rasanya di hati? Pikiran juga pasti lebih tenang.

Bukannya sok bijaksana atau sok menggurui, nih! Saya memang bijaksana!!! Huahahahahhahahahaa….. Paradoks, nih, ye!!! Pusing gila!!! Bantuin, dong!!! Hehehe….

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

17 November 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s