Menemukan Tuhan Lewat Seks

asshara.wordpress.com

Aneh, ya? Mungkin bagi sebagian orang iya. Melecehkan Tuhan?! Bisa juga berpikir begitu. Tapi justru bagi saya, seks membuka mata hati dan pikiran saya dengan menjadi merasa lebih dekat dengan Tuhan dan selalu ingin dekat dengan-Nya.

Pencarian Tuhan menurut saya, bisa dilakukan dari mana saja. Ada yang lewat agama, lewat kepedihan, lewat kebahagiaan, lewat pekerjaan, lewat tulisan, lewat bacaan, lewat ilmu yang dipelajarinya, dan bahkan ada juga yang lewat komputer. Yah, lewat hal-hal yang tidak logis di dalam bidang yang justru menggunakan logika sebagai patokan utama karena bagian yang tidak logis itu adalah merupakan salah satu bagian penting dalam logika. Pusing, ya?! Hehehe…. Sama!!! Tidak sedikit juga yang menemukan Tuhan lewat kejahatan dan kriminal yang telah mereka lakukannya. Sudah banyak, kan, contohnya!!!

Jujur saja, saya dulu pernah mempertanyakan keberadaan Tuhan. Siapa Dia? Kenapa semua orang memuja Dia? Untuk apa?! Apakah Tuhan itu? Bertahun-tahun saya berusaha untuk bisa menemukan jawabannya. Tetapi tetap saja saya meragukannya. Sampai kemudian, saya membaca sebuah buku. Buku itu bukan buku filsafat atau buku-buku yang berhubungan dengan agama. Saya membaca bukunya Darwin. “The Origin of Species, judulnya.  Yang menarik dari buku itu, buat saya, bukanlah teori evolusinya, tetapi justru membuat gairah pemikiran saya bergejolak memikirkan asal usul manusia. Kenapa sampai ada manusia, ya? Untuk apa? Bagaimana bisa?

Kalau sebelum-sebelumnya, saya belajar bidang ekonomi dan ilmu-ilmu sosial lainnya, sejak saat itu, saya mulai mempelajari science secara lebih mendalam. Di dalam kelas filsafat science yang pernah saya ikuti, ada sebuah pembahasan yang sangat menarik hati saya. Reproduksi. Di sini dibahas mengenai reproduksi, mulai dari perkawinan, pembuahan, sampai menghasilkan generasi berikutnya. Bukan dari sisi medis, tapi dari sisi penalarannya. Amazing!!! Awesome!!! Bizarre!!!

Dari dulu sampai sekarang ini, peneliti di seluruh dunia, bahkan yang jenius sekalipun, masih belum bisa, tuh, menjabarkan secara lebih detail soal kenapa bentuk awal janin pada hampir semua hewan dan manusia, memiliki bentuk yang mirip. Genetik telah dicoba untuk diuraikan. Genom project!!! Susah banget untuk bisa diselesaikan. Sampai sekarang masih dalam tahap pemetaan. Itu, pun,  sepertinya masih butuh waktu yang sangat panjang untuk bisa menyelesaikannya. Baru pemetaannya. lho!!! Belum ke tahap yang selanjutnya. Masih banyak rahasia yang belum terbongkar. Sepertinya, otak manusia, masih belum bisa menjangkaunya.

Lalu kemudian, saya pindah. Pindah mempelajari ilmu politik. Nah, ini dia, nih!!! Setelah mempelajari sejarah dan budaya yang merupakan “kewajiban” bagi mereka yang belajar politik, saya melihat, bahwa ternyata masalah reproduksi yang saya pelajari di dalam ilmu yang berbeda, sangatlah memegang peranan penting. Bagaimana sebuah sejarah dunia bisa terukir bila tidak ada peranan dari reproduksi. Mulailah kemudian saya mengkait-kaitkannya dengan seks. Kenapa? Reproduksi, kan, bagian dari fungsi seksual. Ya, kan?

Saya berusaha terus menggali dan mengkaji seks ini secara lebih serius. Waktu itu, sih, masih malu-malu. Takut dibilang macam-macam!!! Maklumlah, perempuan!!! Paling malas kalau sampai dituduh sebagai perempuan jalang!!! Belajar seks, gitu, lho!!!  Hehehe….

Entah kenapa, kemudian, saya terpilih untuk memiliki kolom “Tanya Mariska”, sebuah kolom tanya jawab Seks dan Relationship di Majalah Men’s Health Indonesia. Alasannya kenapa saya dipilih waktu itu, kalau tidak salah, adalah karena saya sebagai seorang perempuan yang bisa bicara bahasa pria. Kurang lebih memiliki pemahaman dan pendidikan yang cukup memadai untuk bicara soal seks dan relationship secara lebih terbuka.  Saya juga kaget banget!!! Senang pastinya!!! Makasih banyak, ya, Ibu Widarti Gunawan!!! Mungkin inilah jalan saya untuk bisa kemudian mempelajari seks lebih dalam lagi.

Benar saja!!! Dari banyaknya pertanyaan yang masuk, dan banyaknya artikel, tulisan, dan hasil penelitian tentang seks, membuat saya belajar lebih banyak lagi.  Saya pun mulai melakukan riset sendiri. Yah, pakai kocek sendirilah. Seada-adanya!!! Semampu-mampunya, deh!!! Hehehe….

Seiring perjalanan waktu, saya kemudian seperti tersadar dari mimpi.  Gila, ya!!! Tuhan itu memang beneran ada!!! Waduh!!! Ke mana saja saya selama ini?! Kenapa baru setelah sekian lama saya menemukan jawabannya?! Bodoh benar saya!!! Sombong!!! Sebagai seorang manusia yang selalu berusaha rasional, ternyata saya tidak rasional sama sekali. Saya mengabaikan faktor irasional, termasuk hati dan perasaan, di dalam pencarian saya selama ini. Dungunya…, dungunya!!! Pantas saja saya tidak pernah bisa “melihat”-Nya!!!  Apalagi kemudian, saya mempelajari matematika dan fisika juga. Walah!!! Semakin merasa bodoh saya!!! Ndablek!!!

Sebagai sebuah doa dan ucapan syukur atas segala pencerahan yang telah diberikan oleh-Nya, saya lalu memohon agar diberi kesempatan untuk membagi segala berkah, rahmat, dan anugerah terindah serta terbaik yang saya terima dan dapatkan, kepada semua umat manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sekali lagi, pintu dibukakan. Seks menjadi jalan utamanya. Menjadi pintu gerbang untuk membuka jalan yang lebih lebar lagi dan atau lebih sempit lagi. Menjadi lebar karena membuka apa yang selama ini telah ditutup-tutupi, dan menjadi lebih sempit karena hanya ada satu tujuan utamanya. Tuhan.

Sebuah proses yang tentunya tidak mudah untuk dilalui, tetapi bagi saya, inilah yang saya anggap sebagai proses kehidupan. Suka dan dukanya harus bisa saya nikmati dan saya syukuri. Selalu ada hikmah di balik semuanya.

Tulisan ini adalah merupakan sedikit berbagi dari saya. Semoga saja bisa dimengerti dan dipahami. Silahkan mencari “penemuan” dan “jawaban” sendiri. Setiap orang memiliki jalan masing-masing.

Terima kasih, ya!!!

Semoga bermanfaat!!!

Mariska Lubis

9 Februari 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Fakta & Kenyataan, Jiwa Merdeka, Pendidikan Sosial, Perubahan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s