Susah Deh Kalau Piktor!!!

democraticunderground.com

Berpikirnya ke sana melulu!!! Itu lagi, itu lagi. Tidak jauh-jauh dari yang itu. Memang, sih, mengasyikkan, tapi lihat-lihat dulu juga. Biarpun mungkin sama-sama mau, tapi siapa yang mau dilecehkan? Enak saja!!!

Datang sendirian di sebuah gerai kopi hotel berbintang di Jakarta saat hari sudah menjelang tengah malam. Sambil menunggu jadwal travel jurusan Bandung tiba. Celingak-celinguk kiri kanan, aduh, kok, nggak ada perempuan, ya? Bapak-bapak semua!!! Bagaimana, ya? Duduk, nggak, duduk, nggak. Hmmm…, daripada pegal berdiri di luar ditemani Pak Satpam, lebih baik duduk sajalah. Urusan bapak-bapak itu, bagaimana nanti!!!

Baru duduk sebentar, kopi pun belom dipesan, eeeehhh, ada bapak-bapak datang menghampiri.
“Sendirian saja, nih, non?!”
“Iya.”
Kok, sendirian malam-malam begini?”
“Memangnya kenapa?”
“Boleh saya temani?”
“Untuk apa?”
“Biar kamu
nggak sendirian.”
“Memangnya kalau sendirian kenapa?”
“Ya,
nggak takut nanti digodain?”
“Bukannya sekarang sudah digodain Bapak?”
“Kamu nona yang cantik, pintar, dan lucu, ya
!”
“Memang saya begitu, Pak!”
“Ya, sudahlah kalau begitu.”
“Iya, Pak.”
“Terima kasih, ya!”
“Terima kasih juga.”

Gagal, nih!!! Memang enak?! Hehehe….

Ini memang bukan kejadian pertama yang pernah alami. Sering sekali saya harus berhadapan dengan pria-pria seperti Bapak tadi. Padahal, saya datang ke tempat itu juga bukan karena memang sedang iseng atau mencari mangsa. Semua memang karena ada urusan dan atau karena memang harus. Kenapa, ya? Apa nggak bisa membedakan antara perempuan seperti saya yang tidak sedang berjualan dan perempuan yang memang berjualan? Jangan salahkan pakaian lagi, ya!!! Pakaian saya tadi itu sopan banget, kok!!! Rok panjang, kaos berleher tinggi, plus kemeja pula. Sepatu memang ala “Betty Boo,” tapi yang sudah dipangkas haknya. Apa masih bisa dibilang mengundang? Nggak lah, yaw!!! Terus kenapa, dong?!

Saya juga sama sekali tidak lirik kanan lirik kiri. Duduk pun langsung buka tas dan ambil buku catatan. Pasang kaca mata dan menulis. Memang, sih, sambil cengar-cengir sendiri juga. Habis, Si Cinta menemani juga. Mengirimkan SMS kata-kata mesra dan juga lucu. Jadi, deh, bingung sendiri. Mau ketawa ngakak malu, mau ditahan takut buang angin. Senyum-senyum sendirilah seperti orang gila.

Kalau dipikir-pikir, nggak ada, ya, hubungannya antara penampilan dan perilaku saya dengan “undangan”. Menurut saya, lho!!! Memang dasarnya saja Bapak itu pikirannya kotor. Tidak bisa lihat ada perempuan sendirian. Semuanya disamaratakan begitu saja. Susah, deh!!!

Tidak bisa dipungkiri kalau kita memang berotak kotor. Ada saja yang kotor-kotor menempel di dalam benak. Diakui atau tidak, toh, pada kenyataannya memang begitu, kan? Kalau tidak kotor, tidak mungkinlah banyak orang yang berusaha untuk mencegah dan mengatasinya. Pasti semuanya aman-aman saja. Ya, nggak?!

Biarpun begitu, tetapi cobalah untuk bisa mengatasi segala pikiran kotor itu. Soalnya, bisa menjerumuskan sendiri. Berbahaya pula. Bagaimana kalau saya kemudian marah dan menampar Bapak itu? Bisa saja, kan, kalau saya mau? Yang malu siapa? Yang sakit siapa? Saya, sih, paling ketawain doang.

Manfaat yang akan sangat besar bila kita selalu berpikiran bersih. Kita akan jauh dari bahaya. Kita juga akan menjadi manusia yang lebih sehat. Hebatnya lagi, bisa juga memberikan manfaat yang besar bagi orang lain serta bangsa dan negara. Coba, ya!!! Dijamin tidak akan ada, tuh, yang namanya pelecehan. Dalam bentuk apapun juga.

Masih mau susah karena piktor? Nggak, dong, ya? Mendingan juga berpikiran bersih!!! Lebih menyenangkan!!! Nggak bakalan susah!!!

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

6 Februari 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Fakta & Kenyataan, Pendidikan Sosial, Perubahan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Susah Deh Kalau Piktor!!!

  1. Agung says:

    mau dong jadi mangsa nya. Hahahaha.

  2. kalau saya mbak, saya malah pernah berpikiran positif sama orang kalo orang itu baik, suka ngebantuin saya, tapi ternyata salah total.
    dia deketin saya karena ada udang di balik tempura. mending tempura enak dimakan, lah ini orang udah jadi om-om masih genit sama mahasiswi.
    dia malah coba melecehkan saya via chat. baru deh saya sadar selama ini dia baik ada maunya.
    hahaha
    *malah curhat.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s