Kesederhanaan Politik dan Seks

Sedemikian rumit dan sulitnya bagi kita semua untuk bisa mengerti dan memahami politik. Sedemikian terkotaknya kita atas pengertian dan pemahaman tentang seks. Sadarkah bahwa ini semua sangat berpengaruh pada kehidupan?!

Saya masih ingat sewaktu pertama kali memutuskan menekuni sekolah yang jelas berhubungan erat dengan politik. Banyak yang terperangah dan membelalakkan mata seolah tak percaya dan tak sedikit yang mentertawakannya. Lebih banyak lagi yang melarang dan menganggap bahwa semua itu tidak akan memberikan banyak arti dan manfaat bagi saya.

“Mau kerja apa, Non?! Mau jadi apa?! Sekolah begitu, sih, hanya bisa jadi diplomat atau politikus. Memangnya kamu mau jadi presiden?!”. Duh!!!

Sempat juga terpengaruh dan mencoba mengganti jurusan yang dipastikan bisa berguna dan bermanfaat untuk mendapatkan pekerjaan dan karier yang baik. Meskipun diterima tetapi pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengambilnya. Saya tidak kuasa menolak dorongan hati untuk belajar apa yang saya inginkan. Yah, biar saja orang mau bilang apa, yang tahu apa yang saya inginkan dan apa yang menjadi tujuan saya hanya diri saya sendiri.

Menurut saya, persepsi, pandangan, dan keyakinan tentang politik itu sendiri sangatlah salah kaprah. Politik dianggap sebagai sesuatu yang berat, penting, dan hanya diperuntukkan oleh mereka yang kuat dan mampu saja. Ini sebuah kesalahan besar karena tidak ada seorang manusia pun yang tidak berpolitik dan setiap manusia pasti berpolitik. Hanya saja, skalanya seluas apa?!

Sedari kecil pun semua sudah berpolitik. Masih ingat bagaimana kita semua merengek dan berpura-pura menangis untuk mendapatkan permen dan cokelat?! Begitu juga saat remaja, di mana kita seringkali mengelabui orang tua agar bisa mendapatkan uang saku lebih dan mendapat kesempatan bermain lebih banyak.

Begitu juga saat sudah dewasa, di dalam bekerja pun kita melakukan politik di kantor. Mulai dari bagaimana kita memperlakukan teman hingga bagaimana harus bersikap pada atasan, bukankah itu semua politik?! Di rumah pun sama. Alasan lembur untuk bisa selingkuh bukankah politik juga?! Hehehe…

Untuk politisasi, itu lain lagi. Semua juga melakukannya. Berapa banyak sudah alasan yang kita buat untuk membenarkan diri dengan mempolitisir keadaan?! Sakit flu biasa pun bisa dipolitisir hingga seolah seperti sedang menderita malaria akut yang hampir merenggut nyawa. Ditinggalkan orang yang kita idamkan dan impikan karena kelakuan kita sendiri yang error pun bisa dibuat seolah-olah korban yang sangat parah dan patut dikasihani dan dibela. Ya, nggak?!

Jadi, sangatlah terlalu berlebihan bagi saya, bila ada yang mengatakan bahwa tidak mengerti politik dan sama sekali tidak mau menyentuhnya. Bagaimana mungkin?! Tidak bisa juga saya terima bila ada yang merasa “hebat” karena merasa bahwa politik itu “hebat”, “elite”, “pintar”, “tinggi’, “ekslusif”. Bagi saya, politik itu adalah bagaimana cara mencapai tujuan di dalam kehidupan. Jadi, politik bukanlah sesuatu yang “istimewa”.

Bila penjabaran saya ini dianggap terlalu sederhana, bisa jadi memang demikian. Sesuatu hal bisa menjadi sederhana dan mudah bisa juga menjadi rumit dan sulit karena semua sangat tergantung bagaimana kita mau menjadikannya. Politik itu sendiri memang sangat sempit dan sangat juga luas, yang membatasinya adalah diri kita sendiri juga. Sejauh mana kita membatasi diri kita?! Apa yang sudah membuat diri kita itu terbatas?!

Yang menjadi inti di dalam masalah ini adalah justru soal kenapa saya menjadikan politik ini sedemikian sederhananya. Saya bisa saja menjabarkannya dengan cara yang rumit dan hebat agar bisa dianggap hebat dan pintar, namun untuk apa?! Tidak ada gunanya sama sekali menurut saya.  Pengertian dan pemahaman yang benar tentang politik ini sangat penting dan sangat menentukan masa depan dan kehidupan. Apa yang terjadi dengan bangsa dan Negara kita ini bukankah juga karena banyak yang tidak paham dan mengerti tentang politik?! Sekarang, bagaimana bisa mengajarkan kepada semua untuk bisa mengerti dan paham tentang politik bila politik itu dibuat menjadi rumit, sulit, dan sangat ekslusif?! Siapa yang rugi?!

Banyak  yang sibuk dengan polemik politik yang hebat dan terkesan luar biasa saja tidak mengerti politik sama sekali. Bahkan mereka yang mengaku politikus pun di mata saya banyak yang tidak mengerti bagaimana politik itu yang sebenarnya. Sehingga kemudian menjadi mudah sekali bagi mereka yang paham dan mengerti untuk memanfaatkannya bagi kepentingan pribadi, kelompok, dan golongannya saja.

Semua ini menjadi semakin menjerumuskan karena kata dan bahasa itu sendiri sudah tidak memiliki arti dan makna yang sesungguhnya. Kata dan bahasa digunakan begitu saja tetapi tidak dipelajari dengan baik sehingga daya baca dan bahasa pun semakin berkurang. Sungguh mudah untuk melihat arti kata di dalam kamus, tetapi berapa banyak yang mau memikirkannya secara serius dan lebih lanjut agar bisa benar-benar memiliki arti dan makna?! Lebih mudah untuk melihat dan menggunakannya saja langsung tanpa harus berpikir panjang.  Wajar sajalah bila pembodohan dan kebodohan itu terus berlanjut. Memang maunya begitu, kok, ya?! Sudah merasa paling pintar dan hebat, kan?! Tahu semuanya dan merasa bahwa semua yang dipikirkan dan diyakini itu adalah benar tanpa harus mempertanyakannya kembali.

Yang harus dipahami dari politik adalah “Apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan”?! Menjadi istimewa bila apa yang dilakukan itu bisa diterapkan dan bisa mencapai tujuan dan menjadi sebuah pelajaran penting bila tujuan itu tidak tercapai. Manusia bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya dan bisa juga melakukan apa saja bila tujuannya tidak tercapai. Dengan bisa melihat “apa yang dilakukan” ini, apa yang menjadi tujuan pun menjadi lebih jelas. Sulit bagi siapapun juga untuk mempolitisirnya atau membohonginya. Bukankah ini penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia sekarang ini?!

Lalu apa hubungannya semua ini dengan seks?! Pertanyaannya pasti akan berlanjut ke sana. Yah, buat saya seks adalah politik dan politik adalah seks. Seks adalah titik awal kehidupan dan kehidupan itu sendiri, sementara politik adalah cara untuk mencapai tujuan dalam kehidupan. Kehidupanlah yang menjadi benang merah antara seks dan politik. Bila kehidupan itu bisa digali dengan lebih mendalam, maka semuanya juga akan berujung pada satu saja. Hulu dan hilirnya kita hanya pada satu bukan?!

Seks dan politik yang tidak dimengerti dan dimaknai dengan baik akan sangat menyesatkan. Seks dan politik sama sekali tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita meski diingkari dan dipungkiri. Seks merupakan sumber kekuatan politik yang banyak digunakan sebagai senjata ampuh untuk bisa mencapai tujuan. Tidak perlu jauh-jauh kita melihatnya. Bagaimana dengan kasus video porno para pejabat dan petinggi itu bisa beredar?! Apa ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi dan dilakukan?! Yah, coba saja cari hubungannya dengan Pilkada, pasti akan ketemu jawabannya.

Seks yang selalu dijadikan objek juga selalu mengarahkan kepada segala sesuatu yang sifatnya negatif sehingga seringkali ditabukan dan dianggap menjerumuskan. Sementara masalah tentang seks semakin meluas dan mengkhawatirkan. Apa yang akan terjadi pada sebuah bangsa dan Negara bila masalah seks ini tidak dihadapi dan diatasi tetapi dibiarkan saja terus menjadi masalah?! Politisasi untuk membenarkan diri dan kepentingan telah membuat masalah ini semakin rumit bukan?! Seperti yang pernah saya tuliskan dalam “Seks, Politik, dan PSK, Apa Hubungannya?!”.

Sekali lagi, persepsi, pandangan, dan keyakinan yang membuat diri menjadi terbatas dan dibatasilah yang membuat seseorang menjadi sulit untuk bisa melihat segala sesuatunya secara lebih luas.  Kesombongan diri selalu membuat seseorang menjadi sulit untuk bisa belajar dan merasakan lebih banyak. Ketakutan dan ketidakberanian juga menjadikan seseorang sulit untuk bisa menerima segala sesuatunya dengan kebesaran jiwa. Repot kalau sudah demikian.

Hanya dengan cara yang sederhana, seks dan politik bisa dimengerti dan dipahami dengan lebih baik oleh semua. Bagi yang memang sudah mengerti dan paham, tentunya ini tidak berarti. Apalah artinya pemikiran saya yang sederhana ini?! Pemikiran sederhana tentang seks dan politik ini memang hanya sekedar berbagi kepada mereka yang belum mengerti dan paham namun memiliki keinginan untuk belajar dan mencari tahu tentang arti dan makna kehidupan.

Selain itu, saya juga hanya ingin mengajak siapapun untuk menjadikan kata benar-benar memiliki arti dan makna. Kata dan bahasa merupakan jati diri yang harus selalu kokoh dan kuat. Bila kata dan bahasa itu tidak berarti dan bermakna, hingga kapan pun juga kita tidak akan pernah memiliki kepribadian dan akan selalu labil, tidak percaya diri, dan mudah dipengaruhi untuk diombang-ambing dan dipermainkan.

Barangkali memang semua ini tidak akan membuahkan apapun juga. Tidak mengapa. Paling tidak, saya sudah memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan  untuk bangsa dan Negara. Itu sudah cukup berarti besar bagi saya pribadi.

“Rendahkanlah hati karena sesungguhnya kita tidak tahu apa-apa. Sungguh!!!”.

Semoga bisa memberikan arti dan manfaat.

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Perubahan, Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s