Kala Cinta Sekuntum Bunga Mawar Merah dan Sang Burung Pipit Bertemu

Dua hati saling mencari dan terus mencari kebahagiaan yang selama ini diinginkan dan dinantikan. Waktu demi waktu berjalan dan ada banyak sekali peristiwa yang telah terjadi dan dilalui. Hingga pada masa dan waktunya tiba. Dua hati ini pun bertemu tanpa ada angin dan tanpa ada hujan.

Sekuntum bunga warna merah merindukan cinta yang selama ini terus dipertanyakan dan dicarinya. Sudah terlalu banyak peristiwa yang membuatnya menjadi semakin hampa dan dingin. Rasa percaya itu pun semakin hilang dan tidak ada lagi gairah serta semangat untuk bisa memiliki cinta yang benar-benar cinta.

Sang burung pipit merindukan belaian dan kasih sayang seorang perempuan yang bisa menyentuhnya dengan lembut hingga merasuk ke dalam seluruh jiwa dan raganya. Terlalu banyak kepedihan dan air mata yang harus dilihat, dirasakan, dan ditutupinya. Dia membutuhkan air yang bisa menyegarkan tubuh dan jiwanya kembali.

Aaaahhh!!! Siapa yang pernah mengira ataupun menduga bila kerinduan itu pun pada akhirnya dipertemukan?! Tiada yang bisa memungkiri rasa dan tidak ada juga yang bisa melepaskannya. Semuanya datang begitu cepat namun tak pernah ingin segera dan pernah berakhir.

“Kami seolah sudah saling mengenal lama.”
“Begitulah.”
“Sudah lama sekali pipi saya tidak merona hanya karena dicium. Normalkah?!”
“Jadi ingat sewaktu masih remaja, ya?!
“Dia tahu bagaimana memperlakukan diri saya sebagai seorang perempuan.”
“Bersyukurlah karena dia pun senang karena dirimu tahu apa yang dibutuhkannya.”
“Tapi, saya takut, apa yang sebaiknya kami lakukan?!”
“Tidak ada yang perlu ditakutkan bila memang benar itu cinta. Cinta mengalahkan segalanya.”

Memang tidaklah mudah bila cinta itu bertemu justru pada saat dan waktu yang membuat sulit posisi masing-masing. Apalagi bila masih ada ikatan dengan yang lain yang masih juga dijaga. Walaupun sadar penuh bahwa ikatan itu hanyalah ikatan di hadapan manusia karena rasa tidak lagi bisa dipungkiri. Amat sangat dibutuhkan keberanian dan keyakinan untuk bisa melakukannya.

Keputusan tidak mudah untuk dibuat karena apapun keputusan itu memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing. Perg dan kembali bersama yang kemarin bisa jadi memang keputusan yang dianggap paling benar oleh manusia, tetapi selalu ada yang menilai dusta meskipun ditutupi dan diingkari. Melanjutkan dan meneruskan apa yang sebenarnya secara jujur pun jauh lebih sulit lagi. Amat sangat dibutuhkan pengorbanan dan juga kerja keras serta komitmen.

Teringat dengan sebuah perjalanan bercinta yang tidak mudah tetapi terlalu indah untuk tidak dijalani dan dinikmati.

“Seharusnya kita bertemu sejak dulu.” Duh!!!
“Kenapa jika kita bertemu sekarang? Apakah dirimu menyesalinya?!”
“Tidak ada. Saya hanya berandai-andai saja.”
“Kita jalani dan nikmati saja, ya! Biarlah waktu berjalan dan semua pasti ada masa dan waktunya.”

Memang kita juga seringkali terkecoh dengan perasaan yang ada karena tidak mudah untuk merasakan cinta yang sebenarnya bila ada keinginan, hasrat, ambisi, juga marah, sedih, duka, dan dendam. Seringkali kita berpikir bahwa kita benar cinta, tetapi sesungguhnya itu hanyalah pikiran kita saja yang telah dipaksa dan dibuat demikian. Pesona keindahan berbeda yang selama ini tidak pernah dirasakan atau hilang menjadi sebuah keterpanaan. Inilah yang membuat kita terkecoh lalu kemudian menjadi kecewa bila semuanya hilang. Sesungguhnya cinta itu memang tak pernah ada, hanya terpesona dan terpana sesaat saja dan diiringi oleh hasrat dan nafsu yang menyelimuti.

Lain halnya bila memang benar itu adalah cinta. Segala kerikil tajam dan lika liku yang terjadi di dalamnya pasti bisa dilewati bersama. Meskipun terkadang ada keraguan dan tidak jarang harus berpaling dengan yang lain untuk menyadarinya, tidak mengapa. Segala sesuatu selalu ada hikmah dan pelajaran yang berarti dan hanya kekuatan cintalah yang bisa membuat semua keindahan itu tetap ada. Tidak akan ada yang berubah di dalam cinta.

Bagaimana dengan harapan dan mimpi?! Di dalam situasi yang suit dan tidak mudah seperti ini memang sulit untuk berharap dan bermimpi. Namun demikian, selalu ada harapan bagi mereka yang mau memilikinya. Tidak ada juga mimpi yang hanya sekedar mimpi bagi mereka yang percaya dan mau memperjuangkannya. Bagaimana sekuntum bunga mawar merah bisa bertemu dengan sang burung pipit? Siapa yang pernah berharap dan memimpikannya?! Apa yang memang harus terjadi, maka terjadilah.

“Mungkinkah seseorang mencintai dua orang sekaligus?!”
“Tidak ada yang tidak mungkin.”
“Mengapa dia tidak lagi berani menyapa?!”
“Bila dia menyapa lalu membuatmu dan dia semakin susah bagaimana?!”
“Mengapa dia membutuhkan status dan pengakuan?!”
“Keyakinan tak memerlukan semua itu karena hati bicara.”

Semua ini akan menjadi lebih mudah bila sama-sama mau membicarakannya secara terbuka agar tidak ada praduga ataupun salah sangka. Yah, memang semua ini sangat sensitif hingga tak jarang niat baik pun justru menjadi salah. Marah dan kesal sudah biasa terjadi tetapi semua tergantung pada diri sendiri dan bersama, apa sebenarnya yang diinginkan?! Apa tujuan bersama itu?!

Rasa saling percaya dan saling mengerti akan terus terasah bila sama-sama mau terbuka satu dengan yang lainnya. Tidak perlu ada yang ditakutkan bahkan marah sekalipun. Di dalam setiap marah selalu ada tambahan langkah dalam bercinta, yaitu lebih saling mengenal. Percayalah bahwa bila memang benar itu cinta, maka semuanya akan kembali lagi. Segala peristiwa yang terjadi tidak akan pernah membuat rasa menjadi jauh tetapi justru lebih merekatkannya.

Tulisan ini saya peruntukkan bagi sekuntum bunga mawar merah dan sang burung pipit. Bunga mawar merah yang sedang mekar dengan indahnya dan sang burung pipit yang ingin terbang tinggi meninggalkan sarangnya. Bersama mereka ingin mengelilingi angkasa dan memberikan keindahan bagi dunia.

Apapun pilihan itu, cita adalah cinta. Hadapilah dan syukurilah semua yang terjadi. Yang terindah dan terbaik selalu diberikan oleh-Nya,

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Kala Cinta Sekuntum Bunga Mawar Merah dan Sang Burung Pipit Bertemu

  1. Salut! Tulisannya sangat berbobot. Yang paling saya sukai, kalimat: “Terlalu banyak kepedihan dan air mata yang harus dilihat, dirasakan, dan ditutupinya. Dia membutuhkan air yang bisa menyegarkan tubuh dan jiwanya kembali.”

    Saya jadi iri, ingin bisa menulis sebagus itu. Tolong beri saya saran untuk memperbaiki tulisan saya, “Air Mata Gumiho”:
    http://menangislah.wordpress.com/air-mata-gumiho/

  2. Apapun pilihan itu, cita adalah cinta. Hadapilah dan syukurilah semua yang terjadi. Yang terindah dan terbaik selalu diberikan oleh-Nya, SEPAKAT.

    salam
    omjay

  3. aqila says:

    Cara penulisannya menarik dan membuat kita ingin membaca sampai habis..salam.

  4. antee says:

    nice, pengen bisa ungkapin isi hatii yg terpendam dlm tulisan sebaguss ituu…tp semuaa cm ada di kepalakuu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s