“Mbak, Kenapa Kalau Saya Mens Sakit?!”

Sebuah pertanyaan yang diajukan seorang perempuan muda belia berusia 19 tahun. Sebuah pertanyaan yang wajar diajukan karena sebagai perempuan saya juga mempertanyakannya. Yang bikin saya bertanya, “Siapakah yang paling pantas menjawab pertanyaan ini?”

Sebelum menjawab pertanyaannya, saya bertanya balik terlebih dahulu.

“Apa kamu pernah menanyakannya kepada ibumu?”

“Nggak.”

“Kenapa?!”

“Paling mama jawabnya, ya, gitu, deh!”

“Apa?”

“Mana dia mengerti, Mbak?!”

“Ini bukan masalah mengerti atau tidaknya. Mamamu, kan, perempuan juga.”

“Iya, tapi untuk masalah seperti ini mana dia bisa menjawabnya.”

“Memangnya waktu pertama kali kamu mendapatkan menstruasi, tidak ada perbincangan dari hati ke hati dengannya?”

“Tidak ada. Biasa saja.”

“Maksudnya?!”

“Hanya dibilang suruh hati-hati saja. Saya sudah besar. Jaga keperawanan. Itu saja!”

“Oke.”

Terus terang saja, saya sangat kecewa. Kenapa hal ini harus terjadi terus-menerus?! Kenapa ibu tidak juga mengajarkan putrinya untuk mengenal tubuhnya dengan baik dan benar?! Informasi ada di mana-mana, apalagi untuk mereka yang tinggal di kota besar dan bersekolah. Enggan, segan, malu, takut, atau kenapa?!

Perlu saya ingatkan, bahwa jangan menganggap pertanyaan ini sebuah pertanyaan yang sepele. Ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat penting dalam kehidupan seorang perempuan. Bila dia mendapatkan jawaban yang salah, semuanya bisa menjadi salah.

Mengajarkan anak untuk mengenal tubuhnya sangat membantunya untuk bisa menghargai tubuhnya sendiri. Tentunya ini akan sangat membantunya siap dalam menghadapi kehidupan di luar sana. Dia menjadi tahu apa dan bagaimana memperlakukan dirinya dengan baik dan benar. Membentuknya menjadi seseorang yang memiliki kepribadian.

Nah, biar tidak bingung bagaimana menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya belajar dulu apa sedikit mengenai alat reproduksi perempuan.

Organ reproduksi perempuan terdiri dari apa yang disebut dengan uterus atau rahim. Bentuknya seperti buah pear, lonjong ke bawah dan besarnya kira-kira sebesar kepalan tangan. Lalu ada lagi yang disebut dengan cervix yang merupakan jalur antara saluran vagina dan merupakan tempat keluarnya darah menstruasi. Di kiri kanan uterus, terdapat tuba fallopi, yang di ujung-ujungnya terdapat ovarium. Ovarium sendiri ukurannya seperti kacang almond dan memproduksi telur. Di dalam ovarium ini terdapat 200 ribu sampai 400 ribu follicle yang berisi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan telur. Di dalam uterus, ada yang disebut dengan endometrium. Endometrium inilah yang luluh saat terjadi menstruasi. Selain jaringan endometrial, menstruasi juga mengeluarkan darah yang keluar lewat cervix dan vagina. Bila terjadi kehamilan, endometrium akan menebal dan diisi dengan jaringan darah yang kemudian terhubung dengan plasenta.

Ini juga merupakan pengetahuan agar tidak sembarangan memperlakukan tubuh sendiri sehingga akan menyesal di kemudian hari seperti melakukan aborsi.

Siklus Menstruasi Siklus Menstruasi

Mengenai rasa sakit, kita bisa membayangkannya dengan sariwan di mana sel epitel yang ada di dalam mulut sedang terluka. Saat menstruasi, sel epitel yang ada di dalam rahim meluruh, makanya seringkali menyebabkan sakit. Ini tidak masalah, kecuali bila sangat sakit. Ada kemungkinan posisi rahimnya yang agak miring sehingga bersinggungan dengan syaraf-syaraf pada tulang belakang atau ada kelainan di dalam rahim. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Oh ya, jangan takut pergi memeriksakan diri ke dokter kandungan hanya karena masih perawan dan atau takut dibilang macam-macam. Lebih baik sehat daripada menderita hanya karena rasa takut dan juga malu!!!

Untuk para ibu, saya sangat berharap agar mau untuk memberikan pengajaran kepada anaknya dengan baik dan sebisa mungkin menjawab semua pertanyaan mereka.

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

30 Maret 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Pendidikan Sosial and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to “Mbak, Kenapa Kalau Saya Mens Sakit?!”

  1. delvia says:

    dok knapa ya aku sdh menikah 1 tahu lebih blom d karuniakn ank

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s