Bunga Bukanlah Bunga

Illustrasi: himawarine.blogspot.com

Judul dan tulisan ini terinspirasi oleh sebuah lagu yang dimainkan oleh Ryuichi Sakamoto “A Flower is Not a Flower”. Lagu itu dialunkan dengan sebegitu indahnya dalam kolaborasi dan perpaduan antara dentingan suara piano, biola bernada tinggi, dan cello bernada rendah. Sungguh sangat mempengaruhi rasa dalam hati. Membawa pikiran saya melayang ke dalam sebuah sketsa dan potret dalam teatrikal kehidupan. Bunga bukanlah bunga.

Bunga matahari bermunculan di mata saya. Kuning, besar, dan mekar. Bertebaran dalam hamparan yang luas. Bergoyang lembut diterpa angin. Tidak saat matahari sedang muncul di permukaan, namun saat matahari menjelang sudah hampir berada di balik sisi yang lain. Suasananya menjadi sangat berbeda. Di saat “antara” itu, bunga matahari tetap kuning, besar, dan mekar.

Tidak mudah untuk tetap bisa menjadi indah saat berada di antara. Selalu ada dorongan dan terpaan juga tarikan untuk memilih salah satu. Pilihan yang belum tentu juga benar. Bisa membuat bunga menjadi lebih indah atau kebalikannya. Bunga justru mati dan layu tanpa meninggalkan bekas ataupun jejak keindahan yang seharusnya.

Berada di antara bukan berarti tidak memilih. Memilih untuk bisa tetap menjadi diri sendiri dan tidak menjadi yang lain adalah sebuah keberanian. Namun siapapun yang memiliki keberanian ini pasti akan selalu menjadi bunga yang terus besar, mekar dan bersinar. Keindahan yang tidak bisa dibandingkan dengan keindahan bunga-bunga lainnya. Setiap bunga menjadi indah karena dirinya sendiri baik bila sedang berada di antara bunga lain yang telah memilih ataupun bahkan sedang berada di antara. Terang ataupun gelap keindahannya akan terus terlihat dan tampak dengan sangat jelas.

Romantisme dalam khalayan pun semakin menjadi. Seikat bunga matahari yang kuning, besar, dan mekar pernah diberikan sebagai ucapan cinta. Bertanya kepada yang memberikannya, kenapa bukan mawar merah?! Dijawab olehnya, “Apakah harus mawar merah yang menjadi perlambang cinta?! Bunga ini menjadi perlambang selalu ada sinar dalam kehidupan, di mana ada cinta yang membuat semua itu menjadi terus bercahaya.” Hmmm….

Serangkaian bunga berada di dalam bejana. Saling berlomba menarik perhatian. Yang mana yang paling disukai?! Yang mana yang paling menawan?! Hanya bunga yang memberikan cinta dengan segala ketulusan adalah yang paling memikat. Tidak harus selalu merah ataupun merah muda. Kuning di antara merah justru lebih mempesona. Memberikan sebuah nuansa keindahan yang berbeda. Lebih sedap dipandang dan lebih menyenangkan dirasa.

Memang banyak yang memilih untuk mengambil bunga yang lain. Bunga yang paling banyak dan paling sama dengan yang lainnya. Namun apakah pemetik bunga bisa melepaskan diri dari pesona bunga berbeda yang paling mempesona itu?! Tangan boleh memetik yang lain namun mata tetap tidak pernah lepas dari keindahan bunga yang berbeda itu.

Bila memang bunga ingin tetap menjadi bunga yang terindah, bunga tidak boleh takut untuk berbeda. Bunga akan menjadi lebih kuat dan bisa terus bertahan lama justru dengan menjadi berbeda. Siapa yang bisa melupakan pesona yang berbeda itu?! Selalu akan ada di dalam hati dan ingatan.

Pemandangan pun kemudian berubah menjadi sebuah lukisan yang dibuat oleh Van Gogh, seorang pelukis yang karyanya sangat saya sukai. Titik-titik terangkai dalam beragam warna yang menjadi satu membentuk bunga matahari yang kuning, besar, dan mekar. Siapa yang menyangka sebelumnya bila titik-titik berbeda warna itu bisa menjadi sedemikian indahnya?! Siapa juga yang bisa mengerti sebelumnya kenapa harus diawali dan diakhiri dengan titik agar keindahan bunga matahari itu menjadi sedemikian sempurnanya?!

Titik-titik digoreskan bukan tanpa ada arti dan makna. Justru titik-titik itulah yang membuat bunga tampak menjadi bunga. Titik-titik yang berbeda warna dan menjadi satu dalam bentuk dan bergerak dalam bayangan yang begitu nyata. Mempengaruhi dan mempermainkan setiap jiwa yang memandang dan melihatnya. Bunga yang indah dan mempesona membawa ketenangan dan kesejukan di dalam hati setiap yang melihatnya. Menjadi memori dalam ingatan yang tidak akan pernah mungkin terhapuskan.

Bila titik-titik menjadi bunga-bunga yang lain. Bunga-bunga yang juga indah dan mempesona. Berapa banyak jiwa yang bisa merasakan dan memiliki keindahan?! Menyebarkan dan membuat titik-tiik baru agar menjadi bunga-bunga yang indah lainnya. Semakin banyak bunga yang mempesona semakin tenang dan sejuk rasa di hati. Semakin indah dunia dan semesta dibuatnya.

Lagu yang diputar berulang kali itu kemudian terhenti dan pikiran saya pun berhenti juga pada sebuah sketsa dan gambar. Kali ini bukan bunga matahari yang nampak. Bunga itu adalah matahari. Matahari yang tiada henti bersinar dan memancarkan kehangatan bagi semua kehidupan. Tidak ada kata berhenti untuk terus menjadikan kehidupan ini tetap ada entah sampai kapan waktunya.

Bunga bukanlah bunga. Jadilah bunga yang memberi warna dalam kehidupan. Jangan pernah takut untuk menjadi diri sendiri. Jangan pernah juga takut untuk menjadi yang berbeda. Satukanlah hati dalam cinta bersama bunga-bunga yang lain agar menjadi besar dan selalu mekar. Memberikan terang dan kehangatan bagi kehidupan ini.

Semoga bermafaat!!!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

21 Mei 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Dari Hati, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s