Anak Haram Pun Bermimpi

Untuk tidak menjadi yang tersisih dan disingkirkan. Untuk tidak selalu dihina dan dicaci-maki. Tidak juga untuk diberi rasa iba atau kasihan. Mimpi anak haram. Anak haram!!! Apa kata dunia tentang mimpimu?!

Seorang anak terlahir ke dunia dengan dan tanpa tahu apa alasan yang menyebabkannya terlahir ke dunia ini. Tanpa tahu juga kenapa dia harus terlahir.

Ayah dan ibunya adalah bumi dan langit. Meleburkan diri dalam apa yang mereka akui sebagai cinta. Biarpun mungkin itu hanyalah sebatas ego dan nafsu. Entah benar entah salah. Tidak akan pernah mau mereka akui. Takut barangkali. Menolak semua yang benar dan membuat pembenaran sendiri. Yakin benar, pintar, intelek, berkelas, baik hati, dan tidak sombong. Hebat!!! Made for special edition only!!!

Nilai haram yang diberikan kepada anak itu sangat memukul perkembangan jiwanya. Membuatnya terkadang malu untuk turun ke dunia nyata. Muncul ke luar berarti sama dengan bersiap untuk berperang. Hujatan selalu saja mengiringi perjalanannya sepanjang waktu . Meskipun semuanya dilakukan dibalik segala pujian manis. Rasa tidak bisa dipungkiri.

Apalagi kemudian tanpa disadari dan tanpa mau diakui juga, kedua orang tuanya ternyata juga memiliki pandangan yang sebetulnya sama dengan mereka yang memberikan nilai itu. Terselubung dengan segala pembenaran yang dilakukan agar semua rasa takut dan bersalah serta kebenaran itu tidak pernah muncul ke permukaan.

Anak yang terlahir ini pun harus hidup sendiri di tengah kebohongan dan kemunafikan di antara mereka yang mengaku memiliki cinta. Cinta yang sesungguhnya tidak pernah dirasakannya. Semua hanyalah cinta kepada diri sendiri.

Tidak ada tempat untuk anak ini bisa melabuhkan segala rasa yang ada di dalam hatinya selain kata. Tidak ada juga ruang untuk anak ini menumpahkan segala buah dari apa yang menjadi pikirannya selain bahasa. Kata dan bahasa adalah teman sekaligus sahabat yang selalu ada kapanpun dan dimanapun. Bermain mereka dalam sebuah dunia. Dunia yang mereka buat sendiri. Dunia yang penuh dengan mimpi.

Mimpi anak haram penuh dengan keindahan. Penuh dengan segala cinta yang tulus dan sejatinya. Tidak ada yang namanya nilai apalagi nilai manusia terhadap dirinya. Tidak ada juga segala permusuhan dan penolakan. Yang ada hanya pelukan, belaian, dan sentuhan yang penuh dengan kasih dan sayang. Biarpun itu hanya dari kata dan bahasa.

Tidak ada yang mau mengerti ataupun mau mencoba masuk ke dalam mimpinya dan dia pun sudah enggan masuk ke dalam mimpi yang lainnya. Menjadikannya seorang anak yang selalu sepi dalam keramaian namun tetap ramai dalam kesepian.

Tidak ada rasa henti ucapan syukur kepada-Nya karena biar bagaimanapun juga, dengan dan atas apa yang terjadi, anak haram ini kemudian selalu berusaha merasakan cinta yang sesungguhnya. Selalu berusaha juga untuk mengartikan apa arti cinta yang sebenarnya. Selalu berusaha memenuhi dirinya dengan cinta dan membagikan cintanya juga untuk semua. Berusaha kersa untuk selalu mau mengerti apa dan siapa dirinya dan tidak juga merasa takut serta gentar dalam menghadapi semuanya. Terus bermimpi dan meneruskan mimpinya hingga semuanya benar-benar menjadi nyata.

Kini, baginya, menjadi tersisih dan disingkirkan bukanlah derita. Hinaan dan caci maki bukanlah juga menjadi luka. Sadar bahwa apa yang terjadi adalah yang menjadikannya kini. Berharap dan bermimpi agar kelak menjadi lebih baik dan lebih indah lagi.

Sedikit ungkapan rasa dari catatan kecilnya, “I and me are mine, mine may nothing but zero, value is yours, nothing but zero will always be mine. It is us.” – Saya dan saya adalah kami, mungkin kami adalah tidak ada selain nol, nilai adalah kalian, kami adalah tidak ada selain nol. Itu adalah kita.

Tulisan ini saya peruntukkan kepada orang tua dan keluarga anak yang dinilai haram ini. Saya ingin mereka semua mau mengakui semuanya dengan tidak selalu melakukan kebohongan demi kebohongan yang tanpa mereka sadari juga justru telah membuat diri mereka merana sendiri. Akuilah juga bahwa kebohongan itu hanyalah sementara. Hanya kejujuranlah yang bisa menjadikan semuanya abadi.

Bicara selalu mudah namun melakukan apa yang sesuai dengan yang diucapkan itulah yang menjadikan kata dan bahasa itu menjadi benar. Menghentikan juga segala pembenaran yang telah mereka lakukan. Merasa bertanggungjawab dan mau mempertanggungjawabkan semua yang telah terjadi memang membutuhkan jiwa yang besar. Salah bisa terus menjadi salah bila memang tidak mau juga menjadikan yang salah itu benar.

Saya hanya tidak ingin mereka selalu menderita dan juga sakit. Tidak juga bisa merasakan keindahan dan kebahagiaan. Saya ingin semua bisa merasakan cinta yang sesungguhnya. Cinta yang sebenar-benarnya agar cinta itu selalu ada dan ada selalu.

Saya juga berharap agar kita semua tidak begitu mudahnya memberikan nilai kepada yang lain. Nilai bisa diberikan namun apa hasil dari penilaian itu juga harus dipertanyakan. Apakah benar nilai itu?! Untuk apa nilai itu?! Kenapa harus ada nilai?! Beruntung anak haram yang satu ini tidak larut dan tenggelam. Bagaimana dengan yang lainnya?

Kita adalah manusia. Manusia adalah sama. Nilai bukanlah hak. Nilai hanya diberikan oleh yang menciptakan kita semua. Sudah terlalu banyak korban hanya karena nilai yang diberikan. Apakah harus semua ini terus berlanjut?!

Dunia bisa berbeda namun dunia adalah tetap satu. Biarlah dunia berkata namun kebenaran adalah mutlak adanya. Teruslah bermimpi!!!

Semoga bermanfaat,

Mariska Lubis

26 Maret 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Dari Hati, Jiwa Merdeka, Perubahan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s