Sejak Kecil Saya Memang Sudah Cantik, Kok!

KULIT saya putih bersih. Rambut saya ikal. Mata saya bulat. Bulu mata saya lentik. Saya juga pintar menari. Semua pasti senang melihat saya. Semua pasti ingin memeluk saya. Saya memang cantik!!!

Koh Herry. Nama samaran, ya!!! Usianya sekarang sudah mendekati angka 60 tahun. Punya restoran kecil di daerah Jakarta Selatan. Seorang pria lemah gemulai yang juga memiliki keahlian pijat refleksi. Saya kenal dia karena dia suka memijat teman-teman saya sebelumnya. Karena cocok, saya jadi salah satu langganannya.

Kian lama hubungan kami semakin erat. Saya senang sekali mendengarkannya bercerita. Seru, sih!!! Kocak!!! Ada saja cerita-cerita lucunya!!! Mulai dari cerita belajar pakai sepatu hak tinggilah, salah pasang bulu mata palsu, sampai cerita harus kabur terkena razia polisi. Hehehe… Dia dulu memang sempat mangkal di jalan. Menjajakan diri sebagai seorang waria Pekerja Seks Komersial. Apalagi kalau dia cerita soal pacar-pacar lamanya. Wah, seru banget, deh!!! Biarpun ada sedikit perasaan “gimana”, tapi buat saya, bukan satu hal yang bisa mengganggu pertemanan saya dengannya.

“Koh, boleh nanya, nggak?”
“Boleh, dong, say! Mau nanya apa, sih?!”
“Sejak kapan engkoh jadi waria? Maaf ya, Koh?! Pengen tahu aja!”
“Wah, dari lahir kali, ya! Hehehe….”
“Dari lahir?”
“Seingat saya, dari kecil saya sudah suka sama boneka. Sukanya pakai rok. Hobinya juga nari.”
“Dari umur berapa?”
“Dari kecil banget!!!”
“Orang tua engkoh nggak marah, ya?!”
“Papah, sih, suka marah, tapi mamah nggak. Mungkin karena mamah pengen punya anak perempuan. Dia malah yang suka mendandani saya.”
“Masa, sih?!”
“Iya! Malah mamah suka beliin rok dan pita-pita rambut untuk saya. Seneng, deh!!!”
“Senengnya?”
“Kalau habis dandan, banyak yang bilang saya cantik!”
“Siapa?”
“Tetangga-tetangga di sana!”
“Oh, ya?!”

Saya nggak tahu, deh, apa tetangganya Koh Herry waktu itu memang memuji atau sebetulnya justru mencela dan menghina. Mereka, kan, pasti tahu kalau Koh Herry adalah seorang anak lelaki. Nggak mungkinlah kalau sampai nggak tahu. Kasihan banget, ya, Koh Herry!!!

“Terus, sejak kapan, nih, engkoh kenal sama pria?”
“Pertama kali diperawanin gitu, maksudnya?!”
“Hehehe…. iya, deh!”
“Umur sembilan tahun.”
“Sama siapa, Koh?!”
Gini ceritanya…., kan, rumah saya itu dekat dengan tempat penitipan anak-anak. Semuanya lelaki. Saya suka main ke sana. Nah, si yang punyanya itu suka ngajakin saya mandi. Saya suka dimandiin dia. Terus, dia ikutan mandi juga.”
“Terus?”
“Terus… saya suka disuruh pegang “anu”-nya. Tahu, dong!!! Hehehe…”
“Hmmm…..”
“Lama-lama bukan cuma dipegang, deh! Hihihi….”
Nggak takut, Koh?!”
Nggak, ah! Seneng!!!”
“Kenapa seneng?”
“Habis saya disayang. Dimanja. Suka dibeliin macam-macam.”
Gitu, ya?”
“Eh, mau tahu nggak dulu pakai apa biar licin?”
“Pakai apa, Koh?”
“Minyak kelapa! Hihihihi….”
Hah!!!

Selanjutnya kemudian dia bercerita bahwa sejak saat itu, dia mulai sering “dipakai” bergilir. Digilir sama anak-anak lelaki remaja yang ada di sana. Malam-malam. Di kali. Pakai minyak kelapa juga!!!

Sampai sekarang, sampai detik ini, saya masih belum bisa percaya seratus persen dengan cerita Koh Herry. Berdasarkan pengalaman, sih, banyak dari mereka yang suka hiperbol juga. Namun tidak tertutup kemungkinan hal ini bisa saja terjadi. Soalnya, yang ceritanya mirip seperti dia, ada banyak. Pelaku dan tempatnya saja yang berbeda-beda.

Saya yakin banget bahwa di balik keceriaan Koh Herry dalam menceritakan setiap pengalamannya ini pasti ada kesedihan yang terpendam. Semuanya ditutupi dengan ucapan, “Saya memang cantik, kok! Sejak kecil sudah cantik!”. Menjadikan ucapan itu sebagai sebuah pembenaran atas semua yang terjadi.

Manusia tidak bisa melihat. Tuhan Yang di Atas sana Maha Tahu. Semoga kita semua diampuni-Nya.

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

8 November 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Sejak Kecil Saya Memang Sudah Cantik, Kok!

  1. ovie endra says:

    saya menyimak semuanya..mba..suka..sekali..

  2. adhe says:

    boleh tau alamat restorannya ga? saya mauu bikin malah tentang waria, .

  3. choby says:

    penulis sungguh bijaksana… bisa memahami hal yg seperti itu…semoga tambah terbuka mata hati mu….GOD BLESS YOU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s