Maharamya Madana Buana Bayu Fajar (Catatan Kumbang dan Malam Setelah Fajar #3)

Daffodil, Bunga Cinta ML Illustrasi: Google

Maharamya madana, keindahan cinta, menjadi kian elok dan rupawan bila terus dijaga dan dirawat. Doa dan restu akan membuat segalanya menjadi lebih mudah, apalagi bila dijalani bersama dengan sepenuh dan sejatinya cinta serta ketulusannya. Dunia pun akan terus meniupkan angin fajar yang menghantarkan terang pada kegelapan karena cinta mengalahkan segalanya.  Hanya cinta jualah yang membuat semuanya menjadi indah dan dipenuhi keindahan.

Kemarin dan sebelumnya, ada banyak marah dan ketersinggungan. Sama sekali tidak membuat satu, dua, dan semua menjadi bahagia. Kini, rasa bahagia tak kuasa lagi untuk dibendung. Rasa cinta dan rindu membangkitkan gelora gairah asmara di atas langit ketujuh. Tak ada yang akan pernah mampu menghentikan keindahannya.

 “Di pelupuk mata ini, melihat matamu dan tersenyum. Ada wajah yang member bahagia, dan ada pelukan yang menghangatkan. Kecupan penuh arti di bibir, hmmm….. Tak ada kata. Mata, senyum, rina, sentuhan, dan degup di dada menguraikan semuanya. Jemari yang lembut memoles wajah dan membuatnya semakin tersipu. Sejuta pelukan sehangat fajar.”

“Bola matamu pun menggelinjang.”

“Liar menghilang di dalam dekapan.”

“Dalam desah panjang serta jari yang mencengkeram.”

“Tiupan suara hembusan di telinga.”

“Belai lembut jemari pada setiap lekuk.”

“Cumbuan bibir yang menggeliat.”

“Dalam tarikan lidah yang menggoda.”

Aduh! Tak terasa air mata bahagia penuh haru menetes di pipi. Biarlah terus mengalir untuk menjadi pupuk yang terus merawat cinta yang ada.

“Diri ini tak bisa berdusta, betapa dipenuhi rasa cinta, dililit kerinduan mendalam. Di atas awan, langit ketujuh. Ingin berdua bersama menarikan tarian cinta bersama berjuta bintang yang mendendangkan kidung agung asmara kita.”

“Terima kasih, sayang. Sulit melukiskannya. Semua terasa indah dirasa. Rasa ini mengalir begitu deras, membelai malam menghembuskan rindu berjuta cinta untukmu.”

“Rembulan yang mengintip pun tersenyum bahagia menyaksikan gairah yang memberi kehidupan.”

“Dan jutaan bintang menari memancarkan cahaya indahnya, mengelilingi bulan serta berbisik, “Kalian dipertemukan angin dari dua kutub menyatu dalam cinta.””

“Di garis pertemuan lintang dan bujur kita bertemu dan dipersatukan. Di bentangan lintang dan bujur jugalah kita akan memberi dan membagikannya.”

“Dengan dirimu, diri ini ingin menghabiskan waktu yang singkat dan hanya sesaat untuk sebesar- besarnya bagi cinta kita dan semua. Dekaplah diri ini erat dan jangan pernah biarkan pergi. Tak ingin pernah lagi mendustai diri, cinta yang ada terlalu indah untuk dipungkiri.”

“Tak akan pernah ragu diri ini mendekap serta menjagamu. Biarlah seluruh penghuni planet ini menjadi saksi. Menembus cakrawala mendendangkan hidup dan membangkitkan kehidupan. Itulah cinta kita, sayang.”

“Saya mencintaimu, priaku, cintaku.”

“Terima kasih kita sampaikan pada langit dan bumi. Diantaranya kita terbang dan melayang wahai perempuanku, cintaku.”

“Terima kasih untuk semua keindahan ini.”

“Terima kasih pula buat nirwana cintaku.”

Aaaahhhh!!! Cinta membuat diri ini menjadi penuh dengan khayal dan mimpi. Menantikan fajar untuk segera datang dan menjemput. Membawa diri untuk berdua bersama menerjang langit yang hitam menuju matahari. Tinggi di atas awan dan mengukir bintang itu agar menjadi yang terindah.

Seringkali rasa ragu, ketakutan, dan kecemasan akibat kisah dan peristiwa di masa yang pernah lalu, menghentikan langkah untuk bisa maju ke depan. Amat sangat dibutuhkan keinginan di dalam genggaman tangan yang kuat dan erat oleh bersama agar semua mimpi itu terwujud. Keyakinan dan keteguhan hati di dalam cinta bersama dan benar untuk bersama yang akan menjadikannya.

Pada saat semua itu memang benar, maka seharusnya tidak pernah ada penyesalan di kemudian hari. Proses di dalam menjalani jalan menuju kebahagiaan yang senantiasa akan selalu penuh dengan lika dan liku. Kerikil tajam akan terus mendera dan badai akan terus menghadang. Namun, tidak ada yang tak mungkin bila cinta itu benar adanya. Marah dan kesal pun sesungguhnya hanyalah bagian dari proses saling mengenal satu dengan yang lainnya.

Bercumbu dan bercinta dalam kata menjadikan bahasa itu bisa lebih mudah untuk dimengerti dan dipahami bersama. Komunikasi yang dibutuhkan untuk menjaga, merawat, dan mencapai tujuan bersama akan terbentuk dan membuat segalanya menjadi lebih muda. Perbedaan tak perlu menjadikan jurang pemisah itu semakin besar dan lebar, tetapi justru membuat bisa saling mengisi dan terisi.

Siapa yang bisa menolak keindahan cinta?! Cinta selalu menjadi aspirasi yang mendorong keindahan itu ada karena cinta itu sendiri adalah keindahan. Pengembaraan kata di dalam cinta tidak akan pernah bisa ditolak dan disingkirkan karena di sanalah gairah kehidupan itu akan terus ada. Cintalah yang membuat kehidupan ini terus hidup dan berlanjut. Tidak ada yang tidak indah di dalam cinta meski banyak yang merasa pahit dan getir karena cinta. Hanya mereka yang mampu merasakan dan mendirikan cintalah yang memiliki cinta.

Maharamya madana buana bayu fajar, buah cinta yang akan selalu dijaga dan dirawat dengan senantiasa penuh cinta.

Salam hangat penuh cinta selalu,

 

Mariska Lubis & Edysa Tarigan  

10 Juni 2011

 

Catatan:

Catatan Kumbang dan Malam #1

Catatan Kumbang dan Malam #2

 

 

 

 


About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s