Berani Buka Baju?! Telanjang?!

Iya, buka baju! Membuka setiap helai benang yang menutupi badan. Menunjukkan seluruh permukaan kulit luar yang dimiliki. Menampilkan setiap lekukan tubuh. Memamerkan seluruh anggota bagiannya termasuk yang sangat pribadi sifatnya itu. Berani?! Bukan hanya di kamar atau di kamar mandi, lho, ya?! Di mana-mana!!! Kalau berani, angkat  tanggannya, ya?!

Wah, kok, nggak ada yang angkat tangan, ya?! Kenapa?! Nggak ada yang beranikah?! Suka begitu, deh!!! Malu-malu kucing, ah!!! Hehehe…. Padahal lumayan, lho, hadiahnya!!! Tidak perlu ditanya lagi berapa jumlah “pemasukan” yang mungkin akan didapatkan. Pastinya, bakal ngetop!!! Ngetop habis!!!

Tidak percaya? Coba saja buka baju di tengah lapangan sepak bola pas lagi pertandingan antara Persib lawan Arema?! Pasti bakal dapat banyak sekali pemasukannya. Dalam bentuk ketawa dan mata melotot, tapi ya. Mungkin juga timpukan batu. Kalau untuk urusan ngetopnya, pasti ngetoplah. Dengar saja radio. Nonton acara televisi. Baca berita di koran dan majalah. Dijamin bakal ada beritanya!!!

Lain lagi kalau berani bukanya di tempat-tempat yang memang dikhususkan untuk buka-bukaan. Berani buka baju di tempat ini bakal mendapatkan pemasukan dalam bentuk jumlah uang yang lumayan besar. Ditambah lagi pemasukan dari hasil akhir dari proses kenikmatan seksual yang cuma sesaat itu. Banyak banget!!! Ngetop juga!!! Banyak yang nyari soalnya.

Begitu juga bila berani membuka baju di depan bidikan kamera. Bisa jadi, jumlah pendapatan yang diterima jauh lebih besar. Banyak pula yang mencari. Bahkan kemudian untuk dijadikan koleksi pribadi. Ditaruh baik-baik di tempat tersembunyi atau di dalam sebuah file khusus di dalam komputer dan HP. Takut hilang, sih!!! Hehehe….

Dulu sekali, saya pernah bekerja sebagai kuli di sebuah penerbit majalah porno. Bukan di Indonesia. Biarpun ada juga orang kita yang “tampil” berpose di sana. Sedih sekali rasanya melihat ada saudara sendiri bertingkah laku seperti itu. Ingin rasanya menyuruh dia untuk kembali saja ke tanah air. Pasti adalah pekerjaan yang lebih layak meskipun mungkin uang yang didapatkan tidak terlalu besar namun lebih terhormat.

Setiap hari, tugas saya adalah membolak-balik majalah untuk mencari tahu apakah ada iklan yang terlewati. Biarpun iklan yang dicari, tapi tetap saja, kan, semuanya harus saya lihat. Sampai bosan banget, deh, melihat pria dan perempuan tanpa baju. Berbagai pose dan posisi pula. Mual banget sudah. Kalau tidak memikirkan riset dan uang sekolah, sih, sudah kabur kali. Eneg!!! Banget!!!

Namun saya pernah beberapa kali mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan mereka yang fotonya terpampang di majalah itu. Agak risih juga, sih!!! Habis sudah lihat bagaimana bentuk barangnya!!! Jadi suka malu sendiri!!!

Dalam setiap percakapan, saya selalu bertanya kepada mereka, “Apakah kamu melakukan ini juga dengan alasan karena kamu sangat mencintai dan mengagumi tubuhmu?”.

Awalnya mereka semua bingung dengan pertanyaan saya ini dan saya pun kemudian menjelaskan bahwa ini ada hubungannya dengan rasa bangga memiliki tubuh yang indah dan menawan serta sedap dipandang mata. Jawaban dari mereka semua secara garis besarnya, “Iya juga!!! Tidak bisa dipungkiri kalau ada rasa kepuasan tersendiri bila ada yang memuji dan bahkan sampai terangsang bila melihat tubuh indah kami.”

Sudah saya duga, pasti mereka akan menjawab seperti itu. Kalau tidak, berarti mereka bohong. Siapa, sih, yang tidak senang mendapatkan pujian karena memiliki tubuh yang indah? Saya juga senang, kok!!! Biarpun sebesar gambreng begini pun, kalau ada yang bilang menarik saja, rasanya sudah senang. Apalagi kalau ada yang bilang seksi. Bisa terus pulang dan berpose ria di depan kaca!!! Hehehe….

Mengagumi keindahan tubuh sendiri adalah hal yang sangat wajar. Bisa menimbulkan rasa percaya diri. Malah kalau tidak mengaguminya, menurut saya, berarti sama saja dengan tidak menghargai diri sendiri. Tidak juga bersyukur atas segala keindahan yang didapatkan itu. Yah, kalau misalnya terlalu gemuk dan kurus, bisa olahraga dan diet yang benar. Tapi, tidak sampai harus kemudian diubah sana diubah sini, dong!!! Mengerikan sekali!!! Kecuali kalau memangnya ada kelainan yang sudah mengganggu sekali baik dari segi penampilan ataupun kesehatan. Ya, itu sih, harus barangkali.

Memiliki fantasi untuk bisa tampil tanpa busana di depan umum juga adalah hal yang masih wajar menurut saya. Ini adalah bagian dari fantasi seks terliar yang setiap orang berbeda-beda. Namanya juga cuma dalam fantasi, yah, tidak masalah, kan?! Malah bisa jadi membantu untuk bisa mempererat hubungan dengan pasangan. Soalnya, bisa membuat acara bercinta jadi lebih menggairahkan.

Menjadi masalah kalau sudah amat sangat mengaguminya sampai-sampai lupa dan menunjukkannya ke mana-mana. Itu, sih, sudah sakit jiwa namanya. Bisa dibilang gila!!! Seperti mereka yang suka mencari sensasi dengan membuka baju di depan umum itu!!! Kalau di tes oleh para ahli psikologi, pasti akan ditemukan kelainan, deh!!! Apapun alasannya. Baik dengan alasan cinta, uang, atau terpaksa bahkan untuk alasan berjuang untuk kepentingan umum. Apalagi suka. Kalau sampai mau, pasti ada kelainan jiwa. Nggak percaya???  Silahkan datang dan melakukan serangkaian tesnya. Tapi lanjut diterapi, ya!!!

Begitu juga dengan mereka yang suka menunjukkan alat vital mereka di depan umum. Mempermainkannya pula. Sampai orgasme lagi!!! Semakin banyak yang melihat dan berteriak, semakin terangsang dia. Semakin puas pula. Benar-benar sakit jiwa sudah!!! Sudah harus mendapatkan penanganan khusus oleh para ahli kejiwaan. Tidak boleh dibiarkan berkeliaran begitu saja. Banyak, kan, yang masih berkeliaran di sana-sini. Membuat takut banyak perempuan pula!!! Heran juga, kenapa, ya, mereka tidak ditangkap oleh badan sosial untuk kemudian diberikan penanganan khusus?! Apa dianggap tidak meresahkan?! Kasihan banget!!!

Jadi, biarpun tadi tidak ada yang mau angkat tangan, saya merasa sangat senang sekali. Tandanya, semua masih pada sehat. Tidak tahu kalau angkat tangannya di belakang saya?! Jangan sampai, ya!!!

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

2 Februari 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Fakta & Kenyataan, Pendidikan Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s