Alam Pun Dipenuhi Cinta

Illustrasi: deviant art

Seekor kupu-kupu terbang mengelilingi dan hinggap di gaun malam berbunga. Tak mau pergi dan bahkan berjalan menelusuri tangan hingga berdiam sejenak di jemari. Kupu-kupu lain terbang mengelilingi cahaya di atas kepala dan hinggap di rambut untuk menghiasnya. Mengintip kupu-kupu di jemari seolah malu-malu untuk mengajaknya bercinta.

Malam itu rembulan sedang temaram, entah mengapa bintang pun tak berbinar seperti biasanya. Tetapi kupu-kupu, satu, dua, tiga, dan menjadi sembilan datang menyapa. Kopi dan lap top pun menjadi tempat singgah. Tak berani bergerak dan nafas pun berusaha untuk tak mengganggu. Tak ingin mereka pergi agar bisa menikmati keindahan mereka selamanya.

Sedang musimnya barangkali kupu-kupu bercinta hingga gaun malam berbunga pun sudah membuat lupa ingatan. Menjadi tempat peraduan untuk saling menatap dan menebarkan pesona. Tiada madu dan semerbak keharuman pun mereka bisa menikmati suasana nikmatnya bercinta.

“Apakah cinta harus mengenal waktu dan tempat?! Kapan dan di mana?! Dengan siapa dan bagaimana?! ”

“Bila memang benar cinta adalah anugerah maka seharusnya tiada ada batas meskipun banyak yang membatasi dan membuatnya menjadi keterbatasan.”

“Apa dan bagaimanakah menilai cinta?!”

“Kenapa harus ada nilai di dalam cinta?! Bukankah di dalam keyakinan atas Sang Maha Cinta tiada ada nilai selain hanya Dia yang bisa memberikannya?!”

Sekarang kupu-kupu, besok akan datang kunang-kunang. Mereka selalu datang silih berganti pada saat dan musim yang tepat. Bukan hanya di teras dan di kebun, kamar tidur pun mereka jadikan tempat saling mengenal, menyapa, bercinta, dan berusaha meneruskan kehidupan. Anugerah yang selalu disyukuri dapat diberikan kesempatan untuk melihat dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Selalu saja tersenyum  mengingat apa yang menjadi pemandangan keseharian. Sejak fajar datang di sebelah kiri, selalu ada saja keindahan yang nampak. Burung-burung kecil yang mandi di daun-daun anggrek yang basah oleh embun dan hujan. Laba-laba bersarang besar dan lebar bersemu kemerahan dengan kakinya yang panjang terus melebarkan sarangnya di antara pepohonan bergantung. Bunga-bunga anggrek aneka jenis, rupa, dan warna itu pun tak pernah berhenti berbunga sepanjang tahun. Ah! Luar biasa!!!

“Tidak ada satu pun yang tercipta yang tidak membutuhkan cinta. Namun, kenapa harus mempertanyakan kapan cinta itu datang untuk dimiliki?”

“Cinta itu ada bila mau mendirikan dan merasakannya. Cinta itu pun akan selalu datang tepat pada waktunya tanpa harus diminta. Mempertanyakannya membuat keraguan semakin besar sehingga jurang itu pun akan semakin lebar. Meyakininya sepenuh hati akan semakin mendekatkan diri.”

“Cinta itu pun tak perlu dimiliki tetapi hendaknya diberikan. Menjadi sebuah kebahagiaan tiada berperi bila dapat memberikan cinta tanpa pernah harus berharap dan memintanya atau bahkan dimiliki dan memiliki.”

“Di dalam cinta tidak ada susah dan duka, hanya ada keindahan sebab cinta itu sendiri adalah keindahan-Nya.”

Jika sudah begini, rasanya tak ingin apa-apa lagi. Cukup duduk diam melihat sekeliling dan mendengarkan setiap suara kelembutan alam. Merasakan setiap getaran dan larut bersama di dalam sebuah cinta. Lalu, menguraikan semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan itu lewat kata dalam tulisan. Untuk kemudian dibagikan lagi kepada semua agar semua bisa dipenuhi oleh cinta dan agar cinta itu selalu ada dan ada selalu.

“Cinta selalu menjadi aspirasi yang bisa mendorong dan menjadikan keindahan itu ada.”

“Tentunya bila tiada keinginan, hasrat, ambisi dan segala sesuatu yang membuat keindahan itu menjadi sirna.”

“Roh dan jiwa yang dipenuhi dengan cinta akan selalu memberikan cinta di dalam setiap detik waktunya, memancarkan setiap keindahan yang membuat semua dipenuhi dengan cinta.”

“Menjadikan segalanya memiliki arti dan makna. Bahagia itu pun memang yang sejatinya dan bukan yang dipaksakan ataupun memaksakan. Semua memiliki kebahagiaannya sendiri.”

“Semua berasal dari cinta dan semua lahir sendiri dan akan kembali lagi sendiri.  Kenapa harus takut sendiri bila memang meyakini cinta?! Kenapa membutuhkan pengakuan bila mengakui bahwa cinta yang satu dan sejatinya hanyalah Dia?!”

Alam menyajikan semua cinta dengan dan tiada akhir. Tidak akan pernah habis memberikan inspirasi tentang keindahan dan kehidupan. Mengajarkan banyak hal lewat kisah dan cerita yang bahkan tak nampak dan tak terdengar secara kasat mata dan telinga. Cacing-cacing di dalam tanah yang terus menggeliat menggali itu pun memberikan banyak arti dan makna.

“Tidak mudah untuk mau melihat, mendengar, dan merasakan. Mengerti dan pengertian pun sebenarnya hanya menjadi tuntutan untuk selalu dimengerti tanpa pernah mau mengerti.  Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan hanyalah apa yang memang mau dilihat, didengar, dan dirasakan tanpa pernah mau melihat, mendengar, dan merasakannya dari, dengan, dan untuk yang lainnya.”

“Memperkosa cinta dengan selalu berkata dan menyerukannya lewat jubah kebesaran teater Sang Maha yang membuat cinta itu sendiri menjadi dilecehkan, meski mengaku menghormati dan menghargainya.”

“Selalu menuntut hak dan mengabaikan kewajiban. Memberi pun karena ada yang diinginkan dan diharapkan. Bila tidak sesuai maka lalu akan kecewa dan segala kisah serta peristiwa tentang kebaikan dan keburukan itu pun terus diungkap untuk menjadi bukti serta alasan.”

“Ah! Menyedihkan!!!”

Bermimpi bahwa semua mau belajar untuk merendahkan hati agar bisa melihat, mendengar, dan merasakan segala keindahan cinta yang ada dan yang telah diberikan. Tidak menjadi sombong dan tinggi hati yang membuat cinta itu menjadi hilang dan terus menghilang. Tidak meremehkan yang kecil dan selalu berambisi untuk menjadi besar tanpa mau menghargai dan berani menghadapi serta menjalani proses untuk menggapai semua mimpi.

Terkadang dan bahkan seringkali kita sudah terpaku dengan pola rutinitas berulang dan turun menurun sehingga perubahan itu menjadi tiada. Tidak memiliki keberanian untuk memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Tidakkah malu pada kupu-kupu dan kunang-kunang?! Bahkan untuk bisa meneruskan kehidupan pun mereka harus terus berevolusi dan berjuang menghadapi banyak sekali halangan dan rintangan. Mereka yang merasa besar dan berkuasa serta lebih tinggi dan sempurna, yang selalu meremehkan dan merendahkan mereka pun tak membuat mereka surut untuk terus berjuang. Di dalam sunyi dan diam mereka pun sebenarnya tak pernah diam, tetapi terus mengepakkan sayapnya dan terbang untuk memberikan keindahan cinta bagi kehidupan dan semua.

Malam ini, tidak semuanya tertidur dan terlelap. Burung-burung bermata besar sesekali memanggil cintanya dan mendendangkan lagu kerinduannya. Jangkrik menderik menggesekkan sayapnya untuk menghibur dan para kodok tak henti mengajak untuk bercinta. Kelelawar pun mengelilingi langit untuk menjaga cintanya. Duh!!!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

13 Juni 2011

 

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Dari Hati, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s