Awal Yang Tiada Pernah Berakhir

Illustrasi:: israelsmith.com

Perjalanan hidup tiada pernah ada yang bisa menduga. Buruk baik susah senang, apapun bisa terjadi dan semuanya harus dihadapi dan dijalani dengan sebaik-baiknya. Siapa yang pernah bisa memberikan nilai karena yang paling tahu sebenarnya dan yang paling merasakannya adalah diri sendiri. Proses di dalam mencari kebahagiaan tidak akan pernah ada habisnya, seperti juga di dalam proses mencari dan menemukan cinta sejati.

Seorang perempuan cantik yang selalu dikelilingi dan diperebutkan oleh para kumbang pemetik madu memberikan sebuah kejutan. Tanpa ada berita ataupun cerita sebelumnya, dia mengundang untuk datang menghadiri pesta pernikahannya yang kedua. Bersama dengan seorang pria muda yang dulu adalah adik kelasnya.

“Datang, ya! Saya mau menikah lagi di awal bulan depan nanti. Dengan siapa?! Nanti juga kalian tahu sendiri! Hehehe….”

Selama ini, tidak pernah tahu apa yang terjadi. Dia dengan empat orang anaknya dan suaminya terdahulu tampak baik-baik saja dan bahagia. Namun, ternyata, semua itu sudah berakhir setahun sebelumnya, dan kini dia ingin melanjutkan kehidupannya dengan kehidupan yang baru. Meneruskan dan melanjutkan proses di dalam perjalanan hidupnya.

“Kami sudah berpisah setahun yang lalu. Siapa yang tahu masa depan, ya, Mar?!”

“Mar” adalah panggilan akrabnya kepada saya. Ya, dia adalah salah seorang sahabat saya. Kami dulu satu sekolah sewaktu masih SMP di Bandung.  Meskipun kami tidak intensif bertemu dan saling berkomunikasi, tetapi secara tidak langsung masih saling memperhatikan satu sama lain. Biar bagaimanapun juga, sahabat adalah sahabat dan sahabat adalah sepanjang masa.

Tidak ada keinginan sama sekali untuk mengungkit sebab dan penyebab mengapa semua itu harus terjadi. Bukanlah sesuatu yang menjadi penting karena setiap manusia memiliki pilihan dan juga jalannya sendiri-sendiri. Sama juga halnya dengan diri saya sendiri. Bukankah lebih baik melihat masa depan dan biarkan yang lalu itu sebagai sebuah pembelajaran yang menjadi landasannya?!

“Yah, orang hanya bisa bicara. Mereka tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi meskipun seolah sepertinya mereka yang paling tahu dan bahkan menguasai. “

“Biarkanlah mereka seperti apa adanya mereka. Semua ada masa dan waktunya. Teruslah berjalan karena hidup ini harus terus diisi dengan segala keindahan. Apa, sih, yang kita cari di dalam hidup ini selain kebahagiaan?!”

Kisah pertemuan mereka diawali dengan tak terduga. Rasa cinta yang telah sekian lama dipendam dan terpendam pada akhirnya berbuah pertemuan. Sejak dulu, pria yang akan menikahinya, ternyata sudah memendam rasa cinta. Malu karena dia adalah adik kelas dan juga takut sang pujaan hatinya sudah memiliki kehidupannya sendiri.

Sebotol Bailey’s memang membuka jalan tetapi perbincangan mengenai kekasih hati tercinta merekalah yang pada akhirnya membuat mereka bersatu. Sesuatu yang dianggap haram itu ternyata justru malah bisa menjadi pintu gerbang untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa, ya?! Bahkan barangkali ini juga membuat Dia tersenyum dan lalu menyatukan mereka di dalam cinta-Nya. Siapa yang pernah tahu?!

“Kami sebenarnya hanya sudah bosan dan jenuh dengan keadaan yang ada sekarang ini. Kemunafikan dan dusta terus merajalela. Semua merasa paling benar dan paling baik. Tanpa disadari mereka sebenarnya sudah memporakporandakan keadaan dan membuat segala sesuatunya menjadi lebih buruk. Dia yang mereka puja pun hanyalah menjadi topeng untuk menebar jala dan menjaring mangsa.”

“Beruntunglah mereka yang menyadari bahwa tinggi hati dan segala kesombongan serta hasrat dan ambisi duniawi sesungguhnya tidak akan pernah membuat diri menjadi bahagia, damai, dan merdeka.”

“Yah, kami memiliki persamaan pandangan dan juga rasa akan hal ini. Biarpun barangkali kami berbeda dengan yang lain, tetapi inilah kami. Kami tidak meminta untuk bisa diterima tetapi tidak berarti kami juga tidak menghormati dan menghargai.”

“Pengalaman memang bicara. Terkadang kita tidak menyadarinya pada waktu itu dan baru kemudian semua itu disadari. Pengalaman menjadi pembelajaran di dalam hidup yang sangat berharga. Oleh karena itulah, kita tidak perlu berkeluh kesah atas apa yang pernah terjadi. Hanya yang terpilih yang dianggap mampu untuk bisa menghadapi dan menjalaninya dengan baik.”

Hal ini tentunya menjadi sangat tidak mudah mengingat dia sudah memiliki empat orang anak dan pernah merasakan bagaimana pahit dan getirnya kehidupan di dalam berumah tangga. Penilaian atas seorang janda saja sudah miring, ditambah lagi akan menikah dengan seorang pria lajang yang belum pernah menikah dan berusia lebih muda. Bisa terbayang, kan, bagaimana nilai  itu bisa dirasionalisasikan sesuai dengan kepentingan, pandangan, dan pemikiran?! Apa pun bisa bila harus dipaksakan dan dengan cara memaksa walaupun belum tentu berarti baik dan benar. Bukankah begitu?!

“Pada awalnya, saya juga ragu dan takut. Saya tidak ingin dia mendapat nilai buruk di mata yang lain. Apalagi dia dikenal banyak orang dan tentunya banyak yang memperhatikannya. Tetapi, dia mampu meyakinkan saya sehingga saya pun tidak lagi takut dan ragu. Saya pun bersedia menjadi pendamping hidupnya dan semoga selamanya.”

Ah! Saya sungguh tidak bisa membayangkan betapa luar biasanya rasa yang ada di dalam diri mereka saat ini. Yang paling membuat saya bahagia adalah saya bisa merasakan bagaimana besarnye keinginan untuk saling berbagi, mengisi, dan membantu.

“Jika dirimu membutuhkan seseorang untuk mengkomposisikan lagu atau musik, dialah ahlinya. Jangan lupa, ya!”

“Wah! Kebetulan sekali. Saya sedang ingin bekerjasama dengan mereka yang benar peduli dengan bangsa dan tanah air ini lewat kata dan bahasa. Saya rindu sekali dengan syair-syair lagu yang berisi kata-kata santun, cantik, indah, penuh etika dan benar memiliki arti serta makna seperti dulu.”

“Duh! Dia pun berpikiran yang sama. Dia merasa bahwa sekarang ini semuanya menjadi sama dan membosankan. Syair-syair itu tidak lagi menjadi indah karena sepertinya hanya dibuat agar laku di pasaran saja.”

Saya tersenyum di dalam hati. Sebenarnya, bukan soal bagaimana mewujudkan mimpi dan keinginan yang sedang saya bicarakan. Saya ingin melihatnya menjadi lebih bahagia karena bisa memberikan yang terbaik dan terindah untuk kekasih hatinya sekarang ini. Tentunya, semua itu akan sangat berarti baginya, kekasihnya, dan mereka berdua serta keluarga mereka nanti.

“Teruntuk Echi dan Ali, selamat bagi kalian berdua! Tulisan ini saya persembahkan sebagai apresiasi atas cinta kalian berdua yang sungguh sangat indah. Semua ini adalah awal yang tidak akan pernah menjadi akhir. Biarlah cinta kalian terus ada selalu dan selalu ada tanpa ada batas ruang dan waktu. Teruslah berkarya, mencipta, dan berbagi agar kalian berdua terus dipenuhi oleh cinta dan bahagia. Ukirlah bintang kalian bersama dengan sepenuh dan seindah cinta agar menjadi yang terindah dan selalu memberikan keindahan bagi semua. Yang terbaik dan terindah senantiasa selalu diberikan oleh-Nya.”

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

18 Juni 2011

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Awal Yang Tiada Pernah Berakhir

  1. edysatarigan says:

    Semoga persahabatan tetap indah tanpa waksangka negatif, tulus dan dipenuhi cinta…
    Berbahagialah pasangan yang menemukan arti akan sebuah pasangan…
    Salam malam buat persahabatan..

  2. shadows says:

    Tak pernah ada kata terlambat untuk mereguk cinta dan kebahagiaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s