Perempuan Penuh Misteri

Illustrasi: scarletlady.u.yuku.com

Bisa dimaklumi bila banyak pria berkata bahwa perempuan adalah makhluk yang penuh misteri dan sulit untuk dimengerti. Saya sendiri, sebagai seorang perempuan, seringkali terkejut-kejut dan tidak mengerti. Terlalu banyak cerita dan kisah yang diputarbalikkan menggunakan tangis dan tubuh sementara semua menyadari bahwa “bisa” perempuan jauh lebih mematikan. Perjuangan yang menggunakan atas nama “Hak Asasi Manusia” dan “Bangsa serta Negara” itu pun hanyalah sekedar kata yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi semata. Beranikah mengakuinya?!

Seorang perempuan pejuang keadilan yang berani dan lantang menyerukan perjuangan hak perempuan, dikenal dan dikagumi oleh banyak khalayak ramai, menjadi pendidik dan panutan.  Menjadi hebat karena kemampuannya di dalam berkata. Saya pun tertarik untuk sesekali mengetahui apa yang dikatakannya, namun betapa terkejutnya saya begitu mengetahui fakta dan kenyataan di balik itu semua. Perempuan yang katanya seorang pejuang untuk perempuan, tidak berani mengakui keberadaan anaknya sendiri. Anak yang merupakan darah dagingnya itu disembunyikan agar tidak ada yang tahu. Duh!!!

Yang lebih kerennya lagi, dia seolah merasa luar biasa bila mampu mempermainkan banyak pria yang memujanya. Wajahnya yang manis selalu ditonjolkan dan kata-katanya yang menantang nyali pria, membuatnya mudah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebagai seorang pemburu cinta yang haus akan kebutuhan seksual, mendapatkan kepuasan dari dunia maya yang penuh dengan kepalsuan. Di dunia nyata?! Beranikah dengan percaya diri menampilkan bagaimana seluruh bentuk tubuhnya secara asli dan tanpa harus takut mendapatkan nilai?! Hmmm….

Nah, yang paling membuat saya syok adalah penghinaannya terhadap pria yang tidak mampu membayarinya makan saat berkencan dengannya. Menjadi aneh bagi saya karena perempuan yang konon katanya pejuang emansipasi ini bisa mandiri dan tidak mau diinjak-injak atau membutuhkan pria. Lantas, mengapa harus marah jika memang kekasih simpanannya itu pada fakta dan kenyataannya tidak memiliki harta?! Apakah karena tidak sama dengan bayangan indah yang ada saat melakukan phone dan chat sex di dunia maya?!

Lain lagi dengan seorang perempuan manis yang seksi dan penuh dengan kata. Banyak mengurai kata-kata yang indah tentang bagaimana kehidupan, perbaikan, dan juga perjuangan. Banyak pria yang tertarik dan tergoda dengannya dan bahkan mau memberikan apapun kepadanya. Apalagi ditambah dengan menjual tangis dan duka tentang bagaimana perlakuan keluarga yang menjualnya demi harta. Hebat banget!!!

Sungguh miris hati saya begitu mengetahui bahwa ternyata apa yang dikatakannya itu hanyalah kepalsuan belaka. Dia menikmati atas apa yang disebutnya “dijual” oleh keluarga. Pria yang datang kepadanya dan memujanya dengan mudah ditendangnya bila tidak mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dengan alasan untuk berobat, tetapi itu belum ditambah untuk biaya membeli shampoo, sabun, alat kecantikan, serta barang-barang mewah lainnya yang dianggapnya penting untuk menjaga penampilan. Wuih!!!

Jika memang demikian, lalu, mengapa tidak berani mengakui tentang diri yang matrealistis dan memang hedonis. Tidak perlu menunjuk jari dan menuding yang lainnya lalu berkata seolah bisa memberikan solusi bila ternyata semua itu ditujukan pada diri sendiri?! Sadarkah bahwa kata itu bisa berdusta tetapi kata dan bahasa tidak akan pernah bisa dipungkiri. Apa yang diuraikan adalah bukti yang sebenarnya tentang apa dan siapa diri. Siapkah untuk menerima kebenaran yang ada ataukah akan ada lagi berjuta alasan berikut pembenarannya?!

Saya membayangkan bagaimana bila kedua perempuan ini bila sama-sama terlibat hubungan dengan seorang pria yang sama dan lalu bertemu. Bisa saya bayangkan bagaimana saling hina, saling cerca, saling maki, dan saling menjatuhkan yang ada di antara mereka. Toh, semua itu menjadi terbukti karena memang keduanya bertemu karena seorang pria. Sama-sama merasa “lebih” dan sama-sama ingin menjadi “pemenang” meskipun keduanya sudah menghancurkan pria tersebut dengan “katanya” idealism mereka masing-masing. Untuk apa, ya, masih ingin menjadi “pemenang” bila sudah sama-sama merasa menang?!

Dibilang lumrah dan wajar, mungkin menjadi wajar karena umum dan banyak yang melakukannya sekarang ini mengingat pembodohan dan kebodohan terus terlanjut. Jika dibilang rasional, justru sangat tidak masuk di akal di dalam pandangan saya pribadi. Satu hal yang menurut saya pasti adalah bahwa semua ini sudah sangat merusak dan merendahkan harkat dan martabat perempuan sendiri. Bagaimana bisa berjuang untuk masa depan dan kehidupan yang lebih baik bila isinya hanyala sekedar kata tanpa arti dan makna?! Di manakah kebenaran dan konsistensinya?!

Saya sadar penuh bahwa tulisan ini akan membuat berang dan tidak nyaman kaum perempuan. Sudah biasa bila saya dituding tidak objektif dan membela kaum pria. Amat sangat tidak mudah memang menerima fakta dan kenyataan karena tentunya akan sangat menyakitkan. Kan, yang mau dilihat, didengar, dan dirasakan hanyalah apa yang mau dilihat, didengar, dan dirasakan saja. Benar atau tidaknya menjadi relatif karena tergantung pada pandangan, persepsi, dan kesimpulan mayoritas. Jika berbeda dengan yang “kebanyakan” maka akan dianggap tidak benar. Yah, begitulah bila suara keras dan banyak itu dianggap pasti benar.

Tidak perlu percaya dengan kebenaran dari kisah saya ini karena tulisan ini dibuat tidak untuk bergosip. Benar atau tidaknya menjadi relatif karena sangat tergantung dari apa yang mau dilihat, didengar, dan dirasakan. Sangat tergantung juga pada cara pandang, pemikiran, kebesaran jiwa, serta keinginan besar untuk bisa merendahkan hati dan menerima fakta serta kenyataan yang sebenarnya.

Mau sampai kapankah semua dusta dengan memanfaatkan tubuh, tangis serta kata-kata tak berarti dan bermakna yang dijual untuk kepentingan dan kesenangan pribadi semata?! Mau sampai seberapa banyak lagi korban dan mau sampai kapan terus hidup di dalam lingkaran yang penuh dengan ketidakbahagiaan?! Seberapa mampukah meneruskan segala kebohongan dan kemunafikan yang ada karena ada saat dan waktunya semua itu akan terbuka dengan sendirinya?! Hingga kapankah selalu berebut dan bersaing bukan pada kualitas dan bukan untuk kepentingan bersama tetapi hanya untuk mendapatkan pengakuan?! Aduh, Tuhan!!!

Saya menulis ini karena saya merasa sangat prihatin dan merasa terhina sekali. Saya sedih karena yang melakukannya justru adalah kaum perempuan sendiri di mana seharusnya perempuan itu  adalah yang indah sebagaimana diciptakan oleh-Nya. Saya menjadi benar-benar menangis bila mengingat bagaimana komersialisasi, industrialisasi, pembodohan, pemutarbalikkan fakta, politisisasi agama, dan segala kemunafikan itu telah merusak segalanya. Tinggi hati dan kesombongan yang membuat sulit untuk bisa belajar dan bisa melihat, mendengar, dan meraskan lebih banyak lagi itu pun sudah dianggap tidak ada karena biasa, lumrah, dan wajar. Semuanya tertutup oleh pembenaran yang mengatasnamakan Hak, bangsa dan Negara, dan bahkan Keberanan Sang Maha. Kenapa semua ini harus terus saja diteruskan dan terus saja terus saja terjadi?!

Saya ingin mengajak semua, terutama perempuan, untuk mau merendahkan hati dan belajar. Perempuan sejati selalu memiliki cinta untuk diberikan kepada semua dengan sepenuh hati dan dengan segala ketulusan serta keikhlasannya. Kelembutannya di dalam menyentuh, menyapa, dan merangkullah yang bisa membimbing anak-anak bangsa ini menuju masa depan dan kehidupan yang lebih baik. Keperkasaan dan ketegarannya untuk berjuang membela kebenaran jugalah yang akan menghentikan segala kebodohan dan pembodohan. Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi bila perempuan sendiri tidak memiliki nyali untuk menjadi seorang perempuan sejati?!

Jadilah seorang perempuan sejati!!! Ingatlah selalu bahwa tubuh dan tangismu bukanlah segalanya. Kata dan bahasamu adalah dirimu. Berhentilah memperkosa kata dan bahasa agar bisa menjadi benar terhormat dan berharga. Tak perlu ada persaingan untuk memperebutkan karena semua akan datang dengan sendirinya sejalan dengan apa yang sudah dilakukan dengan arti dan makna yang sesungguhnya. Berjuanglah untuk kebahagiaan diri yang sejatinya bila belum mampu untuk berjuang bagi yang lainnya; dengan tanpa alasan, pembenaran, ataupun atas nama. Hanya mereka yang dipenuhi cinta akan memiliki kebahagiaan, kedamaian, dan benar merdeka.

Misteri perempuan sesungguhnya hanyalah tentang kejujuran atas apa dan siapa diri yang sebenarnya.

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

 

Mariska Lubis

18 Juni 2011

 

 

 

 

 

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Perubahan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s