Bapak Rumah Tangga

ENAK banget? Tidak bertanggungjawabkah? Tidak punya rasa malu? Tidak gengsi? Malu-maluin pria saja? Apakah memang begitu?

Kondisi ekonomi morat-marit sekarang ini banyak membuat seorang suami “terpaksa” tidak bekerja dan tinggal di rumah. Apalagi nyari pekerjaan sussaaahhhhnya minta ampun!!! Lagi pula, harus diakui kalau perempuan lebih mudah mendapat pekerjaan dibandingkan dengan pria. Yah, kalau memangnya malas lain ceritanya, ya!!! Banyak juga yang sudah usaha ke sana ke mari tapi belum juga mendapat pekerjaan. Terus harus gimana lagi? Cari kerja terus lanjut, tapi untuk sementara, salah nggak, sih, jadi bapak rumah tangga?

Seorang teman semasa sekolah SMP dulu bercerita bahwa sekarang dia adalah seorang Bapak Rumah Tangga. Hari-harinya dihabiskan dengan mengurus anak dan rumah. Mulai dari menyiapkan makanan, mengantar jemput anak dan istri, sampai mencuci dan menyetrika baju. Pembantu ada, tapi kebanyakan dia lakukan sendiri.

“Malu sebetulnya, mah!”
Kunaon malu?
“Kalau orang yang ngerti, mah, nggak apa-apa, tapi kebanyakan, kan, nggak ngerti.”
Iya, sih!
“Padahal, siapa, sih, yang mau nganggur kayak begini?”
Pasti nggak ada.
“Saya sudah ngelamar ke sana ke sini. Tapi, kumaha atuh?”
Ya, gimana? Bingung juga!!!
“Keluarga juga ngeliatnya, beda, Mar!”
Begitulah.
“Saya, teh, dianggap nggak bertanggung jawab sama keluarga.”
He-eh.
“Padahal dulu waktu saya kerja dan masih punya uang, apa saya pernah mikirin uang itu habis untuk apa?!”
Masa dihitung, sih?!
“Kok, mereka nggak pernah bisa menghargai usaha saya, ya?!”
Susah juga!
“Dan sekarang saya begini juga demi istri dan anak-anak.”
Hmmm…
“Istri kariernya lagi bagus sementara anak-anak lagi butuh perhatian.”
Baik hati sekali!!!

Kebanyakan dari kita cenderung melihat yang namanya hasil. Jarang, tuh, ada yang melirik prosesnya. Padahal keberhasilan itu sangat tergantung dari prosesnya. Lagi pula, keberhasilan tidak bisa dinilai secara materi saja. Banyak faktor lain yang harus diperhitungkan. Seperti kebahagiaan, contohnya. Konsep tanggung jawab juga kebanyakan dinilai hanya dari sisi materi. Pria dianggap bertanggung jawab bila membawa uang ke rumah. Sisi lain seperti membesarkan dan mengasuh anak, seringkali diabaikan. Pokoknya suami tugasnya nyari uang!!! Titik!!!

Nggak usah yang nggak kerja, deh, ya! Suami yang bekerja dan berhasil pun seringkali masih sering mendapat citra buruk bila pekerjaan itu misalnya didapat dari sang istri. Atau istri yang memegang peranan sehingga suaminya mendapatkan proyek. Padahal, istri bisa mendapatkan proyek, pelaksanaannya belum tentu bisa!!! Suaminyalah yang berperan dalam kesuksesan pelaksanaan proyek itu sehingga kemudian mendapat nama baik dan mendapat proyek-proyek yang lain.

Kalau menurut saya, sih, kita tidak bisa berpikiran sepicik itu. Sebaiknya kita melihat masalahnya secara lebih dalam lagi dan mencoba melihatnya dari sisi mereka, bukan hanya dari sisi pandang kita saja. Saya justru melihat teman saya itu sungguh luar biasa. Dia melepaskan egonya sebagai seorang pria dan sebagai seorang suami, bapak, dan kepala keluarga, demi kebahagiaan orang-orang tercintanya itu. Berapa banyak pria di luar sana yang pura-pura bekerja, asal masuk kantor, entah kantor siapa, dan apa, yang penting kelihatan bekerja. Pura-pura sukses pula!!! Padahal ternyata justru menjerumuskan dengan terbelit hutang dan tindak kriminal lainnya?

Kerjasama antara suami dan istri juga sangatlah memegang peranan di sini. Bagi saya sendiri, yang namanya mencari uang, mengasuh, dan mendidik anak-anak, bukan tugas suami atau istri saja. Ini tugas dan tanggung jawab bersama!!! Namanya juga keluarga!!! Peranan bisa tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Selama kesepakatan itu ada dan sama-sama mau melakukannya dengan penuh ketulusan serta keikhlasan, kenapa tidak? Ini semua, toh, demi masa depan bersama juga. Masa depan keluarga dan anak-anak. Ya, kan?

Istri juga sebaiknya bisa lebih mengerti dan lebih mendukung suami bila sampai terjadi situasi seperti ini. Janganlah kita merendahkan atau meremehkan suami. Biar bagaimanapun juga, mereka adalah suami yang harus kita hormati. Semakin buruk perlakuan kita kepada mereka, semakin terpuruk juga mereka nantinya. Yang rugi siapa? Kita juga, kan?

Dunia ini terus berputar. Kita tidak pernah tahu kapan kita di atas, kapan di bawah. Kesiapan menghadapi berbagai situasi sangatlah penting. Yakinlah bahwa semua ini adalah yang terbaik yang diberikan oleh-Nya. Semua pasti ada hikmah dan manfaatnya.

Semoga bisa menambah harmonis hubungan keluarga, ya!!! Amin!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

25 Oktober 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Perubahan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Bapak Rumah Tangga

  1. Nurul Amin says:

    Saya sepakat sekali mbak. Saya pernah diskusi dengan kwan-kawan penganut feminisme, kebetulan sy juga sepakat pada bebera[a hal dalam konsepnya.
    Dalam konsep feminisme pada dasarnya hal tersebut dianggap biasa saja. Itulah namanya kesetaraan yang sebenarnya. Tentunya, yang dimaksud berada dalam konteks “tidak malas, tidak disengaja, telah berusaha, dsb”.

    Jadi menurut sy, kita harus “Adil sejak dalam pikiran” (ini saya kutip dari kata-kata teman saya.

    • bilikml says:

      ya… kesetaraan itu ada bila adil dan keadilan benar diterapkan tanpa ada ekslusifitas… masing-masing menempatkan posisi, waktu, dan tempatnya sajalah ya….

  2. Olv Love says:

    Salut buat bapak ini, terus berjuang jangan berhenti pak. Komentar-komentar memang bukan untuk diabaikan, tetapi juga bukan untuk dijadikan kebenaran mutlak. Semangat ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s