“Cinta Ini Tidak Ada Yang Berubah”

Illustrasi: google search

Bicara tentang cinta tidak akan pernah ada habisnya, begitu juga dengan segala macam hal yang mencoba untuk menghilangkannya. Keyakinan terus diuji dan ditempa, namun semua itu tidak akan pernah mengubah apapun selain memperkuat keyakinan itu sendiri. Tidak ada yang dibutuhkan di dalam cinta selain kekuatan dan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri dan dengan keyakinannya terhadap cinta itu sendiri.

Bukanlah sesuatu yang membuat terkejut bila ada yang berusaha keras menjatuhkan keyakinan mereka yang dianggap saingan. Ada yang terus terang dengan memberikan banyak cerita buruk namun ada juga yang berusaha terlihat tegar dan berjiwa besar dengan seolah benar memuji. Yang paling sering dilakukan adalah persekongkolan untuk memisahkan diri dengan menjual segala tangis dan duka. Yah, sakit hati, marah, dan cemburu yang berjubah cinta memang sulit untuk diingkari, ya?!

“Cemburu itu luar biasa sekali ya! Mereka yang cemburu sulit sekali mengendalikan dirinya. Mereka cemburu dengan kita.”

“Wajarlah mereka cemburu. Malaikat pun cemburu dengan cinta kita. Cinta kita memang tidak terdefinisikan dan tidak memiliki tafsir dengan cara yang biasa. Kita memang istimewa.”

“Lucu saja, mereka itu seringkali memuji dan juga menjelek-jelekkan. Seakan semua itu bisa mempengaruhi meskipun disertai berbagai bukti dan alasannya.”

“Mereka juga seringkali mencoba mengambil hati tetapi tidak mempan. Diri ini tetap memujamu. “

“Saya tidak peduli mereka mau bicara apapun juga tentang dirimu.”

“Itulah sikap diri yang penuh.”

“Saya tidak membutuhkan pembuktian. Saya cinta dirimu. Itu sudah cukup bagi saya.”

“Bagi diri ini, keyakinan tidak membutuhkan bukti dan sejauh tidak bisa menghadirkan bukti bahwa keyakinan saya itu salah, maka saya tidak akan pernah meninggalkannya.”

“Apapun dan bagaimana pun dirimu saya tetap cinta. Dirimu adalah dirimu dan dirimu adalah saya.”

“Mereka yang selalu butuh pernyataan sesungguhnya sedang mencampakkan keyakinan.”

“Tidak perlu repot-repot bercerita tentang kehebatan ataupun berusaha keras menjatuhkan. Cinta saya tidak akan pernah berubah.”

“Seperti kisah Umar bin Khatab yang bertukar tempat onta bersama pembantunya saat sedang bepergian dan beliau menolak untuk bertukar posisi. Pembantunya di depan dan beliau menjadi pengiringnya. Dia berkata, “Cukup bagu saya keyakinan saya, tidak butuh orang lain untuk menjadi terhormat.””

Tidak habis mengerti bagaimana sebenarnya cinta itu dimengerti, dipahami, dan benar dirasakan. Kata manis dengan tutur yang lemah lembut merdu merayu tentang cinta menjadi tiada berarti dan bermakna. Apa yang telah diperbuat dan dilakukan justru telah membuktikan atas apa dan siapa diri yang sebenarnya. Kata bisa berdusta tetapi bahasa tidak akan pernah bisa dipungkiri.

Takut karena telah kehilangan atau kalah dalam berkompetisi adalah buah dari rasa tidak percaya diri dan tidak adanya keyakinan atas cinta itu sendiri. Hingga sebegitu mudahnya kemudian berusaha keras membuat orang yang telah pergi dan pesaingnya itu untuk menjadi sama-sama sebagai pecundang yang tidak memiliki cinta. Yah, barangkali itu mudah dilakukan kepada mereka yang memang sama-sama tidak memiliki keyakinan akan cinta dan selalu senang dengan posisi juara. Sementara bagi yang benar merasakan cinta, tidak pernah ada kompetisi. Silahkan menjadi pemenang, tetapi pecinta sejati tahu persis apa dan bagaimana sesungguhnya arti kemenangan itu.

Sebagai seorang perempuan, saya sangat tidak menyukai kompetisi dalam hal apapun terutama dalam hal mendapatkan pasangan. Saya lebih senang melakukan apa yang saya suka dan memang ingin saya lakukan tanpa harus berharap apa-apa. Persaingan justru membuat saya susah dan menjadi tidak bahagia karena banyak sekali tekanan di sana. Apa yang saya lakukan dan perbuat sudah merupakan hasil dari oleh rasa dan pikir dari apa yang saya pikirkan dan rasakan. Tentunya tidak mudah bagi seseorang seperti saya ini.

Bagi saya, cinta itu datang dengan sendirinya tanpa harus bersaing ataupun berjuang keras di dalam mendapatkannya. Menjadi piala bukanlah sesuatu yang membanggakan dan justru sangat melecehkan. Saya bukanlah piala dan bukanlah barang yang untuk diperebutkan. Jika memang saya cinta, maka saya cinta. Jika tidak, jangan pernah repot-repot untuk berusaha karena saya tidak akan memberi kesempatan. Lagipula, bila piala itu sudah itu direbut lalu mau apa?! Berapa banyak piala yang hanya jadi pajangan semata dan dibiarkan begitu saja karena sibuk merebut piala yang lain?! Sungguh sebuah kemenangan yang tiada berarti.

Barangkali terdengar naïf atau munafik, tidak masalah. Prinsip adalah sesuatu yang tidak bisa dikompromikan atau dinegosiasikan. Bila memang saya salah, maka beritahukan di mana salahnya. Saya tidak akan pernah mengubah pendirian saya itu kecuali bila memang salah.  Takut sendirian?! Sama sekali tidak!!! Bila pun memang tidak ada cinta bagi saya, itu pasti karena saya sendiri. Apa dan siapa diri kita tergantung pada pemikiran dan hati kita sendiri bukan?! Di dalam sendiri pun selalu ada cinta sejati yang tidak akan pernah menghilang ataupun menjauh.

Yang paling tidak mudah menurut saya adalah untuk benar cinta. Seringkali kita melakukan kesalahan karena sudah tertutup nafsu serta ambisi. Hasrat itu sedemikian kuatnya sehingga membuat kita lupa, terlalu tinggi hati, dan keras kepala untuk mau mendengarkan suara hati. Cinta itu pun hanyalah sebuah selimut dan kerudung semata yang bila disibak hanya akan menjadi sebuah duka dan kesedihan.

Menjaga agar cinta itu tetap ada adalah yang terberat karena di dalam perjalanan bercinta selalu ada kerikil tajam dan berbagai lubang yang bisa menjerumuskan dan membuat kita jatuh. Diperlukan keyakinan penuh atas apa yang diyakini dan diperlukan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri. Semua ada resiko dan konsekuensinya masing-masing, namun semua itu tidak sebanding dengan kebahagiaan yang senantiasa abadi.

Jika kemudian harus berpisah, tidak perlu menunjuk jari tetapi tanyalah pada diri sendiri dulu. Apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya sudah dilakukan?! Kita terlalu mudah menuduh tetapi terlalu pengecut untuk mau bercermin apalagi berjiwa besar untuk mengakui segala kesalahan. Memulai dan mengakhiri sebuah hubungan, diperlukan keduanya dan tentunya bukan salah satu. Toh, cinta sejati akan senantiasa abadi selamanya ada di dalam hati.

“Saya cinta dirimu dan tidak akan pernah berubah. Cinta kita bukanlah hingga akhir kehidupan tetapi yang memberikan kehidupan dan menjadikan kita tetap hidup selamanya.”

 

Salam hangat penuh cinta selalu,

 

Mariska Lubis

14 Juli 2011

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to “Cinta Ini Tidak Ada Yang Berubah”

  1. Inas oos says:

    Kak ku sukai kalimat ini “Kita terlalu mudah menuduh tetapi terlalu pengecut untuk mau bercermin apalagi berjiwa besar untuk mengakui segala kesalahan”. dan terlalu banyak dalam mengakhiri hubungan ego yg mengedepankan, tanpa mau melihat dan meletakkan sesuatu diposisinya, ternyata itu bukan cinta,

  2. suyi_priyel22@yahoo.co.id says:

    – from : suyi_priyel22 ;
    sebagian telah kubaca,.sebagian pula aku mengerti semua,.
    riwayat terdahulu,. (singkat)
    seseorang bertanya kepada rasulullah : ” Mengapa aku harus percaya kepadamu, dan mengapa cinta itu harus sesuci Engkau,.”
    Malaikat Jibril dan Menjawabnya,. ” Kau hanya perlu Percaya dan menYakininya, karna itu Perintah dan kau tidak perlu Tau, karna kau tidak akan pernah tau,.”
    Rasulullah menambahkan ,. ” Kedudukan cinta itu lebih tinggi melebihi segalanya. namun apa kau tau ada yang lebih tinggi dari itu,.yaitu Takdir,.Takdir adalah sesuatu yang telah dan sudah terjadi (Lauf Mafudz) hanya ALLAH Lah yang mengetahui segalanya,.

    lebih lanjut panjanggggg sekali,…
    salam kenal,.bye,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s