Cinta Berselimut Rindu

Illustrasi: favim.com

Dari balik selimut di dalam gelap, mimpi dan khayal itu pun seolah menjadi sangat nyata. Cinta dan kerinduan yang tak tertahankan membuat diri menjadi hangat dan penuh sesak. Bersama kekasih memadu cinta membelah kerinduan dan menggapai segala asa. Aaaahhh!!!

Saat tiada dan jauh semuanya menjadi kian terasa. Rasa yang ada di dalam hati menjadi tak terbendung dan pikiran semakin melayang. Cinta telah membuat diri menjadi terlilit rindu.

“Senja tersenyum manis saat diri  menitip kata pada bayu. Menyampaikan rindu di hati agar malam cepat datang menghampiri. Memeluk dan mencumbumu adalah impian hati.”

“Angin malam berkelana membisikkan kata cinta dan rindu. Malam pun merindukan fajar untuk selalu memeluk dan mencumbunya.”

“Oh angin malam! Bawalah diri ini  kepadanya agar fajar datang tepat pada waktunya….”

“Wahai bayu buana, di pelupuk mata ini, fajar selalu nampak dan di dalam hati ini fajar selalu ada.”

“Malam yang sunyi dan gelap, diri ini melihat dan mendengar namun dirimulah yang ada dalam dekapan.”

“Ada banyak yang terlihat dan terdengar oleh mata dan telinga, namun di dalam keheningan, hanya ada satu yang terlihat dan terdengar oleh hati.”

“Duhai hati nan merindu, malam dalam hening ini menyapa diri begitu syahdu….”

“Ah Fajar! Betapa malam dililit kerinduan yang kian erat mendekap dan menyelimuti!”

“Biarlah ia menjadi perekat rindu di malam yang bercumbu dengan fajar.”

“Hmmm…. Bayu buana, maharamya madana malam dan fajar. Cinta dan rindu.”

“Duhai bayu buana terawat dalam maharamya madana. Diri dan hati menyatu.”

“Maharamya madana bayu buana fajar.”

Entahlah apa jadinya bila rindu itu sudah tidak ada lagi. Cinta yang ada pun menjadi kian tak terasa dan akan semakin lama semakin tertelan oleh waktu. Banyak yang akan terlupakan dan dilupakan sementara kenangan bercinta tidak akan pernah hilang sepanjang masa. Hingga kapan pun akan selalu ada.

“Pada saatnya nanti kita akan tertawa bahagia mengingat saat dan waktu yang pernah kita jalani bersama.”

“Segala ketololan, kebodohan, dan kemarahan itu. Hahaha….”

“Karena itulah, tidak ada susah dan sakit di dalam cinta. Semuanya menjadi indah pada masa dan waktunya .”

“Iya, ya. Meski baru disadari kemudian, semua itu menjadi kenangan indah yang justru membuat kita tertawa. Mentertawai diri lebih tepatnya.”

“Beruntunglah bagi mereka yang bisa menertawai diri dan mengakui semua ketololan, kebodohan, dan kemarahannya. Dari sanalah sebenarnya pelajaran bisa semakin bertambah.”

“Manusia tidak akan pernah maju dan berkembang bila tidak pernah berbuat salah dan takut untuk melakukan kesalahan. Yang lebih parah lagi, bila tidak mau mengakui kesalahannya.”

Dialektika kehidupan yang akan terus ada dan berputar seiring senyum yang terurai. Menambah kerinduan dan membuat keinginan itu semakin kuat. Bersama dan selalu bersama, tanpa ada kata berpisah. Hingga kapan harus menanti semua itu akan terjadi, hanya waktu yang bisa bicara. Mimpi bukanlah mimpi bagi mereka yang percaya dan mau memperjuangkannya.

Tak perlu ada keinginan untuk mendapatkan pengakuan karena semua itu bukanlah cinta. Kerinduan untuk menggapai asa tiada akan pernah terwujud selama apa yang dilakukan dan dituju hanyalah untuk memenuhi ambisi pribadi. Berikan apa yang bisa diberikan dengan segala yang terbaik yang mampu diberikan. Jangan pernah berharap ataupun meminta. Tidak ada kewajiban untuk memberikan cinta, tidak ada pula hak untuk memintanya. Ketulusan adalah mutlak bila memang benar itu cinta.

Jika memang juga benar itu adalah untuk bersama, tidak perlu menggunakan atas nama untuk kepentingan. Melakukan dusta dan menjual bualan lewat pemerkosaan kata yang membodohi dan menjerumuskan.  Di dalam bercinta pun dibutuhkan nyali dan keberanian, bukan untuk hanya berteriak dan mengemis yang hanya menjadi adu kata ataupun memperebutkan posisi kemenangan yang bukan menjadi sebuah solusi untuk bersama lewat kekerasan, mayoritas, dan juga yang dianggap lazimnya. Tidak mudah untuk memiliki nyali dan keberanian mengenali apa dan siapa diri, mengakuinya, dan menjadi bangga karenanya.

Rasa hormat dan menghormati serta menghargai sebagai apresiasi atas cinta dan rindu yang ada membuat semua langkah menjadi lebih mudah. Segala caci maki dan dendam pribadi serta sosial, diakui tidak diakui, disadari tidak disadari, akan sangat berpengaruh pada pola pikir, cara pandang, dan sikap serta tindakan. Bila terus dilanjutkan maka akan selalu ada usaha dengan menjadi defensif mempertahankan diri dan juga agresif di dalam menyerang dan mematikan. Kapankah semua mimpi itu bisa terwujud?!

Cinta akan selalu mendorong kehidupan dan menjadikan hidup lebih hidup. Memberikan gairah tersendiri yang senantiasa memberikan kebahagiaan.  Rindu akan selalu ada beriringan bersama dengan cinta. Rindulah yang menjadi perekat rasa agar cinta itu ada dan ada selalu. Pencapaian tujuan bersama  di dalam mewujudkan segala mimpi akan terus menjadi perjuangannya.

 “Dekaplah diri ini sayang.”

“Kemarilah.”

“Pasti.”

“Apa yang pasti?!”

“Diri ini pasti akan selalu datang di hatimu.”

“Hmmm… dirimu selalu ada di dalam diri ini dan memenuhinya dengan segala cintamu.”

Janganlah sampai bunga itu mengering di dalam pelukan, tetapi biarkanlah bintang itu terus bersinar dengan indahnya. Bunga bukanlah bunga bila tidak pernah berani untuk menjadi diri sendiri dan selalu memberikan keindahan serta keharumannya karena cinta dan rindu serta ketulusannya pada kehidupan. Bintang itu pun tidak akan pernah bisa menjadi bintang terindah bila tiada pernah diukir dengan segala kesabaran dan keinginan kuat di dalam menjalani setiap proses dalam kehidupan.

Nafsu berselimut cinta hanya akan menghentikan gairah dan hidup pun akan menjadi tiada. Cinta berselimut rindulah yang akan membuat gairah terus menyala dan hidup itu akan terus menjadi berarti.

“Cintamu dan cinta diri ini, rindumu dan cinta diri ini menyatukan diri di dalam dekap cakrawala….”

Salam hangat penuh cinta selalu,

 

Mariska Lubis & Edysa Tarigan

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Dari Hati and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s