Kenapa Harus Ada Cemburu?!

Banyak yang bilang cinta namun masih saja ada cemburu. Padahal mengakui bahwa dalam cinta yang sesungguhnya, cemburu itu seharusnya tidak ada. Cinta yang sesungguhnya tidak ada ego, dan cemburu itu timbul karena ego dari rasa kepemilikan. Kalau begitu, kenapa harus ada cemburu?!

Seorang pria penuh cinta sekarang ini sedang bersedih hati. Merasa takut kehilangan perempuan yang sangat dicintainya. Perempuan yang menjadi hidupnya. Satu-satunya yang memberikan kebahagiaan.

“Saya tanpa sengaja membaca tulisanmu.”

“Tulisan yang mana?”

File-nya berjudul “Jakarta”.”

“Oh, yang itu. Memangnya kenapa?”

“Apa itu betul?!”

“Aduh!!! Kalau memang betul, pasti sudah saya sembunyikan.”

“Lalu?”

“Itu hanya sekedar coretan saja. Biasalah. Jangan berpikir macam-macam, ya!”

“Kalau itu hanya sekedar coretan, saya nggak apa-apa, biarpun saya merasa kaget juga.”

“Aduh!!! Cemburu, ya?!”

Hmmm….”

Ini dia, nih! Salah duga seringkali menjadi masalah. Untung saja ini segera dibicarakan. Kalau terus disimpan, bisa jadi masalah besar. Dibiarkan berlarut sampai kemudian bisa meledak lebih tidak enak lagi.

Memang, sih, sangat sulit untuk bisa mencegah rasa cemburu. Rasa itu bisa timbul seketika tanpa disadari. Muncul saja tiba-tiba dan memang sulit juga untuk dipungkiri. Lagipula, untuk apa dipungkiri, ya?! Cemburu, ya, cemburu saja. Malah mungkin bagi yang percaya bahwa cemburu adalah bagian dari rasa cinta yang teramat sangat, memiliki rasa cemburu dan dicemburui adalah sebuah keberuntungan. Iya, kan?!

Bagi saya pribadi, saya sangat tidak suka dengan yang namanya cemburu meskipun saya tidak bisa bilang saya juga tidak memiliki rasa cemburu. Rasa itu ada, kok!!! Namun berhubung rasanya nggak enak, saya jadi cenderung untuk memilih tidak mau memikirkannya!!! Bikin susah hati saja!!! Iya kalau betul, kalau cuma berprasangka saja, malas banget, deh!!! Buang-buang energi saja!!! Mungkin karena saya juga tidak suka dicemburui, ya?! Soalnya kelakuan mereka yang mencemburui seringkali malah membuat saya jengkel, apalagi kalau memang saya tidak melakukan apa-apa. Saya jadi merasa bersalah dan itu nggak enak banget!!! Belum lagi kalau kemudian harus merayu agar cemburu itu hilang. Aduuuhhhhh!!!

Satu hal yang saya yakini dalam hal cemburu adalah bahwa cemburu itu ada karena rasa “tidak aman”. Tidak aman bisa ditimbulkan oleh banyak hal, seperti tidak percaya diri, merasa bersalah, ada yang ditutup-tutupi, dan banyak lainnya lagi yang sifatnya adalah sesuatu yang negatif. Ego pun kemudian muncul ke permukaan. Takut kehilangan atas apa yang dimiliki, karena merasa memiliki, yang kemudian menjadikan rasa cemburu itu ada. Coba tanyakan pada diri sendiri, apa yang membuat diri merasa “tidak aman”?!

Nah, yang jadi pertanyaan saya, kenapa harus sampai ada rasa memiliki?! Apakah cinta harus memiliki?! Bila memang memiliki, lantas untuk siapa cinta itu sebenarnya?! Untuk yang dicintai atau untuk diri sendiri?! Bila memang untuk yang dicintai, kenapa harus dimiliki?! Kenapa tidak diberikan?! Bila memang untuk diri sendiri, ya, wajarlah kalau memang sampai merasa memiliki.

Yah, memang ada juga yang bilang bahwa bukan seperti itu!!! Ada yang lain yang bisa dirasakan tapi tidak bisa diungkapkan. Bingung soalnya mau diungkapkannya bagaimana. Ngaku, deh?! Hehehe….

Entah apapun yang dirasakan itu, yang bisa menjadi alasan untuk ada rasa cemburu, saya hanya bisa bilang, kembalikan sajalah rasa cemburu itu kepada yang memberikannya. Siapa yang memberikannya?! Siapa lagi kalau bukan Sang Pencipta. Biarkan semua berjalan apa adanya, dan minta kepada-Nya untuk dibukakan petunjuk untuk bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Terimalah semua itu dengan lapang dada. Berjiwa besarlah, ya!!!

Satu hal lagi, nih, yang juga menurut saya harus dipahami bahwa apapun yang kemudian terjadi, bukanlah sesuatu yang harus kita kemudian anggap atau rasakan sebagai sebuah kesusahan dan kesedihan. Pasti selalu ada hikmah dari setiap peristiwa. Selalu ada juga manfaatnya. Semua yang terbaik adalah yang selalu diberikan oleh-Nya. Semua tergantung bagaimana kita mau menyikapinya. Mau terus larut dalam duka atau memiliki kembali kehidupan?! Ini adalah pilihan.

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

Catatan:

Bicarakan baik-baik dengannya dan jangan cemburu lagi, dong, ya sayang!!! Semoga saja kamu bisa tersenyum lagi!!!

26 April 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Kenapa Harus Ada Cemburu?!

  1. Bahagia Arbi says:

    Saya benci pencemburu ! terus terang saya terganggu dgn kecemburuan..! hehe

    tulisan yg diulas tajam dan mampu mengangkat “apa sih” cemburu itu sendiri.

    thanks….

  2. cha aeda says:

    ada cemburu
    pastii ada rasaa sayang yg tullus

    aku sukaaa kataa_kataa
    CEMBURU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s