Hormati dan Hargai Seks Lewat “Kata”

Banyak saya membaca dan juga melihat tulisan serta gambar-gambar yang membuat hati saya menangis. Membaca judulnya saja saya sudah sedih, apalagi melihat dan membaca dalamnya. Saya memang tukang seks, namun saya tidak ingin seks itu dijadikan sarana untuk melecehkan. Biar bagaimanapun, saya adalah seorang perempuan biasa. Sama dengan manusia lainnya yang tidak suka dilecehkan.

Tidak saya pungkiri, saya senang dengan segala keseksian tentang seks. Saya sendiri pun senang dengan tulisan seksi, dan saya pun senang menulis seksi. Saya senang berpenampilan seksi dan saya senang melihat orang lain yang seksi. Namun seksi tidak berarti harus murahan, kan?! Seksi bisa menjadi “berkelas” bila bisa menempatkannya pada posisi yang seharusnya. Bukan hanya mereka yang menulis atau mengenakannya tetapi juga yang membaca dan melihatnya.

Menulis tentang seks, menurut saya, bukanlah sesuatu yang mudah. Berdasarkan pengalaman yang saya hadapi, menulis tentang seks memiliki banyak sekali tantangan. Salah sedikit, bisa membuat semuanya menjadi salah. Apalagi sudah menjadi prinsip saya bahwa “Seks Itu Tak Mesti Porno”. Sebab seks memang tidak porno. Hanya yang berpikiran kotor saja yang melihat dan menganggapnya porno. Semua berasal dari pikiran dan cara kita memandangnya bukan?!

Memberi judul yang ekstravaganza memang salah satu cara untuk mendapatkan perhatian dari pembaca. Siapa, sih, yang tidak suka kalau tulisannya dibaca oleh banyak orang?! Buktinya semua senang kalau masuk Head Line dan menjadi terpopuler?! Apalagi kalau mendapat rating dan juga komentar yang banyak.Iya, kan?! Judul yang paling banyak mendapatkan perhatian memang yang berhubungan dengan seks atau politik. Itu terjadi di mana-mana, di semua blog di dunia, dan juga di semua media elektronik dan cetak. Sudah terbukti lewat berbagai hasil survey yang dilakukan.

Sayangnya, banyak sekali judul tulisan yang sifatnya sangat provokatif dan cenderung melecehkan. Saya sering merasa tersinggung sendiri bila membaca judul yang melecehkan, baik terhadap perempuan ataupun pria. Bagi saya sama saja, perempuan dan pria sama-sama manusia juga. Tidak ada bedanya dalam hal ini. Kenapa harus melecehkan bila memang memiliki keinginan untuk memberikan sesuatu yang baik dan berguna?! Apa harus melecehkan dulu untuk bisa “ditinggikan”?! Apa tidak bisa membuat judul tetap dengan tema seks namun tidak melecehkan?! Apa tidak mungkin mendapatkan posisi yang diharapkan tanpa harus melecehkan?! Bisa, dong, ya!!! Harus bisa!!!

Yang paling menyedihkannya lagi adalah bila kemudian isi tulisannya pun melecehkan. Tak sedikit juga yang hanya copy paste dan benar-benar seperti hanya untuk melecehkan dan bersenang-senang sendiri. Tidak peduli dengan mutu ataupun kandungan isi yang dimuat. Aduuhhhh!!! Suka gemas sendiri jadinya!!! Nah, apalagi kalau kemudian orang yang melakukannya adalah orang yang sering bicara dan berkomentar soal moral, etika, dan juga agama. Tak sering juga melakukan “penyerangan” baik secara langsung maupun tidak langsung. Apa maksudnya, ya?! Saya benar-benar bingung, nih?!!! Ingat, lho, tulisan dan pemilihan kata dalam tulisan mencerminkan kepribadian siapa yang menuliskannya. Alur serta jalan pikiran serta cara pandang pun bisa kelihatan dengan sangat jelas. Biarpun segala kebohongan ditutupi, tetap saja kata tidak bisa berdusta.

Saya tidak mengatakan bahwa tulisan saya adalah baik ataupun lebih baik, berbobot ataupun lebih berbobot, namun menulis tentang seks adalah bagian dari pekerjaan serta merupakan bagian dari mewujudkan mimpi saya selama ini. Saya sudah lama menulis tentang seks, dan saya sudah lama juga menekuni serta mempelajari seks itu sendiri. Apa yang saya tuliskan merupakan pengalaman saya pribadi, hasil pengamatan saya sendiri, dan juga merupakan buah pikir saya sendiri. Selebihnya adalah merupakan data yang saya ambil dari hasil penelitian yang memang sering menjadi acuannya.

Saya ingin semua mengerti dan paham tentang seks yang sesungguhnya. Mau berpikir dengan benar apa itu seks. Bila bicara soal kehidupan, moral, etika, agama, atau apapun itu, menurut saya pribadi, seharusnya bisa paham dan sangat memahami sekali apa itu seks. Tidak hanya menjadikannya sebagai remah yang harus disia-siakan. Tidak menjadikannya sebagai sampah ataupun sesuatu yang rendah dan hina. Tidak melecehkannya. Tidak juga menganggapnya sebagai sesuatu yang kotor dan penuh dengan dosa yang menjerumuskan.

Sudah sering saya tuliskan bahwa menjadikan seks tabu ataupun juga terbuka bukanlah cara terbaik untuk bisa mengatasi masalah tentang seks yang ada sekarang ini. Justru ketabuan dan keterbukaan yang salah kaprah inilah yang menjadikan kehidupan seksual kita sekarang ini menjadi seperti saat ini. Lihatlah bagaimana keadaan kehidupan sekitar kita?! Janganlah selalu memutarbalikkan fakta juga fakta dan kenyataan tentang seks. Saya senang bila memang sudah banyak yang mengerti dan paham tentang ini, namun jangan pernah bosan ataupun berhenti untuk terus menggalinya lebih dalam lagi. Jangan juga pernah merasa sudah menemukan kebenaran tentang seks. Semua ini tidak akan pernah berhenti sampai kehidupan ini berakhir. Berpikirlah selalu tentang seks yang benar.

Saya pun tidak pernah berhenti untuk terus bertanya. Saya sadar siapalah saya. Sejauh mana kemampuan saya untuk bisa berpikir dan merasakan semua ini. Saya memiliki kekurangan dan keterbatasan. Semua ini sangat saya sadari sekali. Seperti juga yang saya yakini atas kebenaran yang mengajarkan saya untuk terus membaca dengan mata dan hati, juga untuk terus belajar dan belajar. Saya tidak mau menjadi manusia yang hanya mampu melakukan masturbasi dan onani intelektualitas untuk kemudian mendapatkan nilai dan pengakuan saja. Ini sangat merendahkan diri saya sendiri.

Bagi saya, surga adalah milik semua. Dosa dan pahala hanyalah Dia yang bisa menentukan. Nilai manusia tidak ada artinya dibandingkan dengan nilai yang sesungguhnya. Dia tidak bisa dibohongi. Dia tahu benar apa isi hati setiap manusia. Bahkan apa pernah ada Nabi sebelum kita, yang sangat kita hormati dan kita jadikan panutan, melecehkan atau menghina yang lain?! Bahkan pelacur yang dianggap hina oleh manusia pun ditinggikannya. Cinta dan kerinduan, juga segala ketulusan hanya Dia yang bisa mengetahuinya. Kita hanyalah manusia biasa. Jadilah manusia dan manusiakanlah manusia agar kita semua menjadi manusia yang sesungguhnya.

Apakah semua mau untuk terus belajar dan merendahkan hati serta diri dan mencoba untuk menjadi jujur serta tulus dan ikhlas dalam melakukan semuanya?! Apakah semua juga mau menempatkan seks sebagai sesuatu yang harus dihormati dan dihargai?! Apakah semua juga mau memberikan manfaat bagi semua dan yang lainnya dengan tidak hanya mementingkan kepentingan atau kepuasan pribadi saja?! Saya harap semua mau melakukannya. Ini adalah untuk kita semua dan hanya dari kita semua juga semua yang kita harapkan bisa terwujud menjadi nyata. Masa depan terlalu indah untuk disia-siakan.

Sekali lagi, ini adalah pilihan. Silahkan memikirkannya baik-baik sebelum menentukan pilihan. Selalu ingat, berpikir dengan benar agar apa yang kita lakukan juga benar. Bukan sesuatu yang hanya sia-sia saja.

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

17 Mei 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Pendidikan Sosial, Perubahan, Politik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Hormati dan Hargai Seks Lewat “Kata”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s