Mengenang Saat dan Waktu

Illustrasi: google search

Sekarang kita bisa tertawa dan mentertawakan semua yang telah terjadi. Saat dan waktu itu semuanya berbeda. Yang suka selalu membuat hati bahagia, yang sedih selalu ada tangis di sana. Tetapi semua itu sudah berlalu dan kita masih tetap bersama meneruskan perjalanan. Apa yang terjadi menjadi bagian terindah yang membuat kita saling belajar dan lebih saling mengerti bukan?!

Teringat waktu pertama kali kemarahan ada di antara kita. Ada rasa kecewa yang membuat hati menjadi tidak yakin dan banyak bertanya. Kita memang belum lama bersama dan masih banyak keraguan yang membelenggu diri. Terutama ketika ada yang lain yang terus mengganggu.

“Duh, Gusti! Ampun!”

“Tidak! Saya ingin dirimu menyadari semuanya dan semua ini saya lakukan karena saya mencintaimu. Bila memang dirimu pun sayang dan cinta, seperti katamu, berikanlah apa yang saya minta. Saya tunggu dalam waktu satu jam.”

“Tidak mungkin!”

“Bisa! Pasti bisa!”

Kurang dari satu jam, apa yang diminta itu pun diberikan. Sungguh sangat dahsyat dan luar biasa pula hasilnya. Kemarahan itu pun hilang meski butuh waktu untuk bisa kembali pulih dan membuat segalanya menjadi sedia kala.

“Cintamu adalah cahayamu dan cahayamu adalah sinarmu yang menebar dan menembus batas-batas tanpa kau terjebak di dalamnya.”

Begitu juga ketika kesedihan itu melanda, di mana mimpi yang selama ini ingin diwujudkan menjadi tenggelam dan hilang karena situasi dan kondisi. Berdua menangis dan tak tahu harus berbuat apa. Dirimu pun memutuskan untuk kembali ke jalan yang menjadi takdirmu.

“Kenapa harus begini?! Bukankah kita masih memiliki waktu?!”

“Saya pergi tapi hati dan cinta ini tak akan pernah beranjak dari hatimu walau hanya selangkah.”

“Iya, tapi saya tidak ingin dirimu pergi!”

“Saya hanya ingin merebahkan hati agar lelah tak sangat menusuk sukma.”

Hiks!

Takdir pada akhirnya membawa kita pada perwujudan apa yang menjadi mimpi itu. Semuanya menjadi kenyataan dan rasanya tidak pernah lagi ingin berpisah. Semuanya begitu indah dan sangat indah. Masih ingatkah kecupan pertama di kening itu?! Ah! Akan selalu ada tersimpan di dalam hati.

“Saya mencintaimu. Pasti.”

Aduuuhhh!!!

Cobaan dan godaan tak pernah habis datang, ya! Begitu banyak usaha untuk memisahkan kita tetapi tidak semudah itu. Keyakinan di dalam hati tak bisa dilepaskan begitu saja. Apa yang ada ini tak bisa dipungkiri dan dihapuskan begitu saja.

Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Yang penting adalah kini dan nanti. Apa yang akan kita lakukan selanjutnya untuk meraih semua mimpi yang ada.

“Saya akan selalu mendampingimu meski dalam keadaan apapun juga. Jangan pernah lupa bahwa diri ini sangat mencintaimu.”

“Saya tidak akan berhenti mencinta dan merinduimu.”

Lebih mudah mengingat apa yang buruk dan semua kesalahan yang ada daripada mengenang semua yang indah yang pernah terjadi. Inilah yang seringkali menjerumuskan dan membuat hati menjadi semakin jauh dan cinta itu pun kian sirna. Padahal, apapun yang pernah terjadi merupakan proses dalam perjalanan yang harus bisa disikapi dengan jiwa besar dan kepala dingin.

Mengingat dan mengenang saat dan waktu seharusnya bisa menjadi introspeksi untuk bisa melangkah ke depan. Tak perlu saling tuding ataupun menyalahkan, yang sudah terjadi tak mungkin pernah bisa dikembalikan lagi. Memang tidak mudah untuk melakukannya bila tidak memiliki keberanian untuk menerima segalanya dengan lapang dada. Terutama bila masih menyimpan amarah dan dendam yang tidak pernah dituntaskan dan takut untuk diselesaikan. Maaf itu pun seringkali hanya sekedar di mulut, kan?!

Untuk bisa saling mengerti membutuhkan proses dan waktu. Tidak bisa secepat itu dan karenanya tidak perlu takut untuk mengungkapkan segala rasa dan pikiran yang ada di dalam benak. Kejujuran meski menyakitkan akan jauh lebih baik daripada berdusta. Kebenaran akan selalu terungkap pada waktunya dan semua hanya tergantung pada waktunya saja. Siapkah untuk menerima kebenaran yang ada?!

Pada saat kita memulai sebuah hubungan, sudah seharusnya kita juga sudah siap dengan segala resiko dan konsekuensinya. Kita ini hanyalah manusia biasa yang bisa berbuat salah dan melakukan kesalahan. Kita juga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Apa yang harus terjadi, maka terjadilah. Apapun itu, bukankah kita yakin adalah yang terbaik yang diberikan oleh-Nya?!

Jika pun memang perjalanan harus berhenti maka tidaklah perlu harus saling menghina, memaki, dan menjatuhkan. Biar bagaimana pun juga mereka pernah ada dan menjadi bagian dalam kehidupan yang seharusnya mendewasakan diri. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dan hikmah yang dapat dirasakan. Sudah sepantasnya kita berterima kasih atas semua yang pernah ada.

Berpisah itu bukan berarti menjadi saling membenci, kan?! Perpisahan terjadi agar tidak lagi saling menyakiti dan tidak lagi saling menyusahkan. Seringkali perpisahan itu jauh lebih baik daripada dusta terus berlanjut dan untuk menjaga segala kemungkinan yang lebih buruk itu terjadi. Positif saja. Kita memang sering terlambat untuk menyadari apa maksud dan tujuan dari apa yang terjadi, kan?!

Bersyukurlah bila memang mampu untuk sudah memiliki keyakinan atas apa yang ada di dalam diri. Menjadi yakin tanpa harus ada alasan dan tanpa harus juga dengan tanda tanya. Apa yang sudah menjadi keyakinan itu hendaknya terus dijaga dan dirawat agar tidak lagi pernah hilang.

“Saya dan dirimu saling mencintai dan itu takdir… tidak akan pernah hilang ditelan waktu… dan justru akan semakin menyebar lewat gelombang dan energy cinta yang kita lontarkan ke ruang tanpa batas….”

Mengenang saat dan waktu itu…. Ah, dirimu!!!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

27 Agustus 2011

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s