Jalan Itu Masih Panjang dan Terang Itu Ada

Roda kehidupan selalu berputar di dalam perjalanannya pada sebuah jalan yang sangat panjang. Gelap pun bisa selalu datang menghampiri. Roda itu bisa berputar tanpa dikendalikan dan gelap itu pun bisa datang tanpa tak terduga. Namun apakah perjalanan harus terhenti dan dihentikan oleh gelap itu?! Bukankah jalan masih panjang dan di balik gelap masih ada terang?!

Seorang pria mendesah dalam dan panjang. Hidupnya terasa sangat sepi dan hampa. Perempuan yang sangat dicintainya pergi meninggalkan dirinya. Kehidupan ekonominya pun berantakan. Teman dan sahabat pun bukan teman dan sahabat yang sesungguhnya. Tidak ada lagi yang dimilikinya selain dirinya sendiri.

Hanya ada satu mimpi dan keinginan yang merupakan cita-cita yang ingin terus dilanjutkannya. Dia ingin memberikan sesuatu bagi bangsa dan negaranya, meskipun itu yang membuatnya harus berpisah dengan kekasih tercintanya. Dia dianggap terlalu mementingkan semua itu dan terlalu keras mewujudkan semuanya itu. Terlalu idealis dan terlalu perfectionist. Dianggap terlalu berlebihan padahal yang lain tidak terlalu peduli. Kenapa harus melawan arus bila harus membuat semuanya berantakan?! Kenapa tidak mengikuti arus agar semuanya menjadi lebih nyaman dan menyenangkan?!

”Dulu dia pernah berkata bahwa dia mencintai saya karena dia melihat saya sebagai seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Memiliki rasa kepedulian yang tinggi dan sangat berani untuk tetap bersikap teguh pada pendirian. Memiliki cita-cita yang mulia dan juga memberinya harapan besar. Namun semua itu ternyata justru semua itulah yang membuatnya juga pergi meninggalkan saya.

Apakah mungkin juga karena keadaan ekonomi saya sekarang ini yang membuatnya pergi?! Rasanya saya sekali bila memang demikian. Saya tidak ingin mempercayai semua itu.

Teman dan sahabat pun sepertinya bukan teman dan sahabat. Mereka hanya datang dan berkumpul saat semua kemewahan itu ada. Namur pada saat saya jatuh, siapa yang mau lagi datang?! Bahkan ditelpon pun mereka sepertinya enggan. Barangkali mereka takut saya akan berhutang atau menagih hutang, ya?! Tak sedikit juga yang terus saja sepertinya ingin membuat saya semakin hancur.

Malah mereka yang kemudian saya ketahui menghancurkan saya, menipu saya yang sekarang ini sepertinya senang dengan kejatuhan saya ini. Mereka jadi bisa memiliki posisi yang selama ini mereka inginkan dan menggunakan kesempatan itu semaksimal mungkin dan dengan cara apapun juga. Yang penting mereka bisa meyakinkan semua bahwa sayalah yang salah, kacau, tidak baik dan tidak benar.

Ah, sudahlah. Saya sudah tidak mau memikirkannya lagi. Biarlah mereka semua merasa senang dengan semua ini. Saya tidak tahu harus berbuat apa?! Toh, waktu yang akan membuktikan semuanya.”

“Bagaimana dengan mimpi dan cita-citamu itu?!”

“Iya juga, ya?! Terus terang saja saya sekarang ini gelap dan tidak tahu harus berkata apa?! Tidak tahu juga harus memulainya bagaimana?!

Hmmm….

Memang sulit sekali bila harus menghadapi situasi seperti itu. Banyak sekali yang kemudian jadi larut dan tenggelam. Tidak lagi bisa bangkit dan berdiri. Berkutat pada masa yang kelam sehingga tidak pernah keluar dari kegelapan. Mimpi itu hanya tinggal angan dan semua cita-cita itu entah hilang ke mana.

Seseorang yang penuh dengan cinta pernah berkata lepada saya, ”Peta jalan itu bukan untuk kamu robek atau mencoba mengubahnya tapi agar kamu tahu mana jalan yang sebenarnya dan mana jalan alternatif. Jika kamu ingin bergerak maju, bergeraklah.” Saya pun terdiam dan berpikir tentang ucapannya itu.

Jalan sangat panjang dan panjang sekali. Penuh liku dan juga kerikil tajam. Namun semua itu hanyalah sebuah pembelajaran dan juga tantangan. Belajar untuk mengintrospeksi diri dan juga menantang diri sejauh mana kita berani dan mau terus melangkah. Meneruskan semua janji dan ucapan yang sudah terurai. Bila memang semua itu adalah sebuah tanggungjawab dan juga keyakinan, kenapa harus berhenti dalam melangkah dan maju ke depan menggapai segala mimpi?!

Semua yang diawali oleh niat baik dan tulus serta ikhlas pasti akan membuahkan hasil yang baik pula. Semakin banyak pula tantangan dan cobaan yang harus dihadapi. Angin akan semakin terus bertiup dengan kencang dan semakin kuat mencoba untuk merobohkan. Terkadang juga membuat kita bertanya, “Kenapa kalau yang berbuat tidak baik malah lebih mudah, ya?! Kok, sepertinya malah lancar-lancar saja?!” Pernah, kan, berpikir seperti itu?!

Apa yang sudah terjadi terjadilah. Ikhlaskan saja semua itu karena semua pasti ada hikmah dan manfaatnya. Rendahkanlah hati dan bercermin atas semua yang terjadi itu. Jangan terus menerus berada dalam gelap karena terang itu ada di balik sana. Semua yang diberikan adalah yang terbaik diberikan oleh-Nya. Lanjutkanlah perjalanan dan jangan menyerah. Yakinlah bahwa semua mimpi itu bukanlah hanya sekedar mimpi. Berjuang terus dan lakukan yang terbaik untuk mencapainya. Jadilah selalu diri sendiri dan jangan pernah takut untuk menjadi diri sendiri. Manusia bisa bicara, tertawa, dan melakukan apapun. Namun, nilai manusia tiada artinya karena hanya nilai dari Dialah yang paling berharga. Dia Maha Tahu dan Maha Pengasih juga Penyayang. Siapa lagi kalau bukan Dia?!

Semoga semua ini bisa memberikan manfaat, ya!!!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

31 Mei 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Dari Hati, Jiwa Merdeka, Perubahan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Jalan Itu Masih Panjang dan Terang Itu Ada

  1. lucia says:

    marikaa..
    terus nulis yaaa… aku syka bacanya😀
    makasihmakasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s