Mengerti Tentang Cinta

Illustrasi: stephanielie.wordpress.com

Banyak yang mengaku cinta tetapi selalu ingin memiliki dan menguasai. Melarang banyak hal hingga kepada hal-hal yang sifatnya sangat pribadi sekalipun. Meminta banyak dengan alasan sebagai bukti yang nyata hingga kepada hal-hal yang seharusnya diberikan secara tulus dan ikhlas. Belum lagi bila ditambah rasa cemburu dan sikap posesif yang berlebihan dengan berbagai alasan dan pembenarannya. Sebenarnya, memang benar cinta atau….

Belum lama ini, seorang perempuan mendesah dalam dan panjang. Dia merasa sangat bersalah sekali karena telah membuat seorang pria yang mengaku mencintainya terluka. Harapan yang diberikannya barangkali terlalu besar sehingga pria itu merasa memiliki harapan yang besar, namun ternyata semuanya harus berhenti dan hilang dalam waktu yang sangat singkat.

Pria itu marah besar dan menuduhnya sebagai seorang perempuan yang keras kepala dan pendusta. Senang membuat jatuh orang lain dan menghancurkannya. Sangat egois, tinggi hati, dan alasan materi pun kembali diungkit. Pria itu merasa bahwa dia telah ditinggalkan karena dia tidak memiliki kemampuan untuk membahagiakan perempuan itu secara materi. Perempuan itu terlalu “borjuis” baginya.

Di sisi lain, ada kecemburuan yang besar dari pria itu terhadap seorang pria yang memang sangat dicintai perempuan itu. Sehingga apapun yang dikatakan oleh perempuan itu, dengan maksud untuk memberikan contoh, selalu dianggapnya sebagai perbandingan. Padahal, maksud perempuan itu adalah untuk memberitahukan bahwa “beginilah pria dewasa yang saya inginkan”. Sikap kekanak-kanakan telah membuat perempuan itu merasa lelah dan jemu.

“Saya mengakui bahwa saya sudah salah karena telah mengambil keputusan yang terlalu cepat untuk berpasangan dengannya. Saya sayang padanya, tetapi saya tidak bisa menjalani hidup bersamanya. Saya mengerti apa dan bagaimana perasaannya, jalan pikirannya, maupun keinginannya. Saya juga bisa memahami apa yang menjadi latar belakang atas sikap dan perilakunya. Namun, apa yang dimaksud dengan mengerti belum tentu berarti bisa harus dikompromikan apalagi jika selalu saja ada alasan dan pembuktian yang harus selalu rasional baginya. Sungguh sangat melelahkan sekali.

Dia mengaku mengerti tentang saya dan mau menerima saya apa adanya, tetapi saya merasa sangat tertekan sekali dengan kata-katanya tentang apa yang saya suka dan apa yang saya jalani. Bentuk tubuh saya memang tidak sempurna, tetapi haruskah dikata-katai dengan sebutan yang tidak enak didengar?! Pakaian yang saya kenakan pun dianggapnya tidak pantas dan tidak sopan, sementara itu adalah saya.

Di sisi lain, setiap kali saya mengkritik caranya berbicara yang seringkali kasar dan tidak sesuai dengan tempatnya, dia tidak bisa menerimanya. Giliran saya membalasnya dengan perilaku yang sama dengan apa yang telah dilakukannya, dia pun merasa tersinggung.

Yang paling membuat saya jengkel adalah dia selalu berlebihan soal kelemahan dirinya, padahal semua itu bagi saya tidaklah penting karena bagi saya, dia adalah bunga yang sangat indah. Dibutuhkan kerendahan hati baginya untuk bisa benar bersyukur dan juga belajar lebih banyak lagi. Sayangnya, saya justru dianggap sebagai perempuan yang sok tahu dan sombong. Seorang perempuan yang tidak bisa mengerti dan tidak mau menerima apa adanya. Barangkali memang dia benar, saya tidak menyalahkannya juga.

Saya menjadi sadar diri dan memutuskan untuk tidak lagi bisa bersamanya. Saya berpisah bukan karena saya marah atau sakit hati, tetapi saya sudah terlalu lelah untuk menyakitinya. Saya tidak ingin melihatnya sakit lebih dalam lagi hanya karena pemikiran, sikap, dan perilaku saya. Lebih baik sekarang dia sakit daripada nanti. Prioritas adalah utama dan idealism tidaklah bisa dikompromikan. Saya memang orang yang keras dan tidak mudah bagi saya untuk bisa mengubah begitu saja apa yang sudah saya yakini dan apa yang sudah menjadi tujuan saya.

Saya juga tidak mampu untuk berdusta pada diri saya sendiri dan juga pada dirinya. Saya ternyata sangat mencitai pria yang lain. Saya tidak bisa jauh dan lepas darinya. Dia adalah belahan hidup saya, dia adalah saya. Di dalam hati saya, dia ada.

Biarlah dia menganggap saya apapun juga, saya tidak akan membela diri ataupun melawannya. Saya tidak berharap apapun juga selain dia bisa bahagia dengan apa yang membuatnya bahagia dan dengan dirinya sendiri. Saya bukanlah siapa-siapa, bagi saya cinta adalah cinta. Saya tidak perlu memaksakan diri untuk dicintai ataupun mencintai begitu juga sebaliknya. Semoga saja dia mau memaafkan saya.”

Sungguh tidak mudah untuk bisa mengerti dan memahami arti cinta. Dusta selalu dibenci tetapi kejujuran seringkali justru menjadi pisau yang sangat mematikan. Tidak heran bila kemudian lebih banyak yang lebih memilih untuk mendustai diri daripada mengatakan yang sebenarnya dengan alasan takut menyakiti, namun sesungguhnya, dusta yang berkepanjangan itulah yang akan membuat semuanya menjadi lebih pahit di kemudian hari.

Mengakui kesalahan pun tidaklah mudah apalagi di dalam hal berpasangan. Ketika memulainya, semua dilakukan berdua dan pada saat berpisah pun bukan karena salah satu tetapi juga berdua. Selalu ada sebab yang mengakibatkan sesuatu terjadi, dan sebab itu adalah karena kedua-duanya. Tidak ada yang patut untuk merasa benar ataupun juga merasa lebih bersalah. Sama-sama harus mau mengakui dan mau belajar untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

Rasa cemburu yang datang seharusnya tidak pernah ada bila ada keyakinan di dalam diri tentang diri sendiri dan juga pasangan. Tidak ada yang perlu dikuasai ataupun dimiliki karena bila benar cinta maka tidak akan pernah ada yang berubah meski apapun dan bagaimana pun juga.

Cinta tidak berarti harus selalu sama dan harus juga berarti selalu bersama. Memaksakan kehendak dan keinginan dengan mengatasnamakan cinta bukanlah cinta. Mendustai diri dengan alasan cinta pun bukanlah cinta. Bila benar cinta, tidak perlu ada harus marah dan tuduhan serta tudingan. Di dalam cinta hanya ada keindahan dan kebahagiaan. Ketulusa, keikhlasan, dan kedewasaan di dalam menerima dan memberikan semuanya adalah cinta yang membuahkan kedamaian.

Cinta tidak akan pernah menyakiti ataupun membuat susah atau sakit meskipun banyak yang merasionalisasikannya karena pada fakta dan kenyataannya demikian. Sebenarnya, bukan cinta yang membuat semua itu tetapi marah, sakit hati, dan tiada ketulusanlah yang membuatnya menjadi sakit dan susah. Harapan dan mimpi indah yang hilang dan tiada lagilah yang membuat sedih.

Cinta adalah membebaskan karena segala sesuatunya adalah merupakan pilihan. Yang terpenting adalah memiliki jiwa besar untuk siap menanggung segala resiko dan konsekuensinya sendiri sehingga tidak perlu ada yang harus ditunjuk dan dituding. Cinta terlalu indah untuk dijadikan alasan dan di dalam cinta tidak perlu ada yang harus dibuktikan.

Tidak mudah untuk mengerti arti cinta. Cinta itu bukan tidak ada tetapi cinta itu seringkali hanyalah untuk diri sendiri sehingga diri tak pernah dipenuhi dengan cinta. Hanya dengan memberikannya, maka diri akan semakin dipenuhi cinta.

“Berlayar hingga pelabuhan terakhir tanpa harus pernah takut karam atau tenggelam. Angin dan gelombang yang datang terus menghantam hanyalah bagian dari perjalanan. Cinta akan menuntun diri kepada kebahagiaan yang paling sempurna dan tiada pernah ada batas. Cinta itu ada dan ada selalu.”

 

Salam hangat penuh cinta,

Mariska Lubis

5 September 2011

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s