Sepucuk Surat Cinta Untuk Ayahanda Tercinta

Illustrasi: ilovelivinglife-mf.blogspot.com

Perbedaan dunia membuat ini semua harus terjadi. Cinta yang ada pun terkadang sulit untuk menjembataninya. Tidak bisa membedakan antara cinta untuk diri sendiri atau cinta untuk yang tersayang dan dikasihi. Membuat pemberontakan atas diri untuk mencari yang sebenarnya. Pahit bukanlah pahit. Manis pun belum tentu nikmat dirasa. Haruskah ini semua terus terjadi?!

Seorang perempuan penulis mendesah dalam dan panjang. Berusaha untuk melepaskan diri dari segala gundah dan ragu yang ada di dalam hatinya yang sedang bergejolak. Ada keinginan kuat untuk bisa menjadi dan memberikan yang terbaik namun yang terbaik untuk siapa adalah yang terus dipertanyakan.

Perempuan itu ingin sekali bisa menjadi dirinya sendiri. Menggapai segala mimpi dan harapannya. Semua cita-cita yang pernah digantungkannya di atas langit yang tinggi. Mempersiapkan diri untuk mengukirnya di atas sana. Dia ingin bunga yang bisa mekar harum dan berseri. Dia ingin bisa menjadi kupu-kupu yang indah dan bisa terbang bebas mengepakkan sayapnya ke sana ke mari. Menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri dan juga yang lainnya.

Sungguh sangat disayangkan semua itu tidaklah berarti. Justru tidak berarti bagi ayahanda dan keluarganya tercinta. Mimpi dan harapan yang diinginkannya itu bukanlah mimpi dan harapan mereka. Cita-citanya juga bukanlah cita-cita mereka. Sungguh jauh berbeda dengan apa yang pernah dibayangkan sebelumnya meskipun diakuinya bahwa dia pemuja kata. Ayahanda ingin anak perempuannya itu menjadi seorang yang berhasil dalam karier dan menduduki jabatan penting di perusahaan yang menurutnya sesuai dengan talenta dan kemampuan yang dimiliki anaknya itu. Menjadi seseorang yang dipuja dan dipuji dengan segala kemewahan yang ada.

Mengakui apa yang telah dilakukan oleh anaknya hanyalah di dalam mulut. Hanya muncul pada saat berhadapan dengan yang lain yang bisa melihat dan merasakan hasil karya anak perempuannya itu. Menjadi sebuah kebanggan atas prestasi seorang ayah dan juga orang tua namun bukan sebagai prestasi anak itu sendiri.

Tidak pernah juga diakui bahwa anak perempuannya itu memang berbeda namun selalu saja diperlakukan berbeda. Apa yang diinginkan selalu yang menjadi keinginannya, bukan keinginan anaknya itu. Meskipun ada sejuta manja dan harta yang telah diberikan yang harus dikembalikan. Tidak juga pernah mau bertanya ataupun mendengar apa yang dibutuhkannya.

Cinta. Ya, hanya cinta yang diinginkan oleh perempuan itu. Cinta dan kasih sayang dari ayahandanya tercinta. Sebuah cinta yang bukan cinta seorang ayah, bukan juga cinta seorang yang membuatnya ada di dunia. Cinta sesungguhnya. Cinta yang memberi dan menerima. Cinta yang tulus dan ikhlas.

Tidak tahu harus berkata apa lagi. Tidak tahu harus berbuat apa lagi. Namun semua itu ingin diungkapkannya. Ingin diutarakannya. Untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi melangkah maju ke depan. Menjadikan semua mimpi dan harapannya itu nyata. Menggapai semua cita-cita yang diinginkannya.

Sepucuk surat dari ananda untuk ayahanda tercinta.

Tidak mudah untuk mengatakannya karena tidak akan pernah dipercaya. Meskipun sudah diutarakan apa sebenarnya yang diinginkan dan betapa inginnya untuk bisa terus selalu mendapatkan cintamu. Diri ini sangat membutuhkannya.

Semua yang tampak di mata hanyalah saat masih berada dalam pelukan dan ayunan. Biarpun saat ini sudah mengenakan gaun malam untuk pergi berpesta di malam yang panjang. Yang dirimu inginkan hanyalah seorang gadis kecil yang duduk manis dan tersenyum mengangguk menurut walau hari terus berganti.

Kupu-kupu dalam sangkar emas tidak bisa menahan diri untuk melepaskan diri. Semua itu harus dilakukannya. Tidak bisa hanya berdiam dan disuapi madu. Melihat dunia hanya dari balik jendela dan selalu bersembunyi dari teriknya matahari.

Bebas dan terbang bebas adalah pilihan. Melihat dan merasakan dunia yang sesungguhnya. Mencoba segala sesuatu yang baru yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Meskipun tak ada satupun yang membuat terpesona karena memang tidak pernah juga diharapkan atau terpikirkan sebelumnya.

Janganlah menangis atas kepergian diri ini. Pada kenyataannya, cinta itu tetap ada dan ada selalu. Di dalam hari-hari paling liar dan ganas sekalipun. Bahkan saat kegilaan diri itu muncul di permukaan. Janji tetaplah janji. Janganlah pernah melupakan ini semua.

Kemewahan dan ketenaran. Keberhasilan dan kesuksesan. Itu semua bukanlah yang menjadi tujuan ataupun impian. Mereka datang tak pernah diduga sebelumnya. Tak pernah juga diundang untuk datang menghampiri. Meskipun seluruh dunia berpikir dan mengira bahwa itulah yang diinginkan diri ini.

Semua itu hanya sebuah ilusi belaka. Bukan juga sebuah akhir dari pertanyaan dan juga bukan jawaban. Semuanya itu sudah ada di dalam diri ini. Tidak ada yang lain hanya selain Dia dan diri ini. Cinta ini selalu ada untukmu dan semoga dirimu pun tetap memiliki cinta itu.

Mungkin diri ini sudah terlalu banyak bicara. Mengeluarkan bunyi dan suara tak bermakna. Tidak tahu apa lagi yang harus diucapkan. Yang diri ini inginkan adalah untuk dilihat. Lihat dan tataplah sekarang juga. Semua yang telah diucapkan itu adalah yang sejujurnya.”

Semoga saja semua ini bisa dijadikan pembelajaran bagi kita semua untuk bisa lebih dewasa dalam bersikap. Juga belajar untuk selalu mengintrospeksi diri. Belajar untuk bisa mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Saya ingin cinta itu ada dan ada selalu.

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

1 Juni 2010

Catatan: Semoga ini semua bisa membantu…

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Dari Hati, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s