“Bersamamu, Segalanya Menjadi Indah”

Illustrasi: rasyefki.com

Ada waktunya di mana kita merasa sedih dan susah, tetapi sebenarnya, lebih banyak waktu yang kita habiskan untuk tersenyum dan tertawa. Ada juga waktu di mana kita sendiri dan terpisah jauh tetapi jarak tidak menjadi halangan bagi kita untuk tetap bersama. Cinta yang ada membuat segalanya menjadi indah.

Seekor kupu-kupu cokelat dengan bintik ungu yang besar datang menghampiri dan hinggap di sudut meja. Dia selalu hadir hampir setiap waktu terutama bila rindu ini sedang mendera. Entah kenapa, dia selalu datang sejak pertama kali kita bersama. Seolah, dia adalah dirimu yang senantiasa datang dengan keindahan dan menemani diri. Yah, dirimu memang indah. Bak kupu-kupun terindah yang selalu memberikan cinta agar bunga-bunga itu  terus bermekaran dengan indahnya, dan menjadikan kehidupan ini dipenuhi dengan cinta yang indah.

“Sayang, ya, dirimu. Jadi sering capek karena saya.”

“Saya sama sekali tidak merasa capek. Saya sayang dirimu, saya tidak pernah mengeluh, kan?!”

“Hatimu barangkali risau. Banyak sekali idealnya diri ini.”

“Ah, dirimu seperti tidak tahu saya saja. Saya sangat cerewet dan banyak maunya. Sudahlah, ya! Jangan gundah gulana. Saya cinta dirimu dan kita akan terus berjalan. Semua selalu ada liku dan kerikil tajamnya, tapi kita bisa.”

“Saya percaya dirimu.”

“Saya juga percaya padamu. Ingatlah selalu bahwa dirimu adalah kupu-kupu terindah dan saya ingin selalu melihatnya menjadi sangat indah bagi semua.”

Senyum di bibir ini tak bisa tertahankan setiap kali mengingat tentang dirimu dan kita berdua. Banyak hal yang kita lakukan bersama dengan cara yang barangkali bila diketahui banyak orang, akan membuat mereka tak percaya dan geleng-geleng kepala. Bagaimana mungkin kita melakukannya, sementara kita memiliki banyak sekali keterbatasan dalam hal komunikasi. Hati yang merasakan tentunya membuat segalanya menjadi lebih mudah.

Yang terindah bagi diri ini adalah karena kita selalu sama-sama mengasah pikiran dan hati kita untuk menggapai apa yang menjadi cita-cita kita selama ini. Semua itu membuat kita lebih mudah menjalani hari-hari. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita pun memiliki keinginan masing-masing dan keinginan bersama, namun seperti apa yang pernah kita ikrarkan di awal perjumpaan kita, bahwa cinta kita adalah untuk semua. Dan, semua itu membuat kita juga tidak perlu merasa takut ataupun tidak yakin.

“Tahukah kita dengan apa kita menjadi bahagia?! Kita menjadi bahagia bila kita sedang jatuh cinta. Dengan jatuh cinta, kita menyatukan jiwa dengan kita cintai.”

“Kepada sesama kita tak pernah selalu jatuh cinta. Padahal, dengan cinta pada semua maka kita sedang membangun dunia. Bukankah dunia hancur karena kehilangan cinta?!”

“Ya, termasuk negeri ini. Negeri kita telah kehilangan cintanya. Ibu pertiwi murung dan menangis melihat anak di negeri ini saling menghabisi. Alam pun dihabisi dengan sangat rakusnya. Tiada lagi yang ingat bahwa cinta harus tetap diberikan bagi generasi yang akan datang.”

“Cinta menyebabkan persetubuhan dan memberi kehidupan baru. Ada juga, sih, yang menyelimuti nafsu atas nama cinta, tetapi semua itu pasti akan menimbulkan susah, sakit, dan derita saja.”

“Karena itu, biarlah kita melakukan apa yang baik dan terbaik bagi semua. Cinta kita adalah cinta semua dan biarlah semesta ini menjadi terisi penuh dengan cinta yang kita miliki.”

Diri ini merasa bahagia sekali karena paling tidak sekali dalam kehidupan ini, menemukan seseorang yang begitu indah dan menjadi bagian dalam hidup. Selalu ada di dalam hati dan menjadi belahan jiwa ini. Sulit untuk berpisah karena hati tak mungkin bisa dipungkiri. Biar bagaimanapun juga, Dia telah membuat kita saling jatuh cinta dan semua itu benar adanya.

Dirimu telah membuat diri ini merasa memiliki kekuatan untuk menjalani kehidupan dan membuatnya menjadi lebih indah. Diri ini selalu yakin, kita berdua bisa menaklukkan dunia dengan cinta kita. Cinta mengalahkan segalanya.

—–

Diriku, Dirimu, dan Kita

Di sinilah kita, dirimu dan diriku…

Menapaki jalan yang penuh liku

Menuju kebahagiaan bukan yang semu

Atas takdir yang membuat kita bertemu

Di sinilah kita, diriku dan dirimu…

Membuat mimpi dan mengukir bintang

Mengalahkan dunia yang telah pilu

Membawa cakrawala agar kembali terbentang

Di sinilah kita, diriku dan dirimu…

Jatuh cinta berkali-kali dengan sesungguhnya

Biarpun waktu akan terus berlalu

KITA memiliki segalanya

Diriku, dirimu dan Kita….

Cinta…

(10 Juni 2011)

—–

Banyak di antara kita yang selalu ketakutan untuk kehilangan dan tidak bisa bersama, meskipun percaya bahwa cinta itu benar ada. Lalu, menjadi sibuk dengan pemikiran bagaimana caranya untuk tidak kehilangan dan selalu bersama dengan cara apapun juga. Yang seringkali dilakukan justru dengan memaksakan kehendak, memiliki, menguasai, dan bahkan “menyegelnya” dengan berbagai cara. Semuanya dilakukan dengan alasan cinta dan untuk cinta. Bahkan dirasionalisasikan sebagai upaya untuk memupuk dan menyirami cinta agar tetap selalu ada dan tumbuh.

Sehingga kemudian, perjalanan menjadi tidaklah mudah karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin “diikat dan terikat”, “dikuasai dan dimiliki”, “dibatasi dan terkurung”. Setiap manusia selalu menginginkan kebebasan dan kemerdekaannya masing-masing dengan jalan dan cara yang membuat mereka merasa nyaman. Kebahagiaan itu ada pada saat seseorang merasa damai dan merdeka dengan sepenuhnya.

Bisa saja penerimaan itu ada, tetapi hati akan selalu berontak dan jiwa tidak akan pernah tinggal diam. Bagaimanapun juga, setiap manusia memiliki jiwa yang akan selalu menariknya untuk kembali kepada jalan yang memang sudah menjadi takdirnya masing-masing. Waktu untuk bisa menyadari semua itu, tidak selalu sama, dan mungkin juga tidak akan pernah menyadarinya. Tetapi, rasa penyesalan akan selalu ada dan inilah yang membuat jenuh, lelah dan capek di dalam menempuh setiap proses dan perjalanan itu.

Kepasrahan dan ketulusan tidak akan pernah ada bila tidak keyakinan dan kesungguhan hati di dalam menjalani semuanya. Keraguan atas diri dan juga yang lainnya membuat kita merasa takut dan tidak bisa mengendalikan diri. Apapun yang dilakukan pada akhirnya, hanyalah untuk memuaskan keinginan dan nafsu serta ambisi semata. Tiada cinta di dalamnya dan itu bukanlah cinta. Mungkin cinta, tetapi hanya untuk diri sendiri dan bukan untuk diberikan. Tuntutan itu sangat besar bukan?!

Kupu-kupu itu dahulu hanyalah setitik telur yang menetas dan menjadi ulat kecil yang tak nampak. Berjuang untuk bisa bertahan dan mampu membuat kepompongnya. Di dalam kepompong itu, dia pun berproses untuk bisa mengubah dirinya menjadi lebih indah dan siap mengabdikan dirinya bagi kehidupan. Memenuhi dirinya dengan cinta agar bisa memberikan cinta kepada semua dengan indahnya. Pada saat semuanya siap, dia pun meninggalkan kepompongnya dan menjadi kupu-kupu yang sangat indah.

Yah, semua membutuhkan proses. Tidak perlu takut untuk menjalani kehidupan. Yakinlah pada diri sendiri. Tidak perlu terburu-buru karena instant tak akan menjadikan seseorang memiliki kualitas yang sempurna. Tidak perlu juga gundah dan gelisah karena ada banyak halangan dan tantangan, semua adalah yang terbaik dan merupakan proses pembelajaran.

Cinta ada dan ada selalu. Rasakan dan dirikanlah. Tak perlu jauh-jauh mencari dan memburu cinta. Carilah cintamu di dalam diri dan penuhilah diri dengan cinta. Berikanlah cinta untuk semua agar kebahagiaan, damai, dan kemerdekaan itu bisa sepenuhnya dimiliki.

“Bersamamu, segalanya menjadi indah. Dirimu adalah cinta dan cinta adalah keindahan.”

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

07 September 2011

 

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Dari Hati, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to “Bersamamu, Segalanya Menjadi Indah”

  1. edysatarigan says:

    Hehehehe aku masih mencintai dirimu…

  2. singledplantlight says:

    I like it, really fantastic.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s