Seperti Kucing Di Antara Dua Merpati

illustrasi: seaton-newslinks.blogspot.com

Like a cat among the pigeons”, sebuah ungkapan yang pernah menjadi judul lagu group musik Enigma. Sulit untuk bisa mendapatkan keduanya bahkan salah satu pun tidak akan pernah bisa. Menjadi diam dan terpaku serta tak tahu harus berbuat apa. Bernafas pun sulit sekali rasanya. Sepertinya, lebih baik menjadi patung daripada memiliki nyawa. Semuanya pasti menjadi lebih mudah. Ah!!!

Seseorang sedang mendesah dalam dan panjang. Tidak tahu harus berbuat apa. Berada di antara dua merpati yang menjadi malaikat dalam hidupnya yang selalu ingin dibuatnya bahagia. Namun entah apa yang terjadi, dua merpati itu justru membuatnya menjadi serba salah. Tidak tahu harus berbuat apa. Salah langkah bisa membuat salah satu atau kedua merpati itu pergi dan tidak pernah kembali. Meskipun selalu ada cinta yang diberikan untuk keduanya maupun dari keduanya.

Merpati yang satu adalah yang memberinya kehidupan dalam nyata. Merpati yang satu lagi adalah yang memberinya kehidupan dalam mimpi. Dua-duanya sama-sama memberikannya kebahagiaan dan menjadikannya hidup kembali.

Dua merpati sama-sama diberikan cinta dan kasih sayang meskipun berbeda. Cinta dan kasih sayang dalam wujud dan bentuk yang memang kejujuran dan berasal dari dalam hati. Tidak ada yang bisa dipungkiri ataupun ditutupi. Namun inilah yang menjadikan kehidupan yang telah diberikan oleh kedua merpati itu menjadi berhenti. Demi membuat keduanya bahagia, dia tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Menjadi terombang-ambing di antara keduanya. Takut bila mengecawakan salah satunya meskipun kedua merpati itu selalu mengingatkan untuk selalu menjadi diri sendiri dan selalu jujur dalam melangkah.

Merpati yang satu adalah saudara dan sahabat. Merpati yang satu lagi adalah kekasih hatinya. Dua-duanya menjadi sangat berarti. Tidak mungkin bila harus memilih. Tidak mungkin bila harus melepaskan keduanya. Terlalu berat bila harus memilih dan sangat tidak jujur bila harus melepaskan keduanya.

Salah satu merpati sangat sangat sayang dan cinta. Menyarankannya untuk bisa menahan diri dan bisa menutup diri. Bisa dipahami maksud baiknya. Tidak ingin sampai dia sampai terluka, sedih, ataupun susah. Terlalu banyak yang sudah sering menyakiti dan tidak ingin bila harus terulang kembali.

Merpati yang lainnya penuh dengan sayang dan cinta. Selalu mengalah agar merpati yang lain bisa selalu bahagia. Selalu menyarankannya untuk tidak pernah menyakiti merpati yang lain itu dengan harus menutupi segala keinginan dalam hati untuk mengungkapkan yang sebenarnya. Bisa dipahami maksud baiknya karena itu semua dilakukannya agar tidak ada yang harus sakit ataupun susah.

Semua ini membuatnya seperti seolah menjadi seekor kucing di antara dua merpati. Kucing yang haus dan lapar akan cinta dan kasih sayang namun tetap harus menelan ludah. Membuatnya menjadi serba salah.  Bertanya dan memberitahu pun seringkali salah. Memberi cinta dan kasih sayang pun mungkin sepertinya memang yang hanya bisa diterima saja. Benar-benar tidak tahu harus berbuat apa selain diam dan selalu mengikuti apa yang dianjurkan oleh keduanya. Tidak mungkin bila harus menjadi diri sendiri dan mengungkapkan semuanya. Mungkin bisa tapi entah kapan waktunya. Mungkin bila sudah memiliki keberanian dan kesiapan untuk menanggung semua resiko yang dihadapinya. Resiko yang terberat yaitu kehilangan keduanya. Kehilangan kehidupannya dan mematikan semua rasa yang ada itu. Memulai kehidupan yang baru dalam kesendirian.

Seringkali dia bermimpi bahwa pada suatu hari kedua merpati ini bisa saling bertemu dan saling bercerita. Mengungkapkan semua rasa yang ada di dalam hati mereka berdua agar tidak perlu lagi ada yang harus ditutupi ataupun ditakuti. Namun pertanyaannya, mungkinkah ini terjadi?! Semuanya mungkin saja, namun kembali lagi, entah kapan ini bisa terjadi.

Untuk saat ini, dia memilih untuk menikmati saja semuanya. Membiarkan kedua merpati ini tetap ada di sampingnya dengan segala cinta dan kasih sayang mereka. Selalu berusaha untuk tetap bisa memberikan cinta dan kasih sayang untuk keduanya. Biar bagaimanapun juga, cinta dan kasih sayang yang diberikan untuk keduanya adalah yang sejujurnya. Semua ada waktu dan masanya. Toh, hanya waktu yang bisa bicara. Siapa yang pernah tahu masa mendatang?!

Cerita di atas bisa terjadi pada siapa saja dan bahkan banyak di antara kita yang pernah mengalami atau sedang mengalaminya. Sebuah keadaan yang seringkali membuat kita jadi sangat bingung dan serba salah. Saya pun bingung bila menghadapi situasi seperti ini. Tidak tahu juga harus berbuat apa. Mungkin saya akan melakukan hal yang sama dengannya, untuk memilih menjalani dan membiarkan semuanya mengalir. Berusaha untuk selalu menikmati dan bersyukur atas semua yang ada. Tidak mau memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Tidak mau juga bermimpi ataupun berharap. Serahkan saja semuanya kepada yang di Atas. Apa yang harus terjadi, ya, terjadilah.

Yah, inilah sebuah romantika dalam kehidupan bercinta. Indah bila bisa dirasakan keindahannya. Susah bila yang dirasakan adalah kesedihannya. Semua adalah pilihan. Silahkan memilih sendiri mana yang terbaik.

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

13 Juni 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s