Menang Dengan Cinta

Kita semua tahu bahwa di dalam setiap pemilihan, seorang kandidat bisa menjadi pemenang karena lebih banyak dipillih. Menang karena pada hari “H” yang sudah ditentukan bersama, rakyat banyak yang memilihnya. Barang siapa yang lebih banyak dipilih tentunya akan menjadi pemimipin. Namun, semua itu tidak berarti bahwa yang terpilih adalah pasti karena memang dicintai oleh para pemilihnya. Banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Mungkinkah seorang pemimpin terpilih dan menjadi pemenang karena cinta?

Sebelum hari “H” (hari pemungutan suara) tiba, semua kandidat bahkan sudah harus berusaha merebut perhatian semua. Tidak hanya rakyat pemilih tapi semua, minimal sebanyak mungkin. Hanya dengan cara ini kemungkinan untuk dipilih oleh lebih banyak rakyat pemilih akan terjadi pada hari “H.”

Itu tentu rumus umum.Semua juga tahu. Pertanyaannya, apakah semua juga tahu mengapa seseorang lebih banyak didukung dan akhirnya dipilih? Di sinilah ragam diskusi, telaah, analisis dan akhirnya rancangan disusun untuk kemudian dijadikan strategi memenangkan hati rakyat untuk memastikan rakyat pemilih menentukan pilihannya pada hari “H.”

Pada akhirnya tentu ada banyak dan ragam strategi yang muncul. Ada yang dipuji karena berhasil meraih angka fantastis saat diumumkan hasil perhitungan. Dan, itu lebih kurang persis sebagaimana hasil perhitungan cepat. Sebaliknya, ada yang “tersungkur” karena ternyata strategi yang dipakai tidak berhasil walau sudah mengeluarkan biaya yang besar untuk pencitraan dan penggalangan.

Tak jarang juga ada pula yang harap-harap cemas karena strategi yang digunakan sama kuat dengan strategi kandidat lainnya. Persaingan menjadi sebegitu mendebarkan dan menegangkannya. Sehingga kemudian,  hasil perhitungan cepat tidak bisa dipercaya sebelum keluar pengumuman resmi.

Lebih dari itu, meski sudah menang ada saja yang menduga bahwa kemenangan itu semata karena politik uang. Jadi, rakyat pemilih karena sudah “diracuni” dengan uang. Padahal katanya, ini sangat tidak bagus. Kandidat yang melakukan hal seperti ini,  tidak bisa diharap bisa menjadi pemimpin sejati karena pikiran pertamanya adalah bagaimana mengembalikan uang yang sudah habis pada masa musim pemilihan umum.  Apapun akan dilakukannya untuk mengembalikan “investasi” yang sudah dilakukan sebelumnya termasuk kepada para sponsor yang telah “berbaik hati” kepadanya.

Ada juga yang menduga-duga jika kemenangan salah satu kandidat lebih karena rakyat masih berada dalam ketakutan. Jadi rakyat yang takut hanya memilih secara gampangan saja. Mereka lebih memilih kondisi tanpa konflik agar mereka bisa terus hidup untuk menghidupi keluarganya meski mereka juga tahu bahwa tidak ada yang bisa diharapkan di bawah pemerintahan yang dibangun dengan kekuatan ketakutan.

Kadangkala ada juga analisis yang menyatakan bahwa kemenangan seseorang itu semata karena ia berhasil memobilisasi sumberdaya pemerintah atau negara dan itu sudah dilakukan sejak awal ketika ia menyadari bahwa ia harus kembali memenangkan pemilihan untuk memastikan agendanya terpenuhi. Jadi, sejak hari pertama agenda pemerintahan dan pembangunannya sudah diarahkan untuk usaha-usaha penggalangan. Jika memang demikian, maka sangat wajar jika kandidat lain kalah.

Terakhir dan mungkin saja ada dugaan bahwa kemenangan si fulan lebih karena adanya politik penggiringan yang sudah dilakukan sejak lama, sistematis, melibatkan kekuatan-kekuatan politik, mesin-mesin politik pendukung, dan bahkan rakayasa kebijakan dan aturan.

Apapun alasan negatif dibalik pengungkapan “borok” itu yang jelas ada satu harapan bahwa semua orang dan pihak ingin menghadirkan sosok yang menang dan kemenangannya diamini, direstui, dan digembirai oleh semua, tidak hanya pendukung tapi juga dihormati oleh lawan dan saingan politiknya. Mungkinkah?

Menang dengan Cinta?

Menang dengan cinta? Kok, bisa? Apa dasarnya? Bagaimana cara membuat kandidat dicintai oleh rakyat dan pemilih? Apa fokus utama yang sangat diperlukan dalam menerapkan strategi cinta ini? Apa mungkin semua kandidat bisa menerapkannya?

Ada banyak pertanyaan yang tentunya bisa saja dimunculkan mengingat strategi kemenangan menggunakan cinta bukanlah sesuatu yang dianggap umum dilakukan. Cinta terlalu sulit untuk bisa didefiniskan dan dimasukkan ke dalam kategori sebagai sesuatu yang bisa dianggap rasionalSalah satunya adalah pertanyaan “Bagaimana memahami strategi menang dengan cinta ini secara lebih mudah agar kandidat dan tim sukses bisa melakukannya, juga dengan mudah.

Itu semua akan dijawab dalam tulisan-tulisan berikutnya. Pada penghantar ini penulis ingin mengajak semua untuk lebih membuka diri bahwa strategi memenangkan hati rakyat dan pemilih tidak hanya seperti yang sudah ada saja. Strategi terbuka untuk dikembangkan termasuk sangat terbuka untuk diwujudkan sebuah strategi yang benar-benar bisa menghasilkan pemimpin sejati.

Bukankah lahirnya kepemimpinan sejati sudah semakin dirindui oleh semua pihak? Jika benar adanya maka tidak ada yang tidak mungkin selama semua kita bersedia membuka pikiran dan hati untuk memikirkannya dengan sungguh-sungguh. Niscaya, pada saatnya jalan cinta akan menjadi jalan yang dipilih. Dan, pada saat dia dipilih sudah pasti semua rakyat dan pemilih akan menjadikannya sebagai jalan raya untuk menuju masa depan yang lebih baik dalam ridha-Nya.

Sebagai bocoran awal, strategi menang dengan cinta ini akan dikemas penjelasannya dalam bentuk yang paling mudah dipahami. Mudah, karena strategi menang dengan cinta diibaratkan sebagai sebuah usaha yang dilakukan oleh seorang pria yang ingin memenangkan cinta dari seorang wanita. Bukankah ini sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan setiap orang?

Hmmmm…. Nantikan tulisan berikutnya, ya!

Salam cinta,

Mr. Love

10 September 2011

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s