Apakah Evolusi Perilaku Seks Manusia Direncanakan dan Diatur?!

Illustrasi: boredpanda.com

Melihat siklus pola perilaku kehidupan manusia dari masa ke masa, membuat saya kembali mempertanyakan diri perihal tentang evolusi. Soalnya, evolusi itu sendiri sangat tergantung kepada perilaku manusia itu sendiri dan juga pada takdir dan kodratnya sebagai manusia yang memiliki banyak sekali pilihan. Dan tidak bisa dilepaskan juga dari segala hal yang berkaitan dengan kehidupan. Apakah benar evolusi perilaku seks manusia memang direncanakan dan diatur?! Bila memang demikian, apakah kemudian manusia bisa tetap menjadi manusia?!

Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya harus bilang dulu bahwa saya bukanlah penganut aliran Darwin. Saya tidak sepaham dengan teori evolusi manusianya. Menurut saya, manusia adalah manusia yang sejak pertama kali diciptakan sudah menjadi manusia yang memiliki kekhasannya sendiri. Tidak bisa disamakan dengan makhluk hidup lainnya. Salah satunya adalah kecerdasan di mana kecerdasan manusia amat jauh melampaui kecerdasan hewan terpandai dan telah ditemukan fakta juga bahwa otak manusia tak berubah sejak kemunculan pertama manusia modern (Homo Sapiens) sekitar 150.000 tahun yang lalu (diambil dari berbagai sumber berbeda). Bagi saya ini sudah bisa membuktikan bahwa memang manusia adalah manusia.

Evolusi manusia menurut saya, bukan dari perubahan jenis spesies-nya, tetapi memang perubahan atas kondisi, bentuk fisik dan perilakunyanya yang merupakan akibat dari berbagai faktor yang mempengaruhinya, seperti makanan dan lingkungannya. Namun ada satu pendapat Darwin yang saya sepakati yaitu bahwa seleksi yang terjadi pada manusia ditujukan kepada setiap individu bukan pada kelompok. Sehingga kemudian seleksi yang terjadi pada manusia tidak bisa diartikan sebagai pemusnahan terhadap yang lain ataupun membuat yang lain yang bertahan menjadi sempurna. Bagi saya, manusia itu adalah sudah sempurna hanya bagaimana saja kemudian kita mau melihatnya karena kesempurnaan itu sifatnya sangat relatif .

Di dalam evolusi perilaku manusia, seleksi sangat tergantung kepada sifatnya sebagai makhluk sosial. Di mana manusia memiliki apa yang disebut ego yang menyebabkan terjadinya kecenderungan untuk memilih memihak kepada apa yang menguntungkan dirinya. Melestarikan keturunannya, melestarikan sanak saudaranya, dan kelompoknya dalam lingkungan sosial menjadi prioritas utama. Ini yang kemudian sering menimbulkan masalah di mana pihak yang dianggap “asing” atau “berbeda” seringkali disingkirkan. Bisa dipahami karena manusia memiliki rasa takut atas eksistensi keberadaannya dan juga kelangsungan masa depannya sebagai individu. Namun pertanyaannya adalah bagaimana dengan moral dan etika manusia?! Apakah ini sebabnya kemudian ada agama, ajaran, dan juga hukum serta ada istiadat?! Lantas kenapa kemudian justru ini semua menjadi terbalik, di mana semua ini justru yang seringkali membuat manusia menjadi sangat selektif dan diskriminatif?!

Bagi saya, ini juga ada hubungannya kemudian dengan perilaku manusia yang cenderung juga mengkategorikan dirinya dalam kelas-kelas tertentu sehingga kemudian ada yang namanya superior dan inferior juga dominan dan tidak dominan. Meskipun disadari penuh oleh manusia, dengan kekhasannya sebagai manusia yang bermoral dan beretika bahwa manusia adalah sama. Manusia juga tetap manusia, dan tidak bisa menjadi kurang ataupun lebih. Manusia bukan spesies lain dan juga tidak bisa melebihi dari manusia itu sendiri. Apa memang evolusi perilaku manusia ini dilakukan secara tidak sadar?!

Memikirkan soal kesadaran ini, saya menjadi sedih sendiri. Kenapa?! Karena salah satu ciri khas manusia juga adalah memiliki nurani. Di mana hanya dengan nurani, rasa bersalah bisa didengar, dirasakan, dan dilakukan. Hewan mamalia saja tahu bagaimana merasa bersalah, maka seharusnya manusia bisa lebih dari itu. Jika memang tidak memiliki nurani atau tidak bisa merasakan serta menggunakan nurani, maka seleksi dalam evolusi yang dilakukan oleh manusia dilakukan secara sadar dan dengan penuh kesadaran. Meskipun mungkin pada awalnya dilakukan secara tidak sadar, karena kembali lagi kepada keinginan untuk meneruskan eksistensi diri dan keturannya. Apakah ini kemudian yang menyebabkan evolusi bisa diatur dan direncanakan?!

Sekarang baru kita mulai membahas tentang evolusi perilaku seks manusia, ya. Tarik nafas dulu, deh!!! Saya tahu pasti capek membaca tulisan ini. Luruskan kening dulu juga, ya!!! Hehehe….

Dulu manusia melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan keturunan dan juga kesenangan. Sampai sekarang pun masih tetap sama. Tidak ada yang berubah. Yang berubah hanya cara melakukannya saja. Evolusi yang terjadi atas perilaku seks manusia atas cara melakukannya ini terutama sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan juga agama, ajaran, keyakinan, serta hukum dan adat istiadat di mana setiap individu itu berada. Berkaitan erat juga dengan apa yang kemudian dianggap sebagai norma dan etika yang berlaku yang kemudian berbalik dengan menjadi sebuah kesadaran atas dasar keinginan untuk mempertahankan eksistensi untuk kemudian mengatur dan merencanakan tahapan evolusi perilaku seks yang selanjutnya.

Contohnya saja soal peraturan pernikahan yang hanya memperbolehkan satu agama saja. Bagi saya, ini adalah sebuah konspirasi secara politik dan seks yang erat kaitannya dengan pengaturan dan perencanaan terhadap tahapan evolusi perilaku seks pada tahap selanjutnya di tempat di mana peraturan ini berlaku. Di mana juga kembali lagi, pada ujung-ujungnya adalah karena menjadikan individu lainnya tidak memiliki pilihan. Hanya bisa memilih kepada sesuatu yang menguntungkan diri sendiri saja. Yang lain tidak perlu dipikirkan. Ini juga kemudian yang menjadikan bahwa benar semua yang dilakukan adalah tidak ada artinya selain untuk diri sendiri (Nihilism).

Bagi saya, ini adalah sebuah konspirasi yang patut untuk dipikirkan dan direnungkan. Di mana saya percaya sekali bahwa anugerah terbesar yang diberikan oleh manusia, yang menjadi sebuah ciri khas penting bagi manusia, adalah diberikan pilihan dan kemampuan juga untuk memilih. Bila kemudian pilihan ini dihapuskan, maka kemampuan untuk memilih juga bisa akan hilang karena sudah menjadi bagian dari seleksi yang dilakukan. Semua dijadikan juga menjadi tidak boleh dan tidak bisa berbeda biarpun juga sadar penuh bahwa perbedaan itu adalah juga sebuah kebutuhan. Lantas, jika memang demikian, apakah manusia bisa tetap menjadi manusia?! Kemana juga nurani?! Moral dan etika?! Kenapa anugerah besar yang juga merupakan ciri khas manusianya dihilangkan?! Apakah tidak ingin manusia tetap ada?! Atau lebih suka manusia menjadi yang lainnya?!

Saya memang tidak memiliki kapasitas untuk bisa mengerti atas semua yang terjadi dan juga tidak memiliki kemampuan untuk bisa menjadikan semua ini tidak terjadi. Yang paling penting bagi saya adalah hanya berusaha untuk terus belajar dan terus mencoba untuk bisa tetap menjadi manusia yang seutuhnya. Menghormati dan menghargai apa yang telah menjadi anugerah yang diberikan oleh-Nya dengan memberikan kembali semuanya itu kepada-Nya juga. Apa yang bisa saya lakukan selain itu?! Tidak ada bukan?! Saya memang hanya seorang manusia.

Ini semua hanya pemikiran saya saja yang terserah mau dinilai seperti apa. Saya sadar sekali bahwa ini adalah buah pikir dari kegilaannya saya. Namun juga berharap siapa tahu ada yang sama gilanya sehingga bisa saling berbagi dan bertukar pikiran bersama dan atau ada yang memang tidak gila yang bisa membantu membenahi kegilaan ini sebagai sesama manusia biasa.

Semoga bermanfaat juga, ya?!

Salam Kompasiana,

Mariska Lubis

29 April 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Perubahan, Politik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s