Cinta Teruntuk Penari Matahari dan Bunga Terindah

Illustrasi: aliexpress.com

Sepasang penari tango berputar dan menari dengan gemah gemulai. Mengisi malam dengan desahan keringat dan segala gairahnya. Mengingatkan diri pada seseorang yang dekapannya menjadi mimpi yang terus membayangi diri. Caranya menari begitu menyatu dengan alam semesta dan sangat menggetarkan hati. Penuh dengan keteguhan hati dan keyakinan dalam setiap langkahnya.

Merupakan sebuah kekaguman dan hormat atas segala yang telah dilakukannya. Selalu saja ada langkah dan jalan yang dipilih untuk dapat lebih maju dan lebih baik. Kematangan di dalam pengalaman dan pemikiran, dalamnya rasa dan luasnya hati, membuatnya menjadi seseorang yang mampu memimpin dan mengarahkan. Meskipun kerendahan hatinya seringkali dimanfaatkan dan keberadaannya dianggap tiada, siapa yang tak mengakui di dalam hatinya.

“Masih ada ternyata orang yang seperti ini?! Beruntunglah dirinya karena bisa menjadi matahari terindah di antara kegelapan. Adalah kehormatan yang luar biasa telah menerima anugerah sedemikian luar biasanya.”

Terkadang gemas juga bila menyaksikan fakta dan kenyataan justru orang-orang seperti inilah yang harus tenggelam. Mereka yang benar memiliki cinta untuk diberikan kepada semua dengan segala ketulusan dan keikhlasan justru yang menjadi tertuduh dan dikucilkan. Mereka yang justru memiliki pemikiran maju dan jauh ke depan justru yang dibuat menjadi hilang dan tidak ada. Mereka yang memiliki kesungguhan hati dan mau melakukan apapun untuk kebaikan semua, justru yang tidak pernah mendapatkan kesempatan. Sebenarnya, apa yang diinginkan oleh dunia ini?!

Aneh memang bila orang hanya senang bila dipuji dan diberikan masukan. Memanfaatkan ide yang sebenarnya mahal dan sangat berharga hanya untuk kepentingan pribadi. Melupakan siapa yang sebenarnya telah membantu dan memberikan ide tersebut tanpa pernah meminta balasan apapun. Begitu kemudian mendapatkan kritikan yang sebenarnya juga merupakan masukan, langsung marah dan bahkan memusuhi. Siapa yang sebenarnya rugi di sini?!

Apakah eksistensi diri itu sedemikian pentingnya? Apakah ketakutan itu begitu mencekamnya? Apa sebenarnya yang membuat takut? Apa yang sebenarnya terjadi sehingga eksistensi diri itu begitu penting? Di manakah hati?!

“Saya kasihan dengan mereka. Mereka sudah kehilangan hati dan rasa.”

Aduh!

Yang lebih aneh lagi adalah kemudian bila ada yang berusaha untuk mengubah keyakinan di dalam diri. Dengan cara yang halus maupun terang-terangan dan terbuka. Menceritakan segala yang buruk dan tidak baik dengan gigih dan semangatnya. Barangkali, semua itu bisa berlaku bagi yang lain tetapi tidak bagi diri ini. Apa yang dikatakan selalu menunjukkan siapa diri yang mengatakannya. Apakah mereka yang selalu merasa hebat dan lebih itu benar hebat dan benar?! Jika memang benar, maka tak perlu dia merasa cemas dan takut sehingga berusaha keras untuk menjatuhkan yang lain bukan?!

Kepastian memang sudah hilang entah ke mana, lalu ke mana dia akan berjalan? Bagaimana menjaga agar mimpinya tetap hidup?! Bagaimana menjaga agar gairahnya tetap menyala?! Apa yang harus dilakukan agar dia tak pernah tertidur dan pergi?! Apakah sampai harus memaksakan cinta?! Sulit sekali untuk bisa mengungkapkan dan mengakui semua ini, tetapi memang itulah yang ada selalu ada di dalam benak. Diri ini tak akan pernah bisa memaafkan diri sendiri bila matahari menjadi padam dan bunga terindah pun menjadi layu.

Butakah mata ini karena telah jatuh cinta padanya sehingga tidak bisa menjadi logis dan tidak bisa melihat dengan benar?! Cinta yang ada ini semakin besar justru pada saat telah melihat segala keindahan yang ada di dalam dirinya. Cinta ini jualah yang membuat diri ingin sekali bisa melihat matahari itu bisa terus bersinar dan memberikan kehangatan kepada semua. Menjadikan gelap itu terang dan memberikan terang pada gelap. Bunga terindah harus selalu memberikan keindahan pada dunia dan membuatnya selalu berseri.

 “Di dalam dekapanmu tak ada takut ataupun ragu. Dunia seperti tak akan pernah berhenti menari dengan keindahan dan keanggunannya. Beriringan bersama suara-suara merdu yang lembut dan menyejukkan hati. Ada banyak mimpi untuk diisi sehingga benar menjadi nyata.”

Biarpun semua itu barangkali hanya segumpalan bunga dalam mimpi tetapi bahagia sudah terasa. Meskipun terkadang dia seperti orang asing yang tak dikenal, dan meskipun juga seringkali dia seperti sebatang pohon yang kehilangan suaranya meski ada angin kencang yang terus menerpa. Hanya diam di bawah sinar bulan purnama dan menikmati segala keindahannya. Ah!

“Saya percaya padamu dan dirimu percaya pada saya.”

Kesempatan akan selalu ada bagi mereka yang mau membuatnya. Kesempatan bukanlah keberuntungan tetapi harus dibuat sendiri. Keyakinan yang ada di dalam diri ini tidak akan pernah berubah. Cinta yang kita miliki bersama bisa mengalahkan segalanya. Menjadi pemenang sejati yang bisa mengalahkan diri sendiri. Yang dapat melalui segala aral dan rintangan serta terus berusaha mencari dan membuka jalan baru.

Biarlah dunia ini mencemooh dan mentertawakannya, tetapi semua ada masa dan waktunya. Tidak mudah untuk melaluinya, namun sedikit demi sedikit pun tidak akan pernah menjadi masalah. Terburu-buru dan instant pun tidak akan pernah menghasilkan yang abadi. Menikmati proses perjalanannya sangatlah indah. Bukankah revolusi tanpa evolusi pemikiran tidak akan pernah ada artinya?!

“Menarilah dan teruslah menari, matahari tercinta! Berikan cintamu kepada semua dan jangan pernah berhenti ataupun menyerah. Ada banyak cinta untukmu, wahai bunga terindah!”

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

28 September 2011

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s