Semua Juga Iya, Gampang, Ya?!

Illustrasi: moviewallpaper.net

Ya, iyalah!!! Nggak perlu pusing dan repot-repot untuk berpikir!!! Nggak perlu juga harus capek berdebat!!! Apalagi mengambil resiko untuk mendapatkan pertentangan ataupun bertengkar?! Paling mudah memang meng-iya-kan saja!!! Urusan benar nggak-nya, belakangan!!! Pokoknya iya saja dulu!!! Iya, kan?!

Lain lagi kalau yang kemudian tidak setuju tapi tidak berani untuk menghadapi. Bilang iya di depan tapi di belakang bilangnya berbeda. Berusaha pula mencari dukungan dari yang lain. Diam-diam mencoba memberi masukan kepada yang lain agar menyetujui pendapat dan pikirannya. Kenapa, sih?! Takut, ya?!

Memperhatikan kebiasaan yang terjadi di masyarakat kita, membuat saya geram sendiri. Berkoar dengan semangat penuh menyerukan anti korupsi, anti pemerintah, dan anti lainnya. Giliran berhadapan dengan para pejabat, pemimpin, pengusaha, dan orang-orang “penting” lainnya, jadi berubah. Iya saja. Ke sana iya, ke sini juga iya. Semua di-iya-kan. Sebetulnya yang mana yang benar, sih?!

Sudah terbukti pada setiap pemilihan umum. Semua bilang tidak setuju ataupun setuju namun pada akhir hasilnya, semua meng-iya-kan juga. Dengan berbagai macam alasan tentunya. Giliran kemudian ternyata salah, eh, di-iya-kan juga. Apa ini baik?! Apa ini benar?!

Saya tidak bisa menyalahkan juga. Namanya juga berpolitik. Wajarlah kalau memakai strategi. Siapa yang boleh tahu strategi apa yang digunakan dan untuk maksud serta tujuaan apa?! Yang penting semua yang diharapkan dan diinginkan demi dan untuk kepentingan sendiri, biarpun dengan mengatasnamakan kepentingan orang banyak, bisa tercapai. Aduh!!! Gemas banget, deh!!!

Sama juga dengan urusan seks. Setuju dan iya kalau pendidikan seks itu penting. Namun giliran harus berhadapan dengan orang-orang tertentu dan atau ada pendapat yang berbeda, disetujui dan di-iya-kan juga. Bilangnya sama-sama baik karena tujuannya sama-sama baik pula. Apa maksudnya, nih?!

Sulit memang kalau semua memiliki kepentingan pribadi walaupun itu tidak disadari secara langsung ataupun mau diakui. Memang semua orang punya kepentingan pribadi, namun apabila tahu dan sadar bahwa kepentingan itu tidak benar dan salah, kenapa harus terus dikedepankan?! Itu, sih, namanya egois banget!!!

Sebenarnya tidak sulit untuk bisa mengatasi semua kepentingan pribadi ini. Duduk bersama dan membicarakannya bersama memangnya susah, ya?! Susah, sih, kalau pas duduk bersama terus cuma iya lagi. Nanti di belakang beda lagi ceritanya!!!

Kalau menurut saya, nih, sifat-sifat seperti ini, adalah sisa-sisa dari didikan penjajahan feodalisme dan atau sindroma terhadap kelabilan atas diri. Inginnya melakukan sesuatu yang berbeda tetapi tidak mampu dan tidak berani mengatasi diri sendiri untuk mau dan bisa melakukannya. Jadinya keblinger, deh!!! Dibilang feodal nggak mau, dibilang labil apalagi. Siapa juga yang mau, ya?! Semua juga maunya dibilang baik dan benar!!!

Tidak mudah memang untuk bisa berbuat sesuai dengan apa yang diucapkan. Butuh keberanian untuk menghadapi segala yang harus dihadapi. Menantang diri sendiri untuk mau melakukannya adalah yang terberat. Melawan ego dan nafsu serta kesombongan tidak mungkin dilakukan bila memang tidak memiliki keberanian. Tidak mungkin juga untuk dilakukan bila tidak berani mempertanggungjawabkannya. Mencari aman untuk diri sendiri jauh lebih mudah.

Sering saya mengatakan dalam tulisan saya bahwa saya ingin mengajak semua untuk berpikir dengan benar. Kita tidak bisa melakukan yang benar bila belum bisa berpikir dengan benar. Semua bisa baik tapi belum tentu benar. Yang benar bisa saja sangat menyulitkan dan menyakitkan namun pasti akan baik hasilnya. Beranikah kita untuk mau “sulit” dan “sakit” untuk bisa benar?! Atau memang lebih suka untuk “baik” saja?!

Yah, kebenaran memang sangat relatif sifatnya. Semua tergantung dari sisi mana kita mau melihatnya. Seandainya saja semua mau melihatnya dari semua sisi pandang yang ada, kebenaran itu sebenarnya tidak harus menjadi relatif. Justru inilah tantangan terberatnya. Maukah kita melihat semua dari sisi pandang yang ada?! Maukah kita menjadikan semua ini menjadi tidak relatif lagi?! Maukah semua menemukan titik kebenaran itu bersama-sama?!

Saya mungkin juga salah dalam hal ini. Saya juga tidak bisa memaksakan apa yang menjadi pemikiran serta kehendak saya bila memang tidak diinginkan ataupun tidak sesuai dengan pemikiran yang lainnya. Semua pemikiran saya ini bukanlah sebuah keharusan. Saya hanya bisa berusaha untuk membagikan apa yang saya pikirkan ini. Siapa tahu saja bisa bermanfaat bagi semua.

Bila memang tidak diinginkan, tolong jangan meng-iya-kan pemikiran saya. Saya sangat terbuka dan sangat menghargai kejujuran. Lebih baik kita sama-sama mendiskusikan dan membahasnya dengan pikiran dan hati yang jernih serta menyingkirkan semua ego serta prasangka yang ada lewat argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Bukan argumen yang hanya sifatnya sekedar permukaan saja. Saya suka diskusi yang mendalam sehingga saya pun bisa banyak belajar.

Diskusi dan pembahasan yang sifatnya hanya berkisar di permukaan akan sangat mudah untuk dipatahkan. Sangat mudah juga kemudian menimbulkan efek lainnya, terutama rasa tidak suka. Kemudian balik lagi. Kembali lagi kepada iya di depan dan kasak-kusuk di belakang untuk mencari dukungan. Lobby terus, usaha terus, ya?! Mantap!!!

Kalau sudah begini, saya hanya bisa mendesah dalam panjang namun tidak akan menghentikan saya untuk terus juga berusaha melakukan yang terbaik semampu saya. Ini semua bukan untuk kepentingan saya pribadi meskipun ini keluar dari pemikiran saya. Saya hanya tidak ingin kita semua jalan di tempat dan mundur ke belakang. Ini semua saya lakukan untuk kebaikan bersama dan demi masa depan bersama. Memang hanya waktu yang bisa bicara. Silahkan memilih dan menghadapinya sendiri!!! Toh, ini adalah pilihan sendiri, kan?! Sama, ini juga pilihan saya!!! Semoga saja semua mau berpikir, ya!!!

Selamat berkasak-kusuk dan selamat mencari dukungan!!! Kalau mau aman, mendingan melihat arah mata angin saja dan menanti arus yang lebih deras, ya?! Hehehe….

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

8 Mei 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Perubahan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s