Kalau Anak Saya Cowok…

illustrasi: kasih-terpendam.blogspot.com

“KALAU anak saya cowok, bagaimana menerangkan soal itu, ya?”

Itu, tuh, soal maskotnya pria!!! Yang selalu dibanggakan sekaligus dikhawatirkan terus oleh para pria. Menjadi simbol kejantanan dan kehebatan. Tahu, dong, apa?!

Yup, betul! Kali ini kita bicara soal penis, ya! Masalahnya, terlalu banyak mitos yang salah soal yang satu ini. Apalagi mitos soal ukuran, wah, jangan tanya, deh!!! Semua maunya besar dan panjang!!! Alasannya, untuk memuaskan perempuan. Padahal, perempuan sendiri hanya sedikit yang mempedulikan masalah ini. Malah lebih banyak yang tertarik memperhatikan bokong dan dada pria.

Terlalu banyak pula yang “ngoprek” barang yang satu ini sekaligus tidak menghargainya. Tak heran kalau banyak sekali masalah yang timbul. Malah bisa sampai lemah tak berdaya. Merugikan diri sendiri, lho!!!

Ada pertanyaan dari seorang pembaca yang masuk lewat email saya. Dia seorang Bapak yang memiliki tiga jagoan, yang sudah duduk di usia remaja. Dia ingin sekali menjelaskan kepada tiga jagoan kesayangannya itu, tentang urusan penis. Dia tidak ingin anaknya salah kaprah soal yang satu ini.

“Mbak, bisa tolong jelaskan kepada saya, sebenarnya penis itu apa, ya?”, itu pertanyaannya.

Sudah pasti jawaban saya adalah organ genital atau organ reproduksi pria. Tapi kalau cuma itu jawabannya, pasti tidak akan membantu, kan? Makanya, saya jelaskan sedikit tentang anatominya.

Organ genital pria sebenarnya terdiri dari genital eksternal dan genital internal. Yang eksternal terdiri dari penis, scrotum (buah zakar), dan rambut kemaluan. Sedangkan yang internal terdiri dari beberapa kelenjar dan pipa yang tersembunyi di dalam sana, yang sangat berperan dalam memproduksi dan “mengantar” sperma. Ini termasuk epipydimis, vas deferens, dan kelenjar prostat.

Penis adalah organ genital eksternal pria yang paling menonjol. Terdiri dari body (batang) dan glans (kepala). Di dalam kulit batang penis, terdapat tiga kolom jaringan tissue yang dapat diisi oleh darah saat terjadi ereksi. Corpus cavermosum-lah yang membuka jalur jaringan ini. Di bagian dalam penis sebelah belakang, ada juga corpus spongium yang bisa terisi darah juga saat ereksi. Nah, di tengah-tengahnya ada yang disebut dengan uretra. Uretra berbentuk pipa yang merupakan jalur keluarnya air seni dan sperma. Penis ini terikat kencang di tulang kemaluan, lho!!! Diikat oleh dua tali pengikat (fibrous tissue) yang suka disebut sebagai akarnya. Makanya dijamin nggak bakalan copot!!! Hehehe….

Kepala penis, adalah salah satu tempat yang paling sensitif di daerah itu. Isinya syaraf, sih!!! Banyak lagi!!! Makanya harus benar-benar dijaga, ya!!! Pas di ujungnya ada yang disebut dengan urethral meatus atau pintunya uretra. Kalau belum disunat, kepala ini ditutup oleh semacam tudung yang bisa ditarik ulur.

Urusan sunat sendiri berhubungan erat dengan agama dan kepercayaan. Sedangkan dari sisi medisnya, masih terus diperdebatkan dan diteliti lebih jauh. Memang, sih, bisa mengurangi resiko terkena infeksi saluran kencing dan kanker, tetapi katanya, penurunan resikonya tidak terlalu berbeda dengan yang tidak disunat. Untuk lebih tahu urusan ini, lebih baik Tanya dr. Anugra kali, ya?! Beliau pasti lebih mengerti. Tolong dibantu, ya, dok!!! Makasih, lho, sebelumnya!!!

Belum selesai, nih, urusan kepala. Pas di lehernya, ada yang disebut dengan corona. Di corona itu terdapat kelenjar yang dinamakan glandula tysonii odorifera. Kelenjar ini memproduksi cairan yang mengeluarkan bau khusus, seperti bau keju busuk, yang dalam istilah kedokterannya disebut dengan smegma.

Sekarang untuk urusan buah zakar, ya. Dua buah ruang yang ada di dalam buah zakar ini, di dalamnya diisi oleh testikel yang bentuknya oval dan berukuran antara 3,5 sampai 5,5 cm. Posisi yang kiri biasanya lebih rendah dari yang kanan, makanya jangan heran, ya, kalau ada yang merasa seperti tidak seimbang!!! Di bagian belakang testikel ini, ada epipidymis yang sangat halus dan kalau dipegang terasa seperti kantung berisi cairan. Soalnya, setelah sperma diproduksi testikel, masuk dulu ke tempat ini, baru kemudian ke vas deferens, dan maju ke uretra di dalam prostate.

Anatomi sudah, sekarang soal ereksi dan ukuran, dong!!! Hehehe…

“Mbak, juga, kan, pernah bilang kalau sebaiknya ukuran tidak dipermasalahkan selama masih bisa ereksi dengan baik. Sebenarnya ereksi yang bagaimana yang dibilang normal? Ukuran sebesar apa yang normal?”, tanya Bapak itu lagi.

Ukuran normal penis pria di Indonesia adalah antara 4-15 cm. Dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ukuran tubuh, ukuran hidung, ukuran sepatu, dan besarnya jempol kaki!!! Badan tinggi gede bukan jaminan punya penis yang ukurannya besar juga, lho!!! Ini dari hasil penelitian di mana-mana!!! Murni tergantung kepada genetik alias faktor keturunan dan asupan gizi serta aktifitas setiap pria, mulai dia dari dalam kandungan sampai masa pertumbuhan. Makanya tolong diperhatikan, ya!!!

Ereksi sendiri terjadi bila terjadi rangsangan yang membuat penis terisi oleh darah. Rangsangannya sendiri bisa dari macam-macam, mulai dari sentuhan, visualisasi, bau, suara, pikiran, dan bahkan mimpi, Untuk ereksi sendiri, sebetulnya tidak harus selalu tegak lurus seperti jam 12 teng. Menurut data dari Kinsey, hanya 50% saja, tuh, yang penisnya tegak lurus saat ereksi. Sisanya bisa menghadap ke mana-mana. Ada yang mengahdap kiri, ada yang menghadap kanan, ada juga yang menghadap ke bawah. Yang penting keras dan bisa berfungsi dan digunakan dengan baik. Jadi, yang boleh khawatir kalau mereka yang merasa penisnya tidak sekeras biasanya dan tidak bisa berfungsi dengan baik saja, ya!!!

Sekarang sudah lebih tahu, kan, soal penis. Cobalah untuk lebih menghargainya. Susah, lho, membuatnya!!! Hanya yang di Atas yang tahu bagaimana caranya!!! Manusia tidak mungkin bisa menirunya!!!

Salam,

Mariska Lubis

26 Oktober 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Pendidikan Sosial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Kalau Anak Saya Cowok…

  1. yandri says:

    Terimakasih Mariska… pemaparan yg tidak hanya informatif tp jg edukatif. Bermanfaat bagi orang dewasa untuk lbh mengenal, mengerti, menghargai dan merawat aaset yg luar biasa pemberian sang Pencipta…

    Cheers
    Yandri

  2. lengkap deh jawabanya tentang penis…:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s