Jadilah Seorang Pemimpin yang Bisa Berpikir Benar!!!

Illustrasi: rinaveejay.wordpress.com

Mudah untuk bicara namun tidak semudah itu untuk bisa melakukannya dengan benar. Segala sesuatunya adalah proses dan proses jauh lebih berharga dibandingkan dengan hasilnya. Seorang pemimpin harus bisa berpikir dengan benar. Berpikir ke depan dan maju ke depan. Masa depan bukanlah hanya kerja sesaat.

Menurut saya, negara kita ini sudah dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Kekhawatiran saya, bukan dalam soal ekonomi, politik, sosial, ataupun segala bentuknya. Bukan juga masalah moral, etika, agama, ataupun harga diri. Namun yang paling saya khwatirkan adalah soal cara berpikir dan cara pandangnya. Berpikir sempit dan memandang sebelah mata atau hanya dengan menggunakan kaca mata kudalah yang merusak dan menjadikan keadaan kita seperti sekarang ini.

Masyarakat yang terus menerus diberikan tontonan menjadikan masyarakat negara ini menjadi masyarakat tontonan atau spectacles society. Di mana, masyarakat yang seperti ini dibuat untuk menjadikan hampir segala aspek kehidupannya dipenuhi dengan berbagai bentuk tontonan. Menjadikan tontonan ini sebagai dasar pemikiran atas nilai dan tujuan hidup. Sungguh sangat mengerikan sekali!!! Mau sampai kapan kita seperti ini?!

Masyarakat dibuat untuk tidak memiliki kemampuan untuk berpikir dengan benar. Semua yang diberikan sifatnya hanya permukaan saja. Dibuat tidak mau mendalami segala sesuatunya secara mendalam lewat berbagai pembenaran yang mengatasnamakan kebenaran. Semua menjadi sangat relatif sifatnya sehingga membuat masyarakat menjadi labil dan bingung sendiri. Dalam keadaan seperti ini, maka dengan mudahnya digiring ke dalam sebuah bentuk yang diinginkan oleh mereka yang memiliki ambisi, niat, serta kekuatan tertentu yang mengatasnamakan masyarakat dan kebenaran. Mau terus-terusan begini?!

Ditambah lagi kemudian dengan apa yang disebut dengan noise, yaitu gangguan dalam berkomunikasi. Termasuk di dalamnya adalah gangguan secara acak yang dilakukan terhadap tatanan dan interaksi sosial. Hasut menghasut dengan cara halus maupun terang-terang-terangan adalah salah satu contoh yang nyata. Bukankah banyak yang melakukannya?! Ini terjadi bukan hanya pada pemimpin saja, namun dari atas sampai ke bawah. Sudah menjadi tradisi yang sangat menjerumuskan. Apakah kita memang sudah terkontaminasi atas semua gangguan ini?!

Bicara soal demokrasi dan keterbukaan namun tidak juga paham pada pelaksaan yang sebenarnya. Sehingga pada saat penerapannya pun tidak juga benar. Pemikiran yang salah atas demokrasi dan keterbukaan juga merusak apa yang seharusnya ada. Ini sudah banyak kasusnya. Bagaimana kemudian kita sekarang melupakan asas dasar berdirinya negara tercinta kita ini: Pancasila dan Undang-undang Dasar’45. Semuanya diputarbalikkan dan dimanipulasi untuk kepentingan pribadi dan segelintir golongan.

Bicara juga soal totaliter dan feodalisme, namun tidak juga paham bahwa mereka yang tidak mau belajar, keras kepala, dan tidak mau mendengar adalah bagian dari mereka yang bisa menjadi seorang totaliter dan tetap feodal. Seringkali justru mereka yang berpikiran ke depan dengan berbeda dan keras hati memperjuangkan apa yang seharusnya justru yang menjadi korban atas semua ini. Meskipun justru yang berbeda ini tidak memiliki niat jahat ataupun segala kepentingan pribadi. Tidak juga menggunakan atas nama suara terbanyak untuk menjadi seorang pemenang dan pemimpin yang sesungguhnya.

Seorang pemimpin seharusnya mampu berpikir dengan benar atas semua ini. Tahu dengan jelas dan pasti bahwa semua yang dilakukan harus melewati proses. Hanya pemimpin yang berpikir dengan benarlah yang menghargai proses ini. Hasil memang tujuan namun terus belajar untuk menjadi lebih baik tidak pernah ada kata berhenti di tengah jalan. Tidak juga takut untuk mengakui kesalahan dan berani bertanggungjawab serta mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.

Semua program yang akan dijalankan harus sesuai dengan asas dan landasan yang memang sesungguhnya. Tidak lagi ada pembenaran yang menjadi pembodohan atas mereka yang menjadi penonton. Tidak juga memutarbalikkan fakta dan kenyataan atas apa yang terjadi karena seorang pemimpin harus jujur, tegas, memiliki sikap, dan pendirian yang kuat. Berani menghadapi tantangan dan tidak takut untuk melakukan kesalahan. Pandangan dan pemikirannya harus jauh ke depan. Tidak hanya untuk sesaat saja. Adalah hanya sebuah narasi besar bila konsep-konsep universal seperti kemanusiaan, kemajuan, masa depan, evolusi, dan juga perjuangan tidak bersifat visioner dan juga tidak kritis terhadap pandangan masa kini dan juga masa depan. Apalagi jika kemudian melupakan fakta dan kenyataan atas sejarah yang ada. Ini yang saya sebut sebagai opportunist people, mereka yang mengaku pemimpin masa depan namun hanya memanfaatkan situasi dan kondisi semata. Mengambil celah di atas kesempitan untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu saja.

Kekeluargaan dan kekerabatan yang memang merupakan ciri khas dari budaya dan tradisi masyarakat kita pun dimanfaatkan untuk yang tidak benar. Mencoba merangkul semuanya lewat persahabatan dan kekeluargaan namun sesuguhnya hanya untuk menghasut, memanfaatkan, dan juga memudahkan segala proses atas tujuan dan kepentingan pribadi. Sungguh sangat memalukan sekali. Bila memang keluarga dan sahabat adalah penting dan dilandasi cinta yang sesungguhnya maka tidak akan ada yang disebut dengan menjerumuskan.

Pilihlah pemimpin yang bisa berpikir dengan benar. Ikuti kata hati yang sesungguhnya. Bila memang cinta itu benar-benar ada dan dirasakan serta dihadirkan maka kita bisa memilih dengan benar. Hilangkan semua ego dan juga ambisi pribadi. Masa depan bukanlah mimpi.

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

21 Mei 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Perubahan, Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s