Saya Menolak Pendidikan Seks di Sekolah

Illustrasi: one14.student.umm.ac.id

Menurut berita yang saya dengar, menyebutkan bahwa Bapak Moh. Nuh, Menteri Pendidikan Indonesia menolak pendidikan seks di bangku sekolah. Entah benar entah tidak namun  bila ini benar saya sepakat dengan beliau. Kenapa?! Selama bentuk pendidikan seks yang diberikan itu tidak berarti dan tidak bermanfaat untuk apa dilakukan?! Lagipula, pendidikan seks tidak bisa hanya diberikan kepada yang bersekolahnya saja, tetapi orang tua dan juga masyarakat umum harus mendapatkan pendidikan seks juga. Bila tidak, tidak akan perubahan sama sekali.

Berulang kali saya sudah menuliskan hasil pengamatan saya tentang pendidikan seks yang ada di Indonesia maupun di dunia. Semua yang dilakukan bisa dibilang bermanfaat namun tidak juga memberikan arti dan manfaat yang sesungguhnya bagi perubahan atas perilaku seksual yang ada. Ini sebuah kenyataan di mana usaha telah banyak dilakukan namun tingkat keberhasilannya sangat minim. Satu yang sukses seribu yang gagal. Kalau begitu, untuk apa dilakukan?! Buang waktu, tenaga, dan juga uang yang tak ternilai harganya itu. Saya sungguh sangat sedih akan hal ini.

Pendidikan seks yang ada sekarang ini lebih banyak berkutat pada masalah psikologis dan kesehatan. Padahal masalah seks tidak hanya menyangkut kedua masalah ini saja, tetapi menyangkut ke mana-mana. Sosial, ekonomi, politik, budaya, dan bahkan pendidikan itu sendiri. Dari hasil pengamatan yang saya lakukan juga, pendidikan soal agama dan moral juga tidak bisa menghentikan semua ini.

Sudah banyak generasi muda yang tidak lagi percaya dengan kebenaran yang sejatinya karena sudah terlalu banyak pembenaran yang dilakukan. Kalaupun mereka berusaha mengikuti aturan yang ada, namun bagi saya, bila kemudian sadar bahwa semua itu hanyalah kepalsuan, maka bisa menjadi sebuah bom waktu yang bisa meledak setiap waktu. Syukur-syukur bisa cepat diredam namun bila terus dibiarkan bisa menjadi masalah yang sangat besar di kemudian hari.

Belum lagi arus yang sedemikian kuatnya atas persepsi nilai dan juga status yang beredar di masyarakat yang selalu lebih diutamakan. Pemutarbalikkan fakta dan kenyataan pun sudah sering terjadi dan jangan dikira mereka tidak merasakannya. Apalagi sudah sering mereka melihat kasus di mana apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan yang dilakukan. Semua ini menjadi omong kosong belaka bagi mereka. Perlu diingat bahwa darah muda mereka penuh dengan semangat dan pemberontakan. Keingintahuan mereka lewat eksperimen dan ekplorasi pun tidak bisa diabaikan begitu saja.

Jaman sudah berganti dan generasi muda sekarang ini sudah tidak bisa lagi diberikan doktrin yang palsu. Mereka akan terus bertanya dan mencari tahu bila belum mendapatkan jawaban yang bisa memuaskan rasa keingintahuan mereka. Mereka juga tidak bisa puas bila tidak mendapatkan jawaban yang bisa diterima secara logika dan akal sehat yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan alam pikiran mereka. Kita sebagai generasi yang lebih tua seharusnya paham dan mengerti akan hal ini. Kalau kita semua tidak bisa memberikan kepuasan kepada mereka, sama saja berarti kita tidak membantu mereka untuk menjadi lebih baik. Tidak juga memberikan arti dan manfaat bagi masa depan.

Untuk menjawab pertanyaan kenapa seks itu porno saja sulit. Belum lagi menjawab kenapa seks itu tabu?! Apa benar pendidikan seks yang terbuka itu menjerumuskan?! Yang penting lagi adalah, apa sudah bisa menjawab seks itu apa?! Kalau masih menjawab hanya jawaban dari kamus saja, sih, mudah. Namun esensi terpenting dari seks itu sendiri apa?! Apa sudah mengerti?!

Kita terlalu berkutat pada masalah yang hanya tampak oleh mata dan terdengar oleh telinga namun tidak juga melihat dengan jelas apa yang ada di balik semua itu. Marilah kita bersama-sama berpikir apa sebenarnya seks itu?! Apakah seks hanya jenis kelamin?! Apakah seks hanya seputar alat kelamin?! Apakah seks hanya seputar hubungan badan?! Apakah seks hanya seputar kesehatan?! Apakah seks hanya seputar keadaan jiwa?! Apakah seks memang tabu?! Kenapa seks itu menjadi tabu?! Kenapa pendidikan seks menjadi terbuka?! Kenapa pendidikan seks yang terbuka pun tidak menyelesaikan masalah?! Coba pikirkan baik-baik semua ini dan cari apa benang merahnya.

Bagi saya sudah jelas sekali bahwa masalah seks dan juga masalah yang terjadi di bangsa dan negara ini juga di dunia berawal dari cara pandang dan pola pikir yang salah. Bila tidak diselesaikan semuanya dari awal maka masalah tidak akan pernah selesai. Jika hanya diselesaikan setengah-setengah pun tidak akan menyelesaikan masalah karena seks bukan harus dilihat secara keseluruhan dan tidak dipisah-pisahkan.

Menurut pendapat saya, pendidikan seks bagi anak sekolah sebaiknya dimulai dari mengenalkan bahwa seks itu tak mesti porno. Ingatlah bahwa kata bisa megubah dunia. Ini untuk mengubah pola pikir dan cara pandang mereka semua tentang seks yang selama ini ada di dalam pikiran mereka karena biar bagaimanapun seks memiliki konotasi yang negatif dalam persepsi masyarakat, yang tentunya sangat berpengaruh terhadap mereka. Buatlah mereka semua mengerti dulu kenapa seks itu tidak porno agar mereka semua mau mengerti bahwa seks ini adalah sebuah anugerah yang luar biasa yang diberikan oleh Sang Pencipta. Dengan demikian diharapkan mereka bisa lebih menghargai dan menghormati seks. Tidak lagi melihat seks sebagai sesuatu yang porno dan tahu bagaimana menempatkan seks ke dalam posisi yang seharusnya.

Baru kemudian lanjutkan dengan pendidikan tenang apa itu seks. Berikan mereka cara pandang yang logis, ilmiah, dan juga menyentuh hati mereka. Bungkus hati dan nalar mereka dengan sentuhan yang mengejutkan namun bisa terus tertanam sampai kapanpun juga. Uraikan bahwa seks itu adalah titik awal kehidupan dan kehidupan itu sendiri. Hanya dengan jujur dan mengenal diri sendirilah semua itu bisa disadari. Kejutan-kejutan itu akan membuat mereka ingin tahu lebih banyak dan dengan membuat mereka mau mengeksplorasi pemikiran mereka sendiri. Jawaban mereka temukan sendiri kita hanya mengarahkannya saja agar mereka merasa puas dengan jawaban yang mereka temukan.

Iringi dengan penjelasan-penjelasan yang berhubungan dengan kesehatan, psikologi, sosial, politik, ekonomi dan lain-lainnya. Berikan fakta-fakta yang selama ini tidak pernah mereka ketahui sebelumnya. Membantu mereka juga untuk selalu melihat dari segala sisi pandang dan sekali lagi dan membuat mereka tidak bosan dan jenuh untuk terus mengeksplorasi dan terus belajar untuk bisa lebih tahu lebih banyak lagi dengan cara yang sehat dan benar. Namun semua pertanyaan itu tentunya harus selalu bisa diarahkan dengan baik. Sudah pasti yang memberikan pendidikan ini harus benar-benar paham sekali.

Dalam waktu yang bersamaan, bantulah juga para orang tua dan masyarakat untuk bisa juga mengerti tentang seks ini. Ingatkan untuk selalu fokus pada tujuan utama dan konsisten dalam berucap dan bertingkah laku. Jika tidak demikian, maka akan membuat mereka geram dan marah sendiri. Ini yang sangat berbahaya.

Memang tidak mudah memberikan pendidikan seks, namun tidak ada salahnya untuk berusaha melakukannya. Ini demi generasi mendatang dan masa depan. Mereka adalah kehidupan di masa depan yang seharusnya lebih baik dari kita sekarang ini. Buatlah program pendidikan yang tidak sesaat namun terus berkesinambungan agar manfaatnya bisa lebih terasa dan memang benar-benar bermanfaat. Negara ini sudah sangat membutuhkannya. Yuk, kita mulai!!!

Ini hanya pendapat dari hasil pemikiran saya saja dan saya berharap kita mau berdikusi bersama-sama untuk menyelesaikan masalah seks yang sudah sangat mengkhawatirkan ini. Bantu, ya, bangsa dan negara kita ini agar semua mimpi  itu adalah nyata.

Semoga bermanfaat!!!

Salam,

Mariska Lubis

11 Juni 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Pendidikan Sosial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Saya Menolak Pendidikan Seks di Sekolah

  1. Inna Hudaya says:

    kok rumit ya mbak, seks yg mana yg sebenarnya mbak maksud? jenis kelamin atau perilaki seks? aku setuju pendidikan seks itu wajib masuk kurikulum, karena itu membantu mereka mengenal dan melindungi tubuhnya.

    • bilikml says:

      yang saya maksudkan adalah arti dan makna dari seks yang benar, yang bukan hanya sebatas fisik dan psikologi semata… mendidik semua agar melihat seks dari semua sisi dan semua faktor yang berpengaruh dan mempengaruhinya…

    • bilikml says:

      Pendidikan seks itu sangat perlu dan penting tetapi apa yg diajarkan harus diperhatikan agar benar bermanfaat…

  2. Shinta Ro says:

    muter muter,jd pusing saya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s