Apa Yang Akan Terjadi Esok dan Lusa?!

Air mata jatuh menetes di pipi mereka yang bisa merasakan kepedihan mendalam atas apa yang sebenarnya terjadi. Gelak tawa penuh dengan bangga menghiasi wajah-wajah mereka yang merasa telah menang dan pada saat mengolok-olok mereka yang dianggap kalah. Sementara di dalam kehanyutan kedua wajah yang berbaur ini, ada keheningan yang sesungguhnya merupakan kegelisahan mendalam. Sampai kapan semua ini bisa terus bertahan dan berlangsung?!

Seorang perempuan yang menjadi ibu rumah tangga pun menjadi terisak dalam diam. Tulisan pertamanya yang sangat luar biasa, perpaduan antara curahan hati dan ungkapan pemikirannya, seharusnya membuat bisa tertawa bahagia. Pujian pantas dan patut diberikan atas apa yang telah dituliskannya itu, namun semuanya berubah dalam sekejap. Penguasa yang berkuasa tidak suka dengan apa yang ditulis perempuan itu, dan memarahinya dengan keras. Barangkali, tidak ada yang tahu tentang ini semua dan menganggap itu adalah sebuah dusta dalam permainan politik semata. Apalagi dalam keadaan situasi yang sedang tidak menentu, tentunya banyak usaha saling menjatuhkan yang dilakukan. Bagaimana bila semua itu benar adanya?! Apakah harus dipungkiri dan dianggap tidak benar?!

Air mata yang menetes itu seharusnya tidak dijadikan bahan tertawaan dan olok-olok. Tidak semua berani untuk menulis dan mengungkapkan apa yang sebenarnya. Apakah yang tertawa dan mengolok itu berani melakukannya?! Jangan-jangan hanya mampu untuk memuji dan menyanjung sang penguasa agar bisa mendapatkan uang, kedudukan, dan juga semua kesenangan duniawi. Takut untuk berkata benar mengikuti hati nurani, dan takut akan kematian biarpun harus melawan semua isi hati yang sesungguhnya. Bagaimana bisa menjadi seorang pemimpin  bila yang lemah pun terus ditindas dan bukan dibela?! Apa kriteria pemimpin yang sesungguhnya?!

Bicara soal demokrasi pun hanyalah sekedar buaian angin yang membius sesaat saja. Penuh dengan janji-janji kepalsuan yang tiada henti dikipaskan. Bila benar demokrasi itu ditegakkan dan merupakan idealisme diri, maka tidak perlu menjadi seorang totaliter yang berkuasa dan melakukan apapun sesuai kehendak dan kepentingan pribadi. Untuk bisa menghargai apa yang telah dilakukan perempuan itu pun tidak mampu karena sudah tertutup dengan nafsu, ambisi, dan segala kepentingan diri.

Apalagi bila bicara soal Tuhan! Syariat dan tarekat itu pun terus diadu domba dan dipergunakan untuk saling bermusuhan antara satu dengan yang lainnya. Di manakah Tuhan yang dimaksudkan?! Apakah diri sendiri sudah lebih dari Tuhan sehingga merasa berhak melakukan semua itu?!

Sementara ada banyak lainnya yang menangis saat mengetahui bagaimana penguasa dan ratunya dikelilingi oleh mereka yang merasa telah berjasa. Tentunya hal ini mengenaskan bila melihatnya dari kacamata keseluruhan atas apa yang terjadi, tetapi untuk apa ditangisi?! Bukankah mereka senang dengan semua harta, kedudukan, dan nilai yang dimilikinya?! Senang bila ada banyak penyanjung yang membutuhkannya meskipun harus mengeluarkan banyak harta?! Dari mana harta itu diperoleh dengan sedemikian banyaknya pun, apa dia peduli?! Sehingga sudah merupakan konsekuensi yang harus dihadapi dirinya sendiri bila memang dia terus melakukan itu semua. Untuk apa ditangisi?! Semua itu tentunya dilakukan dengan kesadaran penuh sehingga harus juga berani mempertanggungjawabkannya. Bukankah mereka yang menangis karena tahu apa yang sebenarnya terjadilah yang justru ingin dihancurkan?! Mereka justru amat sangat senang dan bisa tertawa keras bila semua itu terjadi.

Gelak tawa dan keceriaan itu pun belum tentu memang yang sesungguhnya. Menjadi pemenang tetapi tidak memiliki kemerdekaan, bukanlah sebuah kemenangan. Terkurung dan terjajah oleh harta, kedudukan, dan oleh mereka yang “membayar” serta menguasai, bisa saja tampaknya hebat dan luar biasa, tetapi apa benar demikian?! Apa ada yang senang dijajah?! Apa ada yang merasa bahagia bila terus terjajah dan dikuasai?! Mau sampai kapan semua itu dimiliki?!

Terkadang merasa bahwa semua ini tidak adil. Mengapa Dia membiarkan orang-orang itu melakukannya?! Mengapa Dia tidak membantu dan memberikan pertolongan agar mimpi semua itu bisa terwujud dan menjadi kenyataan?! Haruskah semua ini dilalui?! Namun demikian, Dia selalu memberikan yang terbaik dan terindah. Susah dan senang menjadi sama karena sama-sama merupakan pelajaran dan pembelajaran untuk bisa melangkahkan kaki ke depan. Semuanya menuju kepada yang sama bukan?!

Biarlah tangis itu terus membahasahi pipi bila memang itu bisa menjadi pembasuh hati agar senantiasa tetap bisa bersih. Biarlah juga gelak dan tawa itu terus ada karena roda kehidupan terus berputar. Tidak ada yang pernah tahu apa dan siapa diri yang sesungguhnya selain diri sendiri. Ada masa dan waktunya saat semua tidak lagi bisa menggunakan topeng dan membawa semua yang ada di dunia ini lagi. Di sanalah apa yang telah dilakukan itu benar dinilai dan bersiaplah untuk menerimanya. Siapa yang bisa mengelak dan melawan?! Apakah mungkin Dia pun dibohongi ataupun disuap dengan segala kemewahan dan gemerlap duniawi yang ada?!

Hanya dengan keyakinan penuh dan kekuatan dari dalam diri sajalah kita semua mampu bertahan. Apapun yang akan terjadi esok atau lusa tidak lagi menjadi kegelisahan karena langkah yang diambil adalah merupakan langkah pada sebuah tujuan yang pasti. Masa lalu yang sudah terlewati merupakan pijakan untuk bisa melangkah dengan keyakinan yang lebih mendalam lagi. Tidak ada angin yang bisa menumbangkan akar yang kuat meskipun dahan dan dedaunan itu pun harus jatuh ke tanah.

Cinta hendak lari ke mana?! Dia akan selalu ada di dalam diri yang mau merasakan dan mendirikannya bukan?! Siapakah yang akan tertawa paling terakhir nanti?!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

15 Oktober 2011

Catatan:

Untuk perempuan yang baru pertama kali menulis…. tak usah bersedih dan kecil hati… ada banyak ruang dan tempat lain untuk dirimu menulis…. kesempatan terbuka luas dan lebar… jangan menyerah, ya!

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Perubahan, Politik and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Apa Yang Akan Terjadi Esok dan Lusa?!

  1. cut farah meutia says:

    thanks a lot mbka risak, salam kenal.

    terimaksaih banget, sepertinya yg direspon dalam tulisan ini adalah milik saya yg diterbitkan oleh atjeh post. kalaupun tidak benar tetap sukses untuk mbak mariska

    salam kenal

    farah

    • bilikml says:

      dear farah….

      jangan pernah berhenti menulis ya! apapun yang terjadi, anggaplah itu sebagai sebuah tantangan untuk tetap bisa berkata benar dan menjadi merdeka…. tidak ada perjuangan tanpa usaha, kerja keras, dan komitmen… selalu ada banyak jalan menuju roma…

      salam hangat penuh cinta selalu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s