Ratu Sejati di Dalam Hati (Hati-hati Trik Pria Petualang Cinta!)

Illustrasi: kissesandroses.blogspot.com

Perempuan mana yang tidak ingin menjadi ratu?! Rasanya membanggakan sekali bisa menjadi seorang ratu. Apalagi jika menjadi seorang ratu yang dicintai oleh semua. Selalu dipuja dan dipuji. Tak ada seorang raja ataupun pangeran yang tak jatuh cinta padanya. Tak ada juga seorang putri ataupun permaisuri yang tak iri hati dan cemburu padanya. Sungguh beruntung bila ada yang dicintainya dan sudah sepatutnya merasa beruntung. Namanya juga ratu?! Benarkah menjadi ratu itu mudah?! Benarkan menjadi ratu itu menyenangkan?! Benarkah ratu itu pantas menjadi ratu?!

Saya jadi teringat dengan trik nomor tiga pria petualang cinta, yang bunyinya: “Perlakukan istrimu seperti seorang ratu agar dia tidak mengira bahwa ada yang lain di luar sana”. Duh!!!

Memang ada benarnya juga. Banyak sekali istri yang terkecoh dan mengira dia benar-benar ratu bagi suaminya lalu berbuat seenaknya saja. Suami mengiyakan saja daripada harus ribut dan capek juga kalau harus berantem. Diam-diam di luar sana dia mencari yang lain, deh! Trik nomor dua pria petualang cinta pun dijalankan. Bunyinya?! “Perlakukan kekasihmu seperti istrimu maka dia akan bersaing dengan istrimu dan akan memberikan pelayanan lebih dari yang pernah didapatkan dari istrimu.” Duh lagi!!!

Banyak banget juga pria yang terlalu berlebihan dengan menjadikan pujaan hatinya bagai seorang ratu. Meskipun mengasyikan tetapi seringkali justru ini yang membuat bosan. Apalagi kalau sudah terlalu banyak yang menjadikannya ratu. Sudah tidak ada tantangannya lagi. Greget-nya hilang!!! Makanya ada trik tambahan dari pria petualang cinta: “Perlakukan sang ratu seolah tiada arti, maka dia akan memburumu.” Ampun!!!

Pasti penasaran, kan, apa trik nomor satunya?! Ini, nih trik nomor satu pria petualang cinta: “Perlakukan simpananmu seperti sang ratu, maka dirimu akan mendapatkan semuanya secara gratis!!!” Minta ampun, deh!!! Hahaha….

Sudah tahu ini semua, masih ingin jadi ratu?! Masih, dong!!! Jadi ratu tidak perlu harus di hati seorang pria saja. Masih banyak hati yang lain yang mau memuja dan memuji. Tidak harus pria, perempuan pun juga boleh. Kalau perlu malah wajib!!! Wajarlah bila diwajibkan. Kenapa tidak?! Orang lain bisa, kenapa harus ada pengecualian?! Kalau tidak mau, tendang saja. Bukankah begitu?!

Tidak heran bila kemudian persaingan untuk menjadi seorang ratu terus saja berlangsung. Tidak percaya?! Berapa banyak kontes ratu di dunia?! Mulai dari kontes ratu Taman Kanak-Kanak juga sudah ada barangkali. Di SMP dan SMA lebih parah lagi. Banyak banget yang berebut untuk menjadi ratu di sekolah. Kan, enak kalau jadi ratu. Adik-adik kelas dan teman-teman lain yang tidak “selevel” bisa diperlakukan seenaknya saja. Iya, kan?!

Di mana-mana sama saja. Di rumah, di lingkungan rumah, di tempat arisan, di kantor, sebutkan lagi, di mana, pasti selalu ada yang ingin menjadi ratu. Sedang pergi ramai-ramai liburan di atas kapal nelayan saja bisa ada yang ingin menjadi ratu. Berlagak sudah seperti seorang ratu banget. Semua harus melayani dan menuruti perintahnya. Nggak bisa membayangkan bagaimana kalau di rumah, ya?!

Tidak bisa dipungkiri, menjadi seorang ratu itu enak banget. Semua tinggal tunjuk saja. Tidak perlu harus tunduk-tunduk dan memohon-mohon. Semua datang dengan sendirinya. Belum waktunya pulang pun sudah antri yang mau mengantarkan pulang. Belum duduk pun sudah banyak yang memesan makanan dan minuman. Mau cokelat pun tinggal bilang saja, tidak perlu beli. Besok juga berjubel yang bawain. Baru juga bilang suka, besoknya sudah ada butik perhiasan yang datang ke rumah menawarkan. Tinggal ambil saja, tak perlu bayar. Kalau ada yang tidak suka, tinggal kasih tahu para pengawal. Ratu tinggal duduk manis dan tersenyum saja menyaksikan semuanya dari jauh. Enak banget, ya?!

Jika melihat hasil akhirnya saja pasti enak banget. Coba perhatikan bagaimana proses seseorang bisa menjadi ratu. Apakah semudah itu?! Tidak mungkinlah seseorang menjadi ratu hanya karena dia cantik saja. Hanya karena dia pintar saja. Hanya karena dia memiliki segalanya. Pasti ada sesuatu yang bisa menjadikannya demikian. Apa bisa membayangkan bagaimana seorang ratu dunia melewati berbagai proses seleksi yang sedemikian ketatnya?! Berbagai tes harus dilewati dan tidak semudah itu untuk bisa lolos. Persaingan sangat ketat sekali.

Kecuali kalau mau jadi ratu sesaat saja. Paling tidak pernah bisa menyebut diri “mantan ratu”. Mudah saja mendapatkannya karena bisa dengan sikut sana sikut sini. Umbar semua kebaikan dan keindahan meskipun semua itu hanyalah bualan belaka. Paling mudah, sih, yang bikin orang terenyuh. Siapa juga yang tahu cerita itu benar atau tidak?! Kalaupun tahu, habisi saja!!! Buat pembenaran-pembenaran baru lainnya!!! Kalau perlu lakukan persekongkolan bersama. Mudah, kan?!

Buat saya, tidak penting banget menjadi seorang ratu. Untuk apa juga menjadi seorang ratu?! Mungkin dulu waktu kecil senang bila bisa menjadi seorang ratu, tetapi semenjak saya beranjak dewasa, tidak ada keinginan itu. Rasanya malas saja kalau harus bersaing hanya untuk mendapatkan “gelar” di mata semua. Nggak penting banget!!! Sudah seperti kurang kerjaan saja. Apa karena memang nggak tahu harus melakukan apa, jadinya semua ini penting, ya?! Bisa jadi, kan?!

Lagipula, apalah artinya nilai di mata manusia bila tidak memberikan arti dan manfaat bagi kehidupan dan masa depan yang lebih baik?! Kalau hanya untuk memenuhi ego, ambisi, dan kesenangan semata, apa bisa diartikan telah menjadi dan telah memberikan yang terbaik?!

Ratu yang sesungguhnya ada di dalam hati mereka yang telah menerima dan mendapatkan banyak cinta dari sang ratu. Tak perlu diungkapkan pun semua itu memang sudah pasti ada. Tak perlu diminta, tak perlu dipaksakan, tak perlu juga diharapkan. Berikanlah yang terbaik dengan tulus dan ikhlas. Berikanlah selalu banyak cinta untuk semua dan selalulah menjadi diri sendiri. Jangan pernah berhenti belajar dan mengasah diri. Mereka yang memiliki banyak cinta dan selalu memenuhi diri dengan cinta adalah seorang ratu yang sejati.

Masih ingin jadi ratu?! Jadilah ratu sejati, ya!!! Hmmm….“Am I the queen of my heart”?!

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

20 Juli 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi, Pendidikan Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s