Seks Memang Menarik, Ya!

Illustrasi: shine.yahoo.com

SERU. Menegangkan. Mengasyikkan. Tak jarang pula menyedihkan dan menyakitkan. Mau dilihat dari sisi pandang apapun juga, tetap saja menarik.

Sekarang Kompasiana memang lagi keranjingan bicara soal seks, atau paling tidak menggunakan kata seks sebagai judul. Ada beberapa kawan yang memperhatikan hal ini dan bicara dengan saya.

“Mbak, sekarang Kompasiana lagi ngetren ngomongin seks, ya.”
“Iya.”
“Gara-gara, Mbak!”
Hehehe…
“Mbak nggak marah?”
“Kenapa marah?”
“Ya, kan, itu sudah jadi ciri khasnya Mbak, tapi banyak yang lain jadi ikut-ikutan.”
“Saya justru senang.”
“Senang, Mbak?!”
“Seru, sih! Salah satu misi saya berhasil!”
“Misi apaan, Mbak?”
“Hmmm… ada, deh!”

Masih ingat ketika masih banyak sekali orang yang mencibir profesi saya. Apalagi saya seorang perempuan. Termasuk keluarga saya sendiri. Mereka seakan tidak percaya kalau saya sebegitu “beraninya”. Risih rasanya! Seks, gitu, lho!!!

Saya selalu tertawa bila ada yang bersikap seperti itu. Masalahnya, saya merasa beruntung sekali. Saya mendapat kesempatan untuk bisa melihat sesuatu yang indah, menarik, dan perlu untuk dibicarakan, di antara sekian banyak hal menarik lainnya. Hal yang kecil, sepele, tabu lagi, tetapi sungguh sangat luar biasa imbasnya. Menakjubkan, menurut saya.

Resikonya memang lumayan berat bagi seorang perempuan seperti saya. Ada banyak sekali orang, pria maupun wanita, yang menganggap saya sebagai perempuan liar, murahan, atau gampangan. Tak sedikit juga para istri dan pacar yang menuduh saya sebagai perempuan pengganggu rumah tangga orang. Padahal boro-boro tertarik dan berniat merebut suami orang, suami satu saja tidak habis-habis… masa mau nambah lagi?! Hehehe….

Tuntutan profesi dan memang juga bawaan dari orok, yang membuat saya genit, sedikit “mengundang”, ceplas-ceplos, cuek, dan urakan. Paling tidak begitulah komentar banyak teman-teman saya. Bagi saya, ini bukanlah sebuah masalah besar yang harus dipikirkan. Justru itulah saya! Itulah ciri khas saya! Itulah saya apa adanya! Sehingga saya tidak perlu capek-capek bermuka dua ataupun menjadi orang munafik. Lebih enak begini. Santaaaiiiii….

Saya juga sangat terkejut melihat respon tulisan saya di Kompasiana. Alamak!!! Manjur tenan!!! Hehehe….

Yah, paling tidak ada satu misi yang saya anggap cukup berhasil. Jadi banyak yang sepaham dan sealiran, nih!!!

Saya merasa cukup berbangga hati karena pada akhirnya ada banyak yang tertarik untuk melihat seks lebih dalam lagi. Entah dari sisi kesehatan, budaya, sosial, ataupun sejarah. Baik postif maupun negatif. Semakin ramai penulis, pengamat, dan peneliti masalah seks, akan semakin besar peluang agar masyarakat luas menjadi lebih terbuka, pintar, dan terdidik masalah seks.

Lanjutkan terus!!! Mari kita maju bersama demi masa depan yang lebih baik!

Salam,

Mariska Lubis

23 September 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Seks Memang Menarik, Ya!

  1. abhaz says:

    Lanjutkan !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s