Cinta Datang Tiba-tiba

Yang dipenuhi cinta, Pak Chairil Sani dan Nurul Nurnasari

Tanpa pernah disangka tanpa pernah diduga. Cinta datang pada saat dan waktu yang tidak pernah diharapkan sebelumnya. Bahkan ketika harapan untuk mendapatkannya pun sudah sirna dan tidak ada lagi. Oh, cinta!

Baju pengantin telah lama ditanggalkan. Awan itu begitu kelabu dan sangat gelap. Cinta sudah tidak ada lagi dan pintu hati sudah lama tertutup. Biarpun kesempatan itu ada namun rasanya sudah tidak mungkin. Harapan sirna dan menghilang bagaikan asap yang dihembuskan ke udara.

Tiba-tiba saja, gemuruh datang  dan mengubah segalanya. Matahari seperti langsung bersinar dengan sangat cerah. Bunga-bunga yang sebelumnya layu itu pun kembali bermekaran di dalam hati. Gurun yang gersang menjadi basah oleh siraman air kebahagiaan yang penuh keharuan.

Masih ingat tatkala pertama kali hendak berkenalan, sepertinya tidak ada harapan ataupun perasaan apa-apa. Tidak ada juga tanggapan serius atas permintaan pertemanan meski ada teman yang berusaha mengenalkan lebih dekat. Sapaan yang terurai hanyalah sekedar menyapa dan tidak memiliki maksud apapun juga.

Hingga kemudian peristiwa demi peristiwa terjadi. Entah apakah memang itu sudah diatur oleh Sang Maha Kuasa, entah juga karena memang sebuah kebetulan belaka. Yang pasti, semua itu menjadi jalan yang terbuka untuk dapat lebih saling mengenal dan dekat.

Sebagai sesama yang pernah menikah dan juga sama-sama dipisahkan, tentunya sama-sama sudah memiliki pengalaman masing-masing. Tidak mudah untuk dapat menerima masa lalu, apalagi keduanya sudah memiliki anak masing-masing yang sudah beranjak remaja. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan dan diperhitungkan masak-masak.

Lagi-lagi entah mengapa, ibu keduanya memiliki suara hati yang sama. Kedua ibu mereka langsung menyetujui hubungan mereka begitu saja dan meminta mereka segera menikah. “Itu jodohmu,” begitu kata ibu mereka. Benarkah?!

Petunjuk diberikan untuk menjawab pertanyaan dan menepis keraguan. Pertemuan dan tempat bertemu seperti berkata tentang kebenaran. Senyum yang terurai dengan indahnya di balik kerudung berwadah cinta itu akhirnya menjelaskan semuanya.

 “Bila seorang ibu sudah berkata, maka itu adalah benar adanya,” kata suara di dalam hati mereka masing-masing.

Akhirnya, keputusan itu pun dibuat. Mereka akan segera menikah walaupun baru dua bulan berkenalan. Sungguh waktu yang sangat singkat dan tak pernah terduga. Harapan yang pernah sirna untuk dapat menjalani bahtera rumah tangga baru itu, ternyata datang begitu tiba-tiba menjadi sebuah kenyataan. Ah, indahnya!

Cinta selalu datang pada saat dan waktu yang tepat. Manusia boleh berusaha dan berharap tetapi pada akhirnya Dia-lah yang menentukan. Apa yang tidak mungkin bila memang sudah menjadi takdir dan kehendak-Nya. Siapa yang dapat menolak dan melawan-Nya?

Lamanya waktu berkenalan dan berpacaran tidak menjadi jaminan cinta itu benar ada. Waktu yang singkat itu pun bukanlah menjadi aral dan rintangan untuk dapat menempuh hidup yang baru. Jika memang sudah waktunya, kenapa tidak?! Panah asmara itu sudah dilontarkan dan membawa dua jiwa untuk bersatu. Suara hati tidak akan pernah bisa berdusta.

Cinta itu datang tiba-tiba, semoga senantiasa abadi selamanya….

Tulisan ini saya persembahkan untuk sahabat terkasih, Bapak Chairil Sani dan Nurul Nurnasari yang akan menikah pada tanggal 26 Desember 2011, sebagai ungkapan sukacita dan bahagia bagi mereka berdua. Cinta adalah cinta dan cinta adalah segalanya. Hanya cinta yang dapat meluruhkan dua jiwa menjadi satu dalam persetubuhan yang abadi dan tak pernah lekang oleh waktu.

Berbahagialah dalam cinta. Yang terbaik dan terindah selalu diberikan oleh-Nya. Ada banyak cinta untuk kalian berdua.

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

Bandung, 18 Desember 2011

Pk. 02.39 WIB

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s